Bursa Asia Menguat Serentak: Nikkei Cetak Rekor Tertinggi Baru di Tengah Melemahnya Dolar AS
- Selasa, 10 Februari 2026
JAKARTA - Pasar saham di kawasan Asia Pasifik mencatatkan performa gemilang pada perdagangan Selasa (10 Feberuari).
Optimisme pasar terpantik oleh kombinasi sentimen positif dari data ekonomi regional yang solid serta pelemahan indeks Dolar AS yang memberikan ruang napas bagi mata uang lokal. Sorotan utama tertuju pada bursa saham Jepang, di mana indeks Nikkei 225 melesat tajam hingga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (All-Time High). Kenaikan ini didorong oleh laporan kinerja emiten raksasa teknologi dan otomotif yang melampaui ekspektasi, serta optimisme investor terhadap kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) yang dinilai masih cukup akomodatif untuk mendukung pertumbuhan.
Kenaikan serentak di bursa Asia ini juga mencerminkan meredanya kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi global, memicu aliran modal kembali masuk ke aset-aset berisiko (risk-on) di wilayah timur.
Baca JugaHarga Saham Hari Ini 29 Maret 2026 Sentimen Global Domestik Penggerak IHSG
Faktor Utama Pendorong Reli Pasar Asia Hari Ini
Penguatan yang terjadi di berbagai indeks utama Asia dipicu oleh beberapa variabel makro dan mikro yang saling berkaitan:
Pelemahan Dolar AS: Indeks Dolar (DXY) mengalami koreksi teknis yang menguntungkan emiten berbasis ekspor di Asia. Pelemahan ini juga membantu menstabilkan nilai tukar Yen, Yuan, dan Rupiah, sehingga mengurangi kekhawatiran akan pelarian modal (capital outflow).
Rekor Baru Nikkei 225: Keberhasilan Nikkei menembus level psikologis baru merupakan simbol kepercayaan investor global terhadap pemulihan korporasi Jepang. Sektor semikonduktor dan elektronik menjadi motor utama kenaikan indeks tersebut.
Sentimen Positif Bursa China: Langkah-langkah stimulus terbaru dari pemerintah China untuk menyuntikkan likuiditas ke pasar properti dan pasar modal mulai memberikan dampak nyata, yang tercermin pada penguatan indeks Hang Seng dan Shanghai Composite.
Performa Indeks Utama Asia (Selasa, 10 Februari 2026)
Secara umum, mayoritas bursa utama di kawasan Asia-Pasifik bergerak di zona hijau dengan rincian sebagai berikut:
| Indeks Bursa | Wilayah | Perubahan (%) | Catatan Analisis |
|---|---|---|---|
| Nikkei 225 | Jepang | +2,1% | Mencetak rekor tertinggi baru; sektor teknologi memimpin. |
| Hang Seng | Hong Kong | +1,2% | Terdorong sentimen pemulihan sektor properti China. |
| KOSPI | Korea Selatan | +0,8% | Saham produsen chip naik mengikuti tren global. |
| IHSG | Indonesia | +0,6% | Aliran modal asing masuk ke saham perbankan big caps. |
| ASX 200 | Australia | +0,4% | Penguatan pada sektor pertambangan dan energi. |
Dampak Geopolitik dan Proyeksi Pasar Jangka Pendek
Meskipun bursa Asia tengah dalam tren menguat, para analis memperingatkan investor untuk tetap memantau rilis data inflasi dari Amerika Serikat yang dijadwalkan akhir pekan ini. Data tersebut akan menjadi kunci apakah The Fed akan tetap pada rencana penyesuaian suku bunganya atau mengambil langkah yang lebih ketat.
Di sisi lain, stabilitas harga komoditas energi dunia juga memberikan sentimen positif bagi negara-negara importir energi di Asia. Penurunan harga minyak mentah secara tipis membantu menekan beban biaya operasional industri di kawasan ini, yang pada gilirannya memperkuat proyeksi laba emiten di kuartal mendatang.
Regan
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi Tempat Makan Nasi Lesah Magelang Paling Enak Wajib Dicoba
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Batagor Tanpa Ikan Gurih Kenyal Ekonomis Ala Abang Abang Nikmat
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Kakiage Gurih Renyah Ala Jepang Mirip Bakwan Sayur Praktis Rumahan
- Minggu, 29 Maret 2026
Resep Sayur Bening Oyong Soun Praktis Lezat Sehat Bergizi untuk Keluarga
- Minggu, 29 Maret 2026
Rekomendasi Tempat Makan Lesehan Bandung Paling Enak Nyaman Wajib Dicoba
- Minggu, 29 Maret 2026
Berita Lainnya
Investor Asing Jual Saham Bank Besar IHSG Melemah Pada Sesi Pertama Perdagangan
- Minggu, 29 Maret 2026
Rupiah Diproyeksi Melemah Pekan Depan Berpotensi Sentuh Level 17100 Per Dolar
- Minggu, 29 Maret 2026
Yield SBN Tenor Sepuluh Tahun Naik Rupiah Bertahan Dari Tekanan Global
- Minggu, 29 Maret 2026
Harga Emas Antam Sepekan Turun Tipis Investor Pantau Pergerakan Terbaru Hari Ini
- Minggu, 29 Maret 2026








.jpg)
.jpg)


