Outstanding Shares adalah: Manfaat dan Tipe Saham Lainnya

Senin, 24 Februari 2025 | 11:17:00 WIB
Outstanding Shares adalah: Manfaat dan Tipe Saham Lainnya

Outstanding Shares adalah salah satu istilah penting yang perlu dipahami ketika kamu memutuskan untuk terjun ke dunia investasi saham. 

Meski investasi sering dianggap mampu memberikan keuntungan manis berupa return, kenyataannya tidak semua investor memperoleh hasil sesuai harapan. 

Bahkan, ada yang mengalami kerugian besar. Untuk menghindari risiko semacam itu, penting untuk memahami investasi saham secara mendalam, termasuk mengenal berbagai istilah dan tipe saham seperti outstanding shares.

Mengetahui cara menghitung outstanding shares dan memahami waktu yang tepat untuk berinvestasi adalah langkah penting dalam perjalanan investasi. 

Ingatlah bahwa investasi bukan sekadar tren, melainkan sebuah tantangan yang membutuhkan konsistensi dalam mengalokasikan dana demi memperoleh return yang diinginkan.

Namun, tidak sedikit investor yang mengalami kegagalan, terutama di awal perjalanan mereka. Jika kamu memilih saham sebagai instrumen investasi, sebaiknya fokuslah pada jenis investasi ini. 

Dengan begitu, perhatianmu akan terpusat, sehingga peluang untuk memahami seluk-beluk saham menjadi lebih besar.

Bagi kamu yang baru pertama kali mencoba investasi saham, sudahkah kamu mengenal berbagai tipe saham? Apakah kamu juga memahami apa itu outstanding shares? Istilah ini merujuk pada salah satu tipe saham, meskipun bukan satu-satunya.

Pada dasasrnya, Outstanding Shares adalah salah satu elemen kunci yang akan membantumu menjadi investor yang lebih cerdas dan terukur.

Untuk memperdalam pemahamanmu tentang outstanding shares dan tipe-tipe saham lainnya, simak informasi selengkapnya dalam artikel ini.

Sekilas tentang Saham

Di dunia investasi, tersedia berbagai pilihan instrumen yang bisa dipertimbangkan, salah satunya adalah saham. Saham menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati oleh banyak orang karena sejumlah alasan tertentu.

Saham berfungsi sebagai bukti kepemilikan atas nilai suatu perusahaan sekaligus sebagai tanda penyertaan modal. Setiap pemilik saham berhak atas keuntungan yang diperoleh dan dicatat oleh perusahaan. 

Keuntungan tersebut biasanya diberikan dalam bentuk dividen yang dibagikan secara berkala kepada para pemegang saham, baik dalam bentuk uang tunai maupun saham.

Outstanding Shares adalah

Outstanding Shares adalah total jumlah saham yang dimiliki oleh para investor dalam suatu perusahaan atau emiten tertentu. Para investor ini mencakup individu perorangan maupun institusi.

Saham yang termasuk dalam outstanding juga mencakup saham yang dimiliki oleh trader jangka pendek, yaitu mereka yang memperjualbelikan saham dalam waktu singkat untuk memperoleh keuntungan tertentu.

Saat berinvestasi saham, penting untuk menentukan tujuan investasi terlebih dahulu, apakah untuk jangka pendek atau jangka panjang. Hal ini juga menjelaskan mengapa ada banyak trader jangka pendek yang terlibat dalam transaksi saham suatu perusahaan.

Outstanding sering digunakan dalam perhitungan laba bersih per saham serta untuk menghitung kapitalisasi pasar saham sebuah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Untuk meningkatkan jumlah outstanding, terdapat dua cara utama yang dapat dilakukan. Pertama, melalui penawaran dari pasar modal kedua. Kedua, perusahaan dapat memberikan opsi saham kepada karyawan sebagai bentuk kompensasi.

Manfaat Outstanding Shares

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, outstanding shares digunakan untuk menghitung laba bersih per saham serta kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasar, atau market cap, adalah nilai total pasar suatu perusahaan secara agregat. 

Oleh karena itu, outstanding shares berperan penting dalam perhitungan market cap dan laba per lembar saham (earning per share).

Namun, manfaat outstanding shares tidak hanya terbatas pada perhitungan market cap dan earning per share. Outstanding shares juga dapat digunakan untuk menghitung berbagai hal lain, seperti:

  • Indeks saham, termasuk IHSG.
  • Nilai buku per lembar saham (book value per share).
  • Dividen per lembar saham.
  • Free float saham.

Selain itu, ada hal penting lain yang perlu kamu ketahui tentang outstanding shares atau lembar saham. Setiap pemegang saham memiliki hak untuk menerima dividen serta hak suara dalam pengambilan keputusan korporasi.

Tipe-tipe Saham selain Outstanding Shares

Setelah memahami lebih banyak tentang outstanding shares, kamu tentu sudah memiliki gambaran langkah apa yang perlu diambil selanjutnya. 

Namun, penting untuk diingat bahwa outstanding shares hanyalah salah satu dari berbagai tipe saham yang ada. 

Memahami tipe-tipe saham lainnya juga sangat penting agar kamu dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijak dan mengurangi risiko yang mungkin terjadi.

Penasaran? Berikut ini adalah beberapa tipe saham lain yang perlu diketahui oleh siapa saja yang ingin serius terjun ke dunia investasi saham, terlepas dari alasan mereka memilih instrumen ini:

1. Authorized Shares

Authorized shares adalah tipe saham yang mengacu pada jumlah total saham yang ditentukan dalam akta pendirian perusahaan terbatas (PT). 

Dalam akta tersebut, jumlah maksimum saham yang dapat diterbitkan oleh perusahaan disebutkan secara jelas. Jumlah ini dikenal sebagai authorized shares.

Namun, jika di kemudian hari perusahaan ingin menerbitkan saham tambahan yang melebihi jumlah yang tercantum dalam akta, maka perusahaan harus mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) terlebih dahulu. 

Selain itu, jumlah authorized shares yang tercantum dalam akta perusahaan juga harus diubah untuk mencerminkan peningkatan tersebut.

2. Issued Shares

Issued shares adalah bagian dari authorized shares yang telah diterbitkan oleh perusahaan tetapi belum dipensiunkan. Saham ini biasanya diterbitkan dengan tujuan mendapatkan dana atau sebagai kompensasi untuk direksi dan karyawan perusahaan. 

Kompensasi ini bertujuan untuk memotivasi mereka agar bekerja lebih baik, sehingga nilai perusahaan dapat meningkat. Secara umum, issued shares terbagi menjadi dua jenis:

  • Outstanding Shares: Saham yang dimiliki oleh pihak-pihak di luar perusahaan, seperti investor, trader, direksi, pemilik modal, dan lainnya.
  • Treasury Shares: Saham yang dimiliki kembali oleh perusahaan atau emiten, biasanya melalui proses pembelian kembali saham (buyback).

3. Unissued Shares (Saham Portepel)

Unissued shares adalah saham yang belum diterbitkan oleh perusahaan sehingga tidak ada pihak yang dapat memilikinya. Saham jenis ini tidak memiliki hak apa pun, termasuk hak atas dividen maupun hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan. 

Karena tidak memiliki nilai atau manfaat, saham portepel sering dianggap sebagai angka yang kurang relevan dalam operasional perusahaan.

4. Retired Shares

Retired shares adalah saham yang diperoleh perusahaan melalui proses buyback dan kemudian dipensiunkan atau dibatalkan. 

Setelah dipensiunkan, saham ini tidak memiliki nilai lagi dan tidak dapat dijual kembali di pasar. Selain itu, saham ini juga tidak lagi mencerminkan kepemilikan atas perusahaan.

Retired shares memiliki beberapa kesamaan dengan treasury shares, tetapi perbedaannya terletak pada status akhirnya. 

Saham yang sudah dipensiunkan tidak dapat diaktifkan kembali, sementara treasury shares masih dapat dijual kembali jika diperlukan.

5. Treasury Shares (Saham Treasuri)

Treasury shares adalah saham yang telah diterbitkan (issued shares) tetapi disimpan kembali oleh perusahaan. Saham ini dapat dijual kembali oleh perusahaan pada waktu yang dianggap tepat atau dipensiunkan sehingga kehilangan nilai jualnya.

Salah satu cara perusahaan memperoleh treasury shares adalah melalui pembelian kembali saham atau buyback. Buyback biasanya dilakukan ketika harga saham di pasar dianggap terlalu rendah dibandingkan nilai intrinsik perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga dapat memutuskan untuk tidak menjual sebagian saham saat penerbitan awal, menyimpannya sebagai treasury shares. 

Saham ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan, karena dapat dijual kembali dengan proses yang lebih cepat dibandingkan penerbitan saham baru jika perusahaan membutuhkan dana di masa mendatang.

6. Common Shares

Sebagai bagian dari outstanding shares, common shares tidak hanya terdaftar di bursa saham, tetapi juga memiliki harga yang sama, yaitu harga pasar saham tersebut. 

Jika kamu tidak menemukan istilah common shares di bursa saham, bisa jadi saham tersebut dikenal dengan nama lain seperti quoted shares atau listed shares.

Common shares adalah tipe saham yang memungkinkan pemegangnya untuk mengklaim bagian dari keuntungan atau kerugian perusahaan. Namun, pemilik saham jenis ini memiliki kewajiban terbatas. 

Sebagai contoh, jika perusahaan mengalami kebangkrutan, pemegang common shares akan menjadi pihak terakhir yang menerima pembagian keuntungan, jika ada.

Meskipun begitu, kerugian yang ditanggung oleh pemegang saham ini hanya terbatas pada jumlah dana yang telah mereka investasikan pada saham perusahaan tersebut.

7. Preferred Shares

Selain common shares, ada juga preferred shares yang merupakan jenis saham yang menggabungkan elemen dari common shares dan obligasi. 

Secara umum, preferred shares memiliki kemiripan dengan common shares, namun ada perbedaan dalam hal tingkat suku bunga yang diterima pemegang saham.

Karena menggabungkan sifat saham dan obligasi, preferred shares memberikan suku bunga tetap kepada pemegangnya. 

Selain itu, pemegang saham preferen juga memiliki hak tebus yang memungkinkan mereka untuk menukarkan saham preferen dengan saham biasa.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham jenis ini biasanya memiliki kode 4 huruf dan kadang-kadang dilengkapi dengan tambahan kode "P", seperti yang terlihat pada saham dengan kode WSBP, ASII, dan MYOR-P.

8. Floating Shares

Floating shares adalah bagian dari saham biasa (common shares) yang diperdagangkan secara aktif di bursa saham. 

Ketika perusahaan melakukan Initial Public Offering (IPO), mereka akan mencantumkan jumlah total saham yang diterbitkan, yang sebagian besar terdiri dari floating shares.

Saham ini mencerminkan saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar dan tidak dimiliki oleh pihak-pihak tertentu seperti manajemen atau investor utama.

Waktu yang Tepat untuk Membeli Saham

Setelah mempelajari apa itu outstanding shares dan berbagai tipe saham lainnya, kamu mungkin mulai penasaran kapan waktu yang tepat untuk membeli saham. 

Meskipun tidak ada larangan untuk membeli saham kapan saja, ada beberapa waktu tertentu yang dianggap lebih menguntungkan untuk berinvestasi, agar peluang mendapatkan keuntungan lebih besar. 

Dengan begitu, kamu bisa meraih cuan bahkan pada pengalaman pertama bermain saham.

1. Beli Saham di Tiap Kuartal

Jika kamu ingin membeli saham secara rutin, pertimbangkan untuk melakukannya setiap kuartal atau sekitar tiga bulan sekali. 

Pada periode tersebut, kamu bisa mendapatkan saham dengan harga yang cenderung lebih terjangkau dan didukung oleh fundamental yang solid. Beberapa bulan terbaik untuk membeli saham adalah Mei, Agustus, November, dan Februari.

Pada bulan-bulan ini, perusahaan biasanya telah merilis laporan keuangan mereka, yang bisa menjadi bahan pertimbangan penting dalam memutuskan untuk membeli saham.

2. Ketika Perusahaan Berada dalam Kondisi Baik

Jika kamu sudah memiliki beberapa perusahaan atau emiten incaran, sebelum membeli saham mereka, pastikan kamu sudah melakukan analisis fundamental terlebih dahulu.

Caranya adalah dengan mencari informasi sebanyak mungkin tentang perusahaan tersebut, termasuk berita dan laporan yang bisa memberikan gambaran mengenai kondisi perusahaan.

Pastikan juga untuk memahami posisi keuangan perusahaan, apakah sedang untung atau malah mengalami kerugian dalam periode tertentu. Perusahaan yang terus merugi bisa jadi tidak layak untuk dijadikan pilihan investasi. 

Selain itu, perhatikan rencana bisnis dan kinerja perusahaan untuk memastikan apakah saham mereka layak untuk dibeli.

3. Saat Perusahaan Memiliki Prospek Cerah

Dalam investasi saham, terdapat dua jenis analisis yang biasa dilakukan oleh investor, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. 

Melakukan keduanya akan memberikan gambaran yang lebih lengkap untuk memutuskan apakah saham perusahaan tertentu layak dibeli.

Untuk mengetahui apakah harga jual saham perusahaan yang kamu incar sesuai dengan harga yang wajar, kamu bisa menggunakan analisis teknikal. 

Amati pergerakan harga saham melalui grafik yang tersedia untuk membantu kamu membuat keputusan yang lebih tepat.

Lebih baik lagi, jika kamu membeli saham dari perusahaan yang memiliki prospek cerah di masa depan. 

Jika perusahaan menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik, ini bisa menjadi sinyal bahwa saat tersebut adalah waktu yang tepat untuk membeli saham perusahaan tersebut.

Sebagai penutup, Outstanding Shares adalah elemen penting dalam dunia investasi yang membantu investor memahami kepemilikan saham dan potensi perusahaan, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam berinvestasi.

Terkini