Kendali Harga Sembako Saat Ramadan: Pemprov Jatim Masifkan Pasar Murah di Seluruh Wilayah

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:02:11 WIB
Kendali Harga Sembako Saat Ramadan: Pemprov Jatim Masifkan Pasar Murah di Seluruh Wilayah

JAKARTA - Menyikapi fluktuasi harga kebutuhan pokok yang mulai bergerak naik di awal Ramadan 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengambil langkah proaktif dengan menggelar Pasar Murah secara serentak di berbagai titik.

Inisiatif ini merupakan upaya langsung untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga komoditas pangan yang cenderung mengalami tekanan inflasi akibat meningkatnya permintaan selama bulan suci.

Langkah "geber" pasar murah ini menjadi instrumen penting dalam memberikan akses pangan terjangkau bagi warga, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan membawa stok pangan langsung dari produsen atau distributor resmi, Pemprov Jatim berupaya memutus rantai distribusi yang panjang, sehingga harga yang ditawarkan di lokasi pasar murah berada di bawah harga rata-rata pasar tradisional saat ini.

Fokus Komoditas Utama dan Skema Penyaluran Bahan Pokok

Pasar murah yang digelar Pemprov Jatim memprioritaskan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) yang sering menjadi pemicu inflasi daerah. Beberapa komoditas yang menjadi fokus utama dalam gerakan ini meliputi:

Beras Medium dan Premium: Disediakan dengan stok melimpah guna meredam lonjakan harga beras di pasaran.

Minyak Goreng dan Gula Pasir: Dua komoditas ini menjadi incaran utama warga karena harganya yang sangat kompetitif.

Telur Ayam dan Daging Ayam: Sumber protein hewani yang pasokannya dipastikan aman untuk kebutuhan sahur dan berbuka.

Bawang dan Cabai: Melalui kerja sama dengan kelompok tani, komoditas bumbu dapur ini juga dihadirkan untuk menekan fluktuasi harga.

Penyaluran dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari penggunaan bus keliling hingga pameran di halaman kantor pemerintahan dan pusat keramaian warga. Pemerintah juga menggandeng BUMD pangan serta Bulog untuk memastikan kelancaran stok di setiap titik pelaksanaan.

Sinergi Pemerintah dan Harapan Stabilitas Ekonomi Daerah

Pelaksanaan pasar murah ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Satgas Pangan, dan pemerintah kabupaten/kota setempat. Pemprov Jatim berkomitmen bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi sesaat, melainkan akan terus dilakukan secara berkala hingga menjelang Idulfitri 1447 H.

Koordinasi dengan Satgas Pangan juga diperketat untuk memantau adanya praktik penimbunan yang dapat memperburuk kondisi harga di pasar. Dengan kehadiran pasar murah ini, diharapkan masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau melakukan panic buying, karena intervensi pemerintah dilakukan secara terukur dan merata di seluruh wilayah Jawa Timur.

Terkini