Anggaran Baru Serap 44,71%, Kementerian Investasi Dikritik DPR

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37:06 WIB
Realisasi anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM [FOTO : NET].

JAKARTA - Capaian realisasi penggunaan anggaran pada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menuai kritik dan perhatian dari Komisi XII DPR RI. 

Hal itu dikarenakan hingga data per 11 Juni 2026, penyerapan dana pos anggaran lembaga kementerian ini baru menyentuh angka 44,71 persen dari akumulasi total alokasi pagu tahun 2026 yang bernilai Rp852,00 miliar.

Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari memberikan peringatan kepada pihak Kementerian Investasi Hilirisasi/BKPM agar lebih memperhatikan tingkat penyerapan anggaran pada tahun ini.

 Sebab, Ratna mengukur kinerja penyerapan dana hingga memasuki bulan keenam di tahun 2026 tersebut dinilai belum berjalan optimal.

“Kalau kita melihat evaluasi kinerja, serapan anggarannya belum maksimal. Tolong ini juga menjadi catatan untuk ke depan,” kata Ratna dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Eselon I Kementerian Investasi Hilirisasi/BKPM di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Di samping perihal itu, politisi dari Fraksi PKB tersebut ikut menyoroti penyerapan dana untuk program penanaman modal serta hilirisasi yang baru menyentuh angka realisasi senilai Rp152,12 miliar atau setara 37,47 persen dari total pagu anggaran 2026. 

Atas dasar kondisi tersebut, ia mendesak Kementerian Investasi Hilirisasi/BKPM untuk menggenjot performa kinerja mereka hingga akhir tahun ini.

Minimnya angka penyerapan dana anggaran tersebut turut memicu respons negatif dari kubu Fraksi Golkar. 

Anggota Komisi XII DPR RI Dewi Yustisiana pada forum itu meminta klarifikasi dari pihak kementerian untuk memaparkan rupa terobosan strategis demi menggaransi sisa alokasi anggaran tahun ini sanggup terserap seutuhnya.

“Nanti bisa dijelaskan kira-kira apa langkah-langkah strategi untuk memastikan bahwa untuk the remaining budget itu akan bisa diserap 100% Pak, dalam sisa masa bulan yang enam bulan ini,” ujar Dewi.

Untuk diketahui bersama, Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Mohammad Rudy Salahuddin membeberkan bahwa capaian realisasi anggaran lembaga kementeriannya per tanggal 11 Juni 2026 menyentuh level Rp380,94 miIiar atau setara 44,71 persen dari total pagu Rp852,00 miIiar. Angka realisasi dimaksud sudah mencakup komponen outstanding contract.

Rudy menjabarkan, realisasi keuangan tersebut terbagi atas program dukungan manajemen senilai Rp228,83 miIiar atau sebesar 51,30 persen dari total dana anggaran Rp446,03 miIiar, serta program penanaman modal dan hilirisasi sebesar Rp152,12 miIiar atau setara 37,47 persen dari total pagu senilai Rp405,97 miIiar.

“Dengan demikian, sisa anggaran yang masih tersedia untuk mendukung pelaksanaan program dari kegiatan dan kegiatan sampai dengan akhir tahun 2026 sebesar Rp471,06 miliar atau 55,29% dari total alokasi anggaran,” tutur Rudy.

Kendati mesti berhadapan dengan aneka dinamika berupa penyesuaian regulasi fiskal, langkah efisiensi pos belanja, hingga pergeseran alokasi anggaran di sepanjang tahun 2026, ia menaruh rasa optimistis bahwa instansinya bakal terus melakoni upaya maksimal dalam mengoptimalkan jalannya program serta agenda kerja di Kementerian Investasi dan Hilirisasi.

Selain daripada itu, pihaknya berkomitmen penuh untuk menggapai sasaran target kinerja yang telah digariskan, terkhusus dalam mengawal pencapaian target realisasi investasi tahun 2026 sekaligus program percepatan hilirisasi.

Terkini