BI: Aliran Modal Asing ke SRBI-SBN Capai 9 Miliar Dolar AS

Senin, 29 Juni 2026 | 20:16:31 WIB
Hingga 26 Juni, Modal Asing Masuk SBN dan SRBI Tembus 9 Miliar Dolar AS [FOTO: NET].

JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memaparkan aliran masuk modal (inflow) asing ke dalam instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta Surat Berharga Negara (SBN) menyentuh angka 9 miliar dolar AS terhitung semenjak awal tahun sampai 26 Juni 2026.

“Dalam satu bulan di bulan Juni ini telah terjadi inflow yang cukup signifikan. Sehingga secara year to date, dari Januari hingga akhir Juni tanggal 26 (Juni) lalu, inflow yang masuk untuk di portofolio SBN dan SRBI kami itu sudah mencapai sekitar 9 miliar dolar AS,” kata Destry dalam konferensi pers bersama Pimpinan DPR RI dan Pemerintah di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/06/2026).

Destry menjabarkan, eskalasi BI-Rate sebesar 100 basis poin (bps) sepanjang kurun Mei sampai Juni 2026 ke level 5,75 persen memicu adanya repricing atau keselarasan harga pada instrumen yang dirilis BI maupun pemerintah, yakni SRBI dan SBN. Situasi tersebut memacu arus masuk modal yang masif sepanjang Juni.

Menurut pandangannya, kebijakan pengerekan suku bunga tersebut diambil oleh bank sentral selaku tindakan jangka pendek demi merawat stabilitas di tengah tingginya ketidakpastian global, terkhusus dalam menjaga stabilitas nilai tukar mata uang rupiah.

“Tentunya confidence dari offshore (pasar luar negeri) yang tentu juga akan tercermin dari confidence ke masyarakat kami di Indonesia,” kata dia.

Di samping itu, Destry pun menandaskan bahwa BI konsisten mengawal likuiditas di pasar via pelbagai instrumen moneter.

Berdasarkan penjelasannya, BI turut memperbesar ekspansi likuiditas lewat operasi moneter menuju kisaran Rp1.000 triliun pada pengujung Juni dari yang sebelumnya Rp600 triliun pada pengujung Mei demi menjaga stabilitas pasar uang serta pasar valuta asing.

Untuk dipahami, BI menjalankan kebijakan dengan mengawal struktur suku bunga SRBI untuk segenap tenor, yakni tenor 6, 9, dan 12 bulan, yang sejalan dengan peningkatan BI-Rate.

Tindakan ini ditempuh agar tetap memikat aliran masuk investasi portofolio asing ke dalam aset keuangan domestik, sehingga menopang penguatan nilai tukar rupiah.

Merujuk pada data BI, posisi SRBI pada 15 Juni 2026 berada di angka Rp1.021,13 triliun, berbekal kepemilikan nonresiden yang merangkak naik menuju Rp238,09 triliun atau setara 23,32 persen dari total outstanding.

Pada pasar primer, bersandarkan lelang SRBI 26 Juni 2026, imbal hasil rata-rata tertimbang pemenang (weighted average accepted rate/WAAR) berada pada angka 7,36 persen bagi tenor 6 bulan, 7,54 persen bagi tenor 9 bulan, serta 7,70 persen bagi tenor 12 bulan.

Sementara itu pada pasar sekunder, rata-rata tertimbang suku bunga (RRT) SRBI per 26 Juni 2026 berada di level 7,26 persen bagi tenor 3 bulan, 7,36 persen bagi tenor 6 bulan, serta 7,69 persen bagi tenor 12 bulan.

Terkini