7 Kuliner Legendaris Magelang yang Wajib Dicoba Saat Wisata dan Berburu Oleh-Oleh
- Selasa, 10 Februari 2026
JAKARTA - Magelang dikenal sebagai kota persinggahan menuju Candi Borobudur, namun kuliner lokalnya tak kalah menarik. Kota Sejuta Bunga ini menyimpan ragam makanan khas yang sulit ditemukan di luar wilayahnya.
Letaknya di antara Sungai Progo dan kaki gunung di Jawa Tengah membuat kuliner Magelang kaya rasa. Setiap hidangan menonjolkan cita rasa lokal yang manis, gurih, pedas, dan hangat.
Mangut Beong, Ikon Kuliner Sungai Progo yang Langka
Baca JugaStack Dating Jadi Tren Kencan Gen Z Efisien Praktis Minim Drama
Mangut Beong adalah hidangan eksklusif yang menjadi kebanggaan warga Magelang. Ikan Beong hidup di Sungai Progo dan tidak mudah dibudidayakan, sehingga ketersediaannya terbatas.
Ikan diolah dengan cara dimangut dalam kuah santan pedas bercita rasa Jawa. Tekstur dagingnya lembut dan padat, rasa gurih dan pedas menyatu sempurna.
Sensasi Mangut Beong berbeda dengan mangut ikan laut biasa. Pengalaman mencicipinya meninggalkan kesan yang sulit dilupakan oleh wisatawan.
Sop Senerek, Warisan Budaya yang Teradaptasi dari Belanda
Sop Senerek menunjukkan bagaimana sejarah memengaruhi kuliner lokal Magelang. Sup ini merupakan adaptasi dari Bruine Bonen Soep, sup kacang merah khas Belanda.
Isinya sederhana: kacang merah, wortel, kentang, daun bawang, dan daging sapi atau jeroan. Kuahnya manis dan ringan, hangat serta mengenyangkan, cocok untuk sarapan atau makan siang.
Rasa Sop Senerek mencerminkan perpaduan budaya dan resep turun-temurun. Sup ini tetap populer di kalangan warga setempat karena kehangatan dan kesederhanaannya.
Nasi Lesah, Versi Santan dari Soto Magelang
Nasi Lesah tampak seperti soto pada pandangan pertama, namun cita rasanya unik. Kuah santan yang kental dan gurih menjadi pembeda utama kuliner ini.
Setiap mangkuk berisi nasi, tauge, bihun, tahu bacem, suwiran ayam, dan siraman kuah santan. Taburan daun bawang menambah aroma segar, menciptakan rasa gurih-manis yang lembut.
Hidangan ini cocok disantap pagi atau malam hari. Kombinasi rempah dan santan membuat Nasi Lesah memuaskan sekaligus menghangatkan tubuh.
Sego Godog, Favorit Kuliner Malam Warga Lokal
Sego Godog adalah nasi rebus khas Magelang yang dimasak saat dipesan. Prosesnya mirip mie godog, tetapi nasi menjadi bahan utama yang menggantikan mie.
Nasi dimasak dalam kuah kental bersama mie, sayuran, ayam, dan telur. Rasanya gurih dengan sentuhan pedas ringan, sempurna untuk malam hari yang dingin.
Menu ini populer di warung-warung malam Magelang. Warga lokal dan wisatawan sama-sama menyukainya karena rasa hangat dan mengenyangkan.
Kupat Tahu Magelang, Manis dan Ringan di Lidah
Kupat Tahu Magelang berbeda dari versi kota lain di Jawa Tengah. Bumbu kacangnya lebih cair dan dominan manis, memberi sensasi unik pada hidangan sederhana.
Seporsi terdiri dari ketupat, tahu goreng, tauge, irisan kol, dan bakwan. Disiram bumbu kacang hangat, kombinasi tekstur lembut dan renyah membuat kuliner ini digemari semua kalangan.
Rasa manisnya tidak berlebihan sehingga tetap cocok sebagai menu makan ringan. Hidangan ini mudah ditemukan di warung lokal dan pasar tradisional.
Getuk Trio, Oleh-Oleh Legendaris Magelang
Getuk Trio menjadi ikon oleh-oleh legendaris dari Magelang. Olahan singkong ini memiliki tiga warna, biasanya putih, cokelat, dan merah muda yang tersusun rapi.
Teksturnya lembut, rasanya manis ringan, dan aromanya khas singkong kukus. Getuk Trio selalu dibawa pulang wisatawan sebagai penutup perjalanan yang manis.
Makanan ini menjadi simbol kuliner lintas generasi. Setiap gigitan menghadirkan rasa nostalgia bagi warga lokal dan pengunjung.
Wedang Kacang, Minuman Hangat Penutup Malam
Wedang Kacang adalah minuman sederhana yang kaya rasa dan hangat di badan. Kacang tanah direbus hingga empuk, lalu disajikan dengan kuah santan dan gula jawa.
Minuman ini paling nikmat disantap malam hari di alun-alun atau pusat kuliner Magelang. Rasa manis dan gurihnya cocok untuk menghangatkan tubuh setelah seharian beraktivitas.
Kuliner Pendukung yang Tak Kalah Menarik
Selain tujuh hidangan utama, Magelang memiliki jajanan khas lain seperti Sate Pisang, Slondok, dan Es Pleret. Kehadiran makanan pendamping ini menambah kekayaan pengalaman gastronomi kota.
Setiap hidangan mencerminkan sejarah, lingkungan, dan kebiasaan masyarakat setempat. Kuliner menjadi cara unik untuk memahami budaya dan kehidupan lokal Magelang.
Menjelajah Magelang lewat rasa sama menariknya dengan menikmati panoramanya. Setiap gigitan membawa cerita tentang sungai, ladang, dan dapur tradisional yang tetap lestari.
Wisata kuliner di Magelang memberikan pengalaman otentik yang sulit ditemukan di kota besar. Dari Mangut Beong hingga Wedang Kacang, setiap sajian menyimpan cita rasa lokal yang khas dan berkesan.
Bagi pengunjung, menikmati kuliner Magelang berarti menyelami kekayaan budaya dan rasa. Kota kecil ini membuktikan bahwa pengalaman makan bisa sama menariknya dengan wisata alam atau sejarah.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
IHSG Melemah Sepekan Investor Waspadai Proyeksi Pergerakan Pasar Awal Pekan Mendatang
- Minggu, 29 Maret 2026
Investor Asing Jual Saham Bank Besar IHSG Melemah Pada Sesi Pertama Perdagangan
- Minggu, 29 Maret 2026
Rupiah Diproyeksi Melemah Pekan Depan Berpotensi Sentuh Level 17100 Per Dolar
- Minggu, 29 Maret 2026
Yield SBN Tenor Sepuluh Tahun Naik Rupiah Bertahan Dari Tekanan Global
- Minggu, 29 Maret 2026
Pelni Angkut 153 Ribu Penumpang Arus Balik Lebaran Hingga H Plus Tujuh
- Minggu, 29 Maret 2026
Berita Lainnya
Resep Sambal Matah Tanpa Minyak Kelapa Lebih Sehat Segar Pedas Praktis Rumahan
- Sabtu, 28 Maret 2026
Resep Bakwan Daun Bawang Renyah Tahan Lama Gurih Praktis Mudah Dibuat
- Sabtu, 28 Maret 2026
Cara Membuat Pentol Kriwil Tanpa Daging Sapi Lezat Kenyal Hemat Praktis
- Sabtu, 28 Maret 2026
Tempat Makan Dekat Solo Safari Paling Enak Nyaman Lengkap Harga Terjangkau
- Sabtu, 28 Maret 2026
Cara Membuat Sambal Terasi Mentah Awet Seharian Lezat Praktis Tahan Lama
- Sabtu, 28 Maret 2026




.jpg)
.jpg)






