Senin, 30 Maret 2026

BRI Targetkan Kenaikan Signifikan Pembiayaan Rumah Subsidi dan Hunian Vertikal Tahun 2026

BRI Targetkan Kenaikan Signifikan Pembiayaan Rumah Subsidi dan Hunian Vertikal Tahun 2026
BRI Targetkan Kenaikan Signifikan Pembiayaan Rumah Subsidi dan Hunian Vertikal Tahun 2026

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menargetkan peningkatan pembiayaan rumah subsidi pada 2026. Target tersebut mencapai 60.000 unit, naik signifikan dibanding penyaluran 36.000 unit pada 2025.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan penyaluran tahun lalu meningkat 100 persen dari 2024 yang hanya menyalurkan 16.000 unit. Langkah ini menjadi salah satu wujud komitmen BRI dalam mendukung program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

BRI menargetkan rumah subsidi melalui skema FLPP tetap sebesar 350.000 unit pada 2026. Target tersebut sama dengan pencapaian pemerintah secara nasional pada tahun sebelumnya, menunjukkan konsistensi program perumahan terjangkau.

Baca Juga

Harga Saham Hari Ini 29 Maret 2026 Sentimen Global Domestik Penggerak IHSG

Dukungan BRI Lewat Permodalan Nasional Madani Mekaar

Selain KPR subsidi, BRI memberikan pembiayaan melalui Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar. Skema ini diperuntukkan bagi modal usaha masyarakat, terutama ibu-ibu yang tergabung dalam Mekaar.

Hery Gunardi menjelaskan lebih dari 4 juta masyarakat telah merasakan manfaat pembiayaan tersebut. Hal ini meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberdayakan ekonomi mikro di berbagai daerah.

Langkah BRI ini juga mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Menurut Ara, kenaikan jumlah rumah subsidi dari 16.000 pada 2024 menjadi 36.000 pada 2025 merupakan pencapaian terbesar.

Persiapan Skema Hunian Vertikal atau Rumah Susun Subsidi

Selain rumah tapak, pemerintah bersama BRI dan BP Tapera menyiapkan skema hunian vertikal atau rumah susun (rusun) subsidi. Tahun ini ditargetkan pembangunan 140.000 unit rusun untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Heru Pudyo Nugroho, Kepala BP Tapera, menjelaskan skema ini menggunakan subsidi selisih bunga dari pemerintah. Dengan skema serupa KUR, likuiditas perbankan dan subsidi bunga diharapkan membuat rusun lebih terjangkau bagi masyarakat.

Skema rusun ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan akses hunian bagi warga kota yang membutuhkan. Target 140.000 unit tahun ini setara total pencapaian lima tahun sebelumnya, menandakan percepatan program hunian vertikal.

Harapan dan Tantangan Program Subsidi Perumahan BRI

Hery Gunardi berharap penyaluran KPR subsidi tahun ini bisa mencapai target 60.000 unit. Langkah ini diharapkan mendukung program pemerintah dalam menyediakan perumahan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, program PNM Mekaar tetap menjadi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kombinasi pembiayaan rumah dan modal usaha diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inklusif.

BRI juga menyiapkan mekanisme pembiayaan yang terukur agar penyaluran dapat tepat sasaran. Peningkatan kapasitas penyaluran ini penting untuk memastikan target pemerintah dapat tercapai sesuai rencana.

Dengan strategi pembiayaan yang terintegrasi, BRI berkomitmen mendukung kesejahteraan masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa perbankan dapat berperan aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi nasional.

Langkah BRI bersama BP Tapera dan pemerintah juga diharapkan menstimulasi pembangunan infrastruktur perumahan yang lebih merata. Hal ini penting untuk mengurangi kesenjangan hunian antara kota besar dan daerah penyangga.

Program rumah subsidi dan rusun vertikal diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Selain meningkatkan kepemilikan rumah, program ini juga menumbuhkan ekonomi lokal melalui sektor konstruksi dan industri terkait.

BRI terus memantau penyaluran pembiayaan agar sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Evaluasi berkala menjadi kunci agar program FLPP dan rusun subsidi tetap efektif.

Dengan target ambisius ini, BRI menunjukkan keseriusannya mendukung pembangunan hunian rakyat. Perbankan dan pemerintah diharapkan terus bersinergi untuk mencapai program perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Investor Asing Jual Saham Bank Besar IHSG Melemah Pada Sesi Pertama Perdagangan

Investor Asing Jual Saham Bank Besar IHSG Melemah Pada Sesi Pertama Perdagangan

Rupiah Diproyeksi Melemah Pekan Depan Berpotensi Sentuh Level 17100 Per Dolar

Rupiah Diproyeksi Melemah Pekan Depan Berpotensi Sentuh Level 17100 Per Dolar

Yield SBN Tenor Sepuluh Tahun Naik Rupiah Bertahan Dari Tekanan Global

Yield SBN Tenor Sepuluh Tahun Naik Rupiah Bertahan Dari Tekanan Global

Harga Emas Antam Sepekan Turun Tipis Investor Pantau Pergerakan Terbaru Hari Ini

Harga Emas Antam Sepekan Turun Tipis Investor Pantau Pergerakan Terbaru Hari Ini

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil 29 Maret 2026 Di Level Rp2,8 Juta

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil 29 Maret 2026 Di Level Rp2,8 Juta