Rupiah Melemah ke Rp17.992 Jelang Rilis Data NFP Amerika Serikat

Kamis, 02 Juli 2026 | 01:28:01 WIB
Jelang Data NFP AS, Nilai Tukar Rupiah Dibuka Loyo di Rp17.992 [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan sesi Kamis (2/7/2026) di tengah penantian pasar terhadap rilis data ketenagakerjaan global nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat.

Mengacu pada data analisis Doo Financial Futures pukul 09.05 WIB, mata uang rupiah terdepresiasi sebesar 0,22% menuju level Rp17.992. 

Di luar rupiah, penurunan terdalam terhadap dolar AS dipimpin oleh rupee India yang anjlok 0,61%, kemudian diikuti oleh won Korea yang terkoreksi sebesar 0,16%.

Pelemahan mata uang Garuda terhadap greenback ini terjadi ketika mayoritas mata uang di wilayah Asia lainnya justru memperlihatkan kecenderungan menguat. 

Ringgit Malaysia tercatat sanggup terapresiasi sebesar 0,22% terhadap dolar AS, disusul mata uang baht Thailand yang menanjak 0,15%, dolar Taiwan yang menguat 0,10%, serta yuan China yang ikut naik 0,09%.

Selanjutnya, dolar Singapura juga terpantau menguat terhadap dolar AS sebesar 0,08%, yen Jepang tumbuh 0,04%, dan dolar Hong Kong terangkat tipis 0,01%.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa tekanan pada mata uang Garuda bersumber dari lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, yang mencerminkan besarnya ekspektasi pasar akan kebijakan moneter ketat sebelum rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat yang dijadwalkan meluncur nanti malam.

Para pelaku pasar memandang data ketenagakerjaan tersebut bakal menjadi salah satu indikator krusial bagi arah kebijakan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Jika data ketenagakerjaan AS kembali memperlihatkan kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, peluang dipertahankannya suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama diprediksi kian besar, yang pada gilirannya berpotensi memicu penguatan dolar AS.

Aksi lepas aset oleh investor asing di pasar keuangan dalam negeri pun masih menjadi beban tersendiri bagi laju mata uang Indonesia.

"Sentimen domestik juga belum pulih dari tekanan jual investor asing," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Perpaduan antara sentimen eksternal dan domestik ini diperkirakan bakal membuat celah penguatan bagi rupiah menjadi masih terbatas untuk jangka pendek. 

Dengan melihat berbagai variabel tersebut, nilai tukar rupiah diproyeksikan bakal bergerak di kisaran Rp17.900 sampai Rp18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Terkini