JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11%. Angka ini meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 5,03%.
Kenaikan tersebut menandakan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut pasca pandemi. Pertumbuhan yang stabil juga memberikan sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha domestik.
Kontribusi dan Pertumbuhan Ekonomi Pulau Jawa dan Sumatera
Baca JugaHarga Saham Hari Ini 29 Maret 2026 Sentimen Global Domestik Penggerak IHSG
Pulau Jawa tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Kontribusinya mencapai 56,93% dengan pertumbuhan sebesar 5,30%, menurut Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Kamis 5 Februari 2026.
Sementara itu, Pulau Sumatera menyumbang 22,22% dari PDB nasional dengan pertumbuhan ekonomi 4,81%. Angka ini menunjukkan peran signifikan Sumatera dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional.
Pulau Jawa sebagai pusat industri dan jasa tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi. Sedangkan Sumatera menguatkan basis ekonomi nasional melalui sektor pertanian dan sumber daya alam.
Kalimantan dan Sulawesi Catat Pertumbuhan Signifikan
Wilayah Kalimantan berkontribusi sebesar 8,12% terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan 4,79%. Peningkatan ini didukung oleh sektor pertambangan, energi, dan industri pengolahan.
Sulawesi menempati posisi tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi regional, yakni 6,23%. Kontribusinya terhadap PDB mencapai 7,22%, menjadikannya wilayah dengan pertumbuhan tercepat di antara pulau-pulau besar.
Pertumbuhan Sulawesi menunjukkan potensi ekonomi yang semakin menarik bagi investor lokal maupun asing. Hal ini juga mencerminkan diversifikasi ekonomi yang semakin merata di luar Jawa.
Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua Tumbuh Positif
Wilayah Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 2,82% terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan 4,87%. Sektor pariwisata menjadi pendorong utama pertumbuhan di kedua wilayah ini.
Sementara itu, Maluku dan Papua memberikan kontribusi 2,69% dengan pertumbuhan ekonomi 1,44%. Meskipun pertumbuhan lebih rendah, kedua wilayah tetap menunjukkan pergerakan ekonomi positif di tengah keterbatasan infrastruktur.
Bali dan Nusa Tenggara terus mengandalkan pariwisata dan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Sedangkan Maluku dan Papua memerlukan dukungan investasi dan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi.
Tren Pertumbuhan Ekonomi Regional di Indonesia
Secara keseluruhan, seluruh wilayah Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi positif pada 2025. Sulawesi mencatat pertumbuhan tertinggi, sedangkan Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah tetapi tetap positif.
Data ini menunjukkan upaya pemerataan ekonomi mulai terlihat di luar Jawa. Pertumbuhan yang beragam di tiap wilayah memberikan peluang dan tantangan bagi pemerintah dalam perencanaan pembangunan nasional.
Peningkatan kontribusi ekonomi regional juga membuka ruang bagi investasi baru dan pengembangan sektor unggulan di berbagai daerah. Pemantauan terus-menerus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Dengan tren pertumbuhan yang positif, Indonesia berada pada jalur yang stabil menuju target pembangunan jangka menengah. Data BPS memberikan gambaran penting bagi pengambilan kebijakan fiskal, moneter, dan pembangunan wilayah di tahun-tahun mendatang.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi Tempat Makan Nasi Lesah Magelang Paling Enak Wajib Dicoba
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Batagor Tanpa Ikan Gurih Kenyal Ekonomis Ala Abang Abang Nikmat
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Kakiage Gurih Renyah Ala Jepang Mirip Bakwan Sayur Praktis Rumahan
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Sayur Bening Oyong Soun Praktis Lezat Sehat Bergizi untuk Keluarga
- Minggu, 29 Maret 2026
Rekomendasi Tempat Makan Lesehan Bandung Paling Enak Nyaman Wajib Dicoba
- Minggu, 29 Maret 2026
Berita Lainnya
Investor Asing Jual Saham Bank Besar IHSG Melemah Pada Sesi Pertama Perdagangan
- Minggu, 29 Maret 2026
Rupiah Diproyeksi Melemah Pekan Depan Berpotensi Sentuh Level 17100 Per Dolar
- Minggu, 29 Maret 2026
Yield SBN Tenor Sepuluh Tahun Naik Rupiah Bertahan Dari Tekanan Global
- Minggu, 29 Maret 2026
Harga Emas Antam Sepekan Turun Tipis Investor Pantau Pergerakan Terbaru Hari Ini
- Minggu, 29 Maret 2026








.jpg)
.jpg)


