Barantin Perkuat Pendampingan Ekspor UMKM ke Pasar Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:45:01 WIB
Barantin Perkuat Pendampingan Ekspor UMKM ke Pasar Global [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkokoh pendampingan dalam pemenuhan regulasi ekspor bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), demi mempermudah para pelaku UMKM menjangkau serta mengapalkan aneka komoditas andalan ke pasar internasional.

"Kami ingin semakin banyak UMKM memahami bahwa peluang ekspor terbuka luas selama persyaratan negara tujuan dapat dipenuhi," kata Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanitiyo saat membuka Web Series Go Ekspor Barantin secara daring, di Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), Rabu (15/07/2026).

Shahandra memaparkan agenda Web Series Go Ekspor Barantin dengan topik "Kupas Tuntas: Daun Ketapang Babel Terbang ke Mancanegara" yang dihelat secara virtual serta dihadiri pelaku UMKM dari beragam wilayah di Indonesia, selaku langkah Barantin membimbing UMKM supaya sanggup memenuhi kriteria ekspor sekaligus memperlebar jangkauan pasar internasional lewat pelayanan karantina yang responsif, simpel, dan kredibel.

"Barantin akan terus hadir mendampingi pelaku UMKM melalui layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya agar semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar ekspor," ujarnya.

Kepala Karantina Kepulauan Babel Herwintarti menimpali bahwa daun ketapang menjadi salah satu komoditas andalan daerah yang mempunyai potensi ekspor sangat cerah.

"Komoditas daun ketapang ini telah dipasarkan ke sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Jerman," katanya.

Ia mengutarakan pula berdasarkan rekam data Best Trust, di sepanjang tahun 2025 UMKM yang berada di bawah naungan Karantina Babel sukses mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang menuju Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman. Pada paruh pertama tahun 2026, capaian ekspor daun ketapang ini sudah menyentuh 553,06 kilogram.

Di samping daun ketapang, beberapa UMKM di Babel pun mulai mematangkan ekspor komoditas pertanian kering lain selaku bagian dari langkah penganekaragaman produk yang bertumpu pada potensi lokal.

"Data Karantina Babel menunjukkan, ekspor daun manggis kering mencapai 4.471 kilogram, sedangkan ekspor daun bambu kering ke Inggris tercatat sebanyak 122 kilogram," katanya pula.

Pelaku UMKM yang juga bertindak sebagai eksportir, Lukman Nuhung menyambung, daun ketapang tersebut dipasarkan dalam kondisi kering dengan dimensi ukuran yang diselaraskan dengan kemauan dari pihak pembeli.

Di kancah internasional, produk ini digunakan selaku kondisioner air alami untuk wadah akuarium, utamanya bagi jenis ikan hias contohnya cupang, guppy, dan channa.

"Kandungan tanin pada daun ketapang membantu menstabilkan pH air, mempercepat penyembuhan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur," ujarnya lagi.

Terkini