Rabu, 25 Maret 2026

Era Baru Otomotif: Mobil Listrik Resmi Salip Mobil Bensin di Pasar Eropa

Era Baru Otomotif: Mobil Listrik Resmi Salip Mobil Bensin di Pasar Eropa
Era Baru Otomotif: Mobil Listrik Resmi Salip Mobil Bensin di Pasar Eropa

JAKARTA - Sejarah baru tercipta di pengujung tahun 2025. Untuk pertama kalinya, penjualan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) berhasil mengungguli mobil berbahan bakar bensin di kawasan Uni Eropa.

Pencapaian ini menandai pergeseran struktural dalam mobilitas global menuju kendaraan ramah lingkungan.

Pencapaian Historis di Eropa (Desember 2025)

Baca Juga

Infrastruktur Jalan Jateng Prima Saat Lebaran 2026 Pemudik Beri Apresiasi Tinggi

Berdasarkan data terbaru dari European Automobile Manufacturers Association (ACEA), terjadi persaingan ketat di pasar Uni Eropa pada bulan Desember 2025:

Jenis KendaraanPangsa Pasar (Desember 2025)Tren Penjualan
Mobil Listrik Murni (BEV)22,6%Naik signifikan 51% (YoY)
Mobil Bensin Murni22,5%Turun 19% (YoY)

Analisis Tren Tahunan:

Meskipun BEV unggul di bulan Desember, secara akumulatif sepanjang tahun 2025, mobil bensin masih memimpin pasar. Namun, pertumbuhan BEV sangat pesat, yakni dari 13,6% di tahun 2024 menjadi 17,4% di tahun 2025.

Sementara itu, mobil Hybrid masih menjadi primadona transisi dengan menguasai lebih dari 30% pangsa pasar sepanjang tahun, menunjukkan bahwa konsumen masih mengandalkan teknologi mesin ganda sebelum beralih sepenuhnya ke listrik.

Pasar Mobil Listrik Indonesia: Meroket 141%

Tidak hanya di Eropa, Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif di sektor kendaraan listrik. Sepanjang tahun 2025, distribusi mobil listrik nasional mencetak rekor baru.

Volume Penjualan (Wholesales): 103.931 unit (naik dari 43.188 unit di 2024).

Persentase Kenaikan: 141%.

Pangsa Pasar Nasional: Mobil listrik kini menyumbang 12,93% dari total penjualan mobil nasional (803.687 unit).

Lonjakan ini dipicu oleh semakin kompetitifnya harga kendaraan listrik serta infrastruktur pengisian daya yang mulai merata di berbagai daerah.

Faktor Pendorong & Tantangan Kedepan

Peralihan besar-besaran ini didorong oleh beberapa faktor kunci, namun tetap dihadapkan pada dinamika kebijakan:

Regulasi Emisi: Aturan ketat di Uni Eropa memaksa produsen beralih ke nol emisi.

Biaya Baterai: Harga baterai yang semakin murah membuat harga jual mobil listrik kian kompetitif.

Dinamika Kebijakan: Muncul diskusi mengenai pelonggaran target emisi 2035 di Eropa, sementara di Indonesia terdapat wacana pengalihan insentif untuk pengembangan mobil nasional (Mobnas).

Regan

Regan

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak Moda Transportasi Padat Menuju Jabodetabek

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak Moda Transportasi Padat Menuju Jabodetabek

Arus Balik Lebaran 2026 Puncak Kedatangan Penumpang Kereta Api Jakarta Meningkat

Arus Balik Lebaran 2026 Puncak Kedatangan Penumpang Kereta Api Jakarta Meningkat

Diskon Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Solo Balapan Gambir Masih Berlaku

Diskon Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Solo Balapan Gambir Masih Berlaku

Mobil Listrik Terbaik Indonesia 2026 Harga Turun Persaingan Semakin Ketat

Mobil Listrik Terbaik Indonesia 2026 Harga Turun Persaingan Semakin Ketat

Mobil Listrik Xiaomi SU7 2026 Laris 15 Ribu Unit Dalam 34 Menit

Mobil Listrik Xiaomi SU7 2026 Laris 15 Ribu Unit Dalam 34 Menit