Rabu, 01 April 2026

Pemerintah Siapkan Rp60 Triliun Lewat APBN 2026 untuk Pemulihan Bencana Sumatra

Pemerintah Siapkan Rp60 Triliun Lewat APBN 2026 untuk Pemulihan Bencana Sumatra
Pemerintah Siapkan Rp60 Triliun Lewat APBN 2026 untuk Pemulihan Bencana Sumatra

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp60 triliun dalam APBN 2026 untuk mendukung pemulihan dampak bencana di tiga provinsi di Sumatra. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut alokasi ini akan disalurkan melalui BNPB dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

Penyisiran Program Kementerian untuk Ruang Fiskal

Sebelum menetapkan angka tersebut, Kemenkeu menelaah dan menyisir seluruh program kementerian dan lembaga. Purbaya menjelaskan banyak program yang belum jelas sehingga pemerintah memutuskan merapikannya agar ada ruang fiskal yang bisa dimanfaatkan.

Baca Juga

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Global

Hasil penyisiran menciptakan ruang fiskal hingga Rp60 triliun yang siap dialokasikan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dana tersebut akan dieksekusi BNPB sesuai kebutuhan lapangan, terutama saat kondisi cuaca memungkinkan.

Kesiapan Anggaran Tahun Berjalan

Untuk tahun anggaran 2025, Purbaya memastikan ketersediaan dana penanganan bencana masih cukup memadai. Saat ini, BNPB telah mengajukan sekitar Rp1,6 triliun, sedangkan sisa anggaran yang tersedia mencapai Rp1,3 triliun.

Purbaya menambahkan, jika BNPB memerlukan tambahan anggaran, mekanismenya akan disesuaikan dengan sisa APBN yang ada. Pemerintah menyiapkan skema fleksibel agar penanganan darurat tidak terhambat.

Penanganan Sektor Pertanian Pascabencana

Terkait permintaan Kementerian Pertanian soal pemulihan sawah yang terdampak bencana senilai Rp300–400 miliar, Purbaya menyebut penganggaran kemungkinan tetap melalui BNPB. Hal ini sesuai prinsip “satu pintu” dalam penanganan bencana agar koordinasi lebih efektif.

Mekanisme pengalokasian melalui BNPB memastikan semua sektor terdampak mendapat perhatian tanpa tumpang tindih. Pemerintah menegaskan seluruh proses penganggaran transparan dan terintegrasi dengan sistem APBN 2026.

Fokus Rehabilitasi Skala Besar

Rp60 triliun yang telah disiapkan dirancang khusus untuk rehabilitasi besar-besaran. Purbaya menegaskan eksekusi akan dilakukan setelah cuaca membaik, sehingga proses rekonstruksi dapat berjalan maksimal.

Dengan kesiapan dana yang matang, pemerintah menegaskan pemulihan wilayah terdampak bencana tidak akan terkendala. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mitigasi risiko dan penanganan pascabencana.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bursa Asia Menguat Pagi Ini Dipicu Harapan Berakhirnya Konflik Iran Global

Bursa Asia Menguat Pagi Ini Dipicu Harapan Berakhirnya Konflik Iran Global

Saldo Minimum Bank Mandiri BRI BNI Terbaru April 2026 Lengkap Terbaru

Saldo Minimum Bank Mandiri BRI BNI Terbaru April 2026 Lengkap Terbaru

BRImo Kian Ramah Pengguna Permudah Transaksi Digital Masyarakat Indonesia Masa Kini

BRImo Kian Ramah Pengguna Permudah Transaksi Digital Masyarakat Indonesia Masa Kini

Strategi Jasindo Antisipasi Lonjakan Klaim Asuransi Tani Padi Akibat El Nino Ekstrem

Strategi Jasindo Antisipasi Lonjakan Klaim Asuransi Tani Padi Akibat El Nino Ekstrem

Allo Bank Antisipasi Risiko Kredit dengan Naikkan Impairment Awal Tahun 2026

Allo Bank Antisipasi Risiko Kredit dengan Naikkan Impairment Awal Tahun 2026