IHSG Rabu Pagi Melemah 0,75% ke 5.941, Saham Big Caps Kompak Merah

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:14:02 WIB
Saham AMMN hingga TPIA Merosot, IHSG Dibuka Terkoreksi 45 Poin [FOTO: NET].

JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali sesi perdagangan hari ini di zona merah setelah dibuka melemah menuju posisi 5.941,55 pada Rabu (8/7/2026). Tren penurunan ini terjadi beriringan dengan merosotnya harga saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps), seperti AMMN, MORA, hingga TPIA.

Melansir data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.02 WIB, IHSG mencatatkan pelemahan sebesar 0,75% atau terpangkas 45,03 poin ke level 5.941,55. 

Sepanjang menit-menit awal perdagangan hari ini, indeks komposit terpantau bergerak pada level paling rendah di 5.984,18 dan sempat menyentuh posisi 5.984,47.

Dalam dinamika pasar tersebut, tercatat ada 130 saham yang bergerak menguat, sedangkan 367 saham mengalami koreksi, dan sebanyak 175 saham bergerak stagnan. Di sisi lain, nilai kapitalisasi pasar secara keseluruhan berada pada angka Rp10.421 triliun.

Sederet saham big caps yang membukukan koreksi terdalam pada pagi ini di antaranya adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk.

 (AMMN) yang susut 2,25% menuju Rp3.480, lalu saham PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) yang mencatatkan penurunan sebesar 1,88% ke posisi Rp6.525, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang melemah 1,85% ke level Rp1.855.

Selanjutnya, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (ASII) juga terdata mengalami penyusutan nilai sebesar 1,70%, diikuti oleh Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang terkoreksi 1,65%, sementara saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bergerak melemah 1,44%.

Pada sesi perdagangan hari ini, indeks komposit dinilai memiliki potensi untuk bergerak menguji area resistance di level 6.050. 

Para pelaku pasar diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko koreksi wajar sekiranya indeks tidak mampu menembus batas area tersebut, di tengah bayang-bayang sentimen negatif dari bursa global maupun regional.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memaparkan bahwa pada perdagangan sebelumnya IHSG sukses diakhiri menguat 1,19%. 

Walakin, langkah apresiasi tersebut terpantau masih dibayangi oleh tekanan aksi jual bersih (net sell) oleh penanam modal asing yang mengonfirmasi nilai sekitar Rp205 miliar.

Barisan saham yang paling gencar dilepas oleh investor asing pada jam perdagangan kemarin meliputi TPIA, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS).

Guna menghadapi aktivitas perdagangan hari ini, Fanny memberikan proyeksi bahwa IHSG akan bergerak dalam rentang batas support di level 5.900–5.950 serta fondasi area resistance pada level 6.000–6.050.

Terkini