AS-Iran Damai, Menkeu Purbaya Buka Peluang Realokasi APBN

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30:01 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa tercapainya kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuka ruang bagi pemerintah untuk melakukan penyesuaian kembali (realokasi) terhadap APBN. 

Perdamaian ini diharapkan dapat menurunkan beban subsidi energi yang sebelumnya melonjak akibat kenaikan harga minyak dunia selama konflik berlangsung.

"Anggaran yang sudah sempat kami sisihkan untuk subsidi, akan jauh berkurang, sehingga ada ruang untuk memberikan pembiayaan pada program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden," ujar Purbaya usai rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Sebelumnya, beban subsidi dan kompensasi energi sempat membengkak hingga Rp203,7 triliun per Mei 2026, dipicu oleh harga Indonesia Crude Price (ICP) yang melonjak hingga US$91,9 per barel. 

Pemerintah pun sempat melakukan refocusing anggaran kementerian/lembaga senilai Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun untuk mengamankan cadangan energi nasional.

Kesepakatan damai yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar ini akan ditandatangani secara resmi pada 19 Juni 2026 di Swiss. 

Dengan berakhirnya ketegangan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, pasar minyak global mulai menunjukkan tren penurunan harga yang positif. 

Menkeu menegaskan bahwa otoritas fiskal akan segera mengkaji kondisi APBN terkini untuk menyesuaikan prioritas belanja negara agar lebih optimal bagi masyarakat.

Terkini