JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengonfirmasi adanya sekitar 3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang kini tengah menunggu proses pencairan bantuan sosial (Bansos).
Penambahan ini merupakan hasil dari pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari total tersebut, 1 juta orang terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), sementara 2 juta lainnya merupakan penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Meskipun nama-nama tersebut sudah masuk dalam daftar, proses pencairan dana memerlukan waktu tambahan karena adanya tahapan administratif.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa banyak penerima baru belum memiliki rekening bank, sehingga diperlukan waktu untuk proses pembukaan rekening secara kolektif (Burekol).
Tahapan Administratif: Mengapa Bansos Penerima Baru Belum Cair?
Kemensos menekankan bahwa status sebagai "penerima baru" membawa konsekuensi proses birokrasi yang berbeda. Ada beberapa tahapan krusial yang sedang dipercepat, antara lain:
Pembukaan Rekening Kolektif (Burekol): Proses ini diperkirakan memakan waktu 1 hingga 2 bulan.
Pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Setelah rekening siap, kartu akan dibagikan sebagai alat transaksi.
Verifikasi Data Lapangan: Memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat sesuai hasil pemutakhiran DTSEN terbaru.
Pemerintah menargetkan seluruh proses ini rampung menjelang bulan Ramadhan, agar manfaat perlindungan sosial ini dapat segera meringankan beban ekonomi masyarakat.
Panduan Praktis Mengecek Status Bansos 2026 Secara Online
Masyarakat diimbau untuk proaktif memantau status data masing-masing secara mandiri melalui langkah-langkah berikut:
Akses situs resmi di https://cekbansos.kemensos.go.id.
Pilih lokasi domisili Anda (Provinsi hingga Desa/Kelurahan).
Masukkan nama lengkap sesuai dengan yang tertera di KTP.
Input kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar.
Klik tombol "CARI DATA".
Jika hasil pencarian menunjukkan status "Proses Burekol", Anda hanya perlu menunggu jadwal pembagian kartu dan aktivasi rekening di wilayah masing-masing.
Realisasi Penyaluran Triwulan I 2026: Capai Rp15 Triliun
Di saat 3 juta penerima baru sedang diproses, penyaluran bansos bagi KPM lama telah berjalan masif. Hingga awal Februari 2026, realisasi penyaluran Triwulan I telah melampaui 85% dengan total nilai lebih dari Rp15 triliun. Penyaluran dilakukan melalui bank anggota Himbara dan PT Pos Indonesia untuk wilayah tertentu.
Skema transfer langsung ini diterapkan demi transparansi dan meminimalisir potensi penyimpangan. Bagi warga yang merasa memenuhi syarat namun belum terdata, disarankan untuk memastikan data kependudukan di Dukcapil sudah aktif dan berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat.