OJK Catat Pertumbuhan Sektor Jasa Keuangan Tembus 7,92 Persen Kuartal IV 2025
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor jasa keuangan menunjukkan kinerja impresif pada kuartal IV 2025. Pertumbuhan tahunan tercatat 7,92 persen, menjadi laju tertinggi sejak Juni 2021.
Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa kinerja ini meningkatkan kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional. Rasio aset dan produk keuangan kini mencapai 184 persen terhadap PDB.
Subsektor Penggerak Pertumbuhan
Baca JugaPerkuat Pasar Keuangan Syariah, Bank Mandiri Raih Empat Penghargaan Dealer Utama SBSN Terbaik 2025
Pertumbuhan signifikan sektor jasa keuangan didorong oleh subsektor asuransi, dana pensiun, dan penunjang keuangan lainnya. Ketiga subsektor ini berhasil mencatatkan pertumbuhan positif setelah mengalami kontraksi selama dua tahun sebelumnya.
Rinciannya, kapitalisasi pasar dan surat utang beredar senilai Rp 24.773 triliun atau setara 104 persen PDB. Aset perbankan menyumbang Rp 13.889 triliun atau 58,3 persen, diikuti aset sektor perasuransian, penjaminan, dana pensiun, lembaga pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan jasa keuangan lainnya sebesar Rp 4.056 triliun atau 17 persen.
Stabilitas dan Strategi OJK ke Depan
OJK menekankan tiga fokus utama untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan. Fokus tersebut adalah memperkuat ketahanan industri, mengembangkan ekosistem keuangan agar lebih berkontribusi, serta memperdalam pasar keuangan secara berkelanjutan termasuk pembiayaan hijau.
Kiki menekankan bahwa kinerja sektor yang solid menjadi modal penting menghadapi potensi tekanan global pada tahun 2026. Sektor keuangan diproyeksikan tetap tumbuh solid dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian.
Proyeksi dan Perspektif Industri Perbankan
OJK memperkirakan kredit perbankan tumbuh 10–12 persen pada 2026, dengan dukungan dana pihak ketiga tumbuh 7–9 persen. Aset program asuransi diproyeksikan naik 5–7 persen, aset dana pensiun 10–12 persen, dan aset program penjaminan 14–16 persen.
Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan diperkirakan meningkat 6–8 persen, sementara penghimpunan dana di pasar modal ditargetkan mencapai Rp 250 triliun. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Hery Gunardi, menambahkan sektor jasa keuangan memegang peran strategis menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung sektor produktif.
Kondisi Likuiditas dan Permodalan yang Sehat
Hery Gunardi menilai perbankan saat ini dalam posisi kuat untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan. Dana pihak ketiga tumbuh ke level dua digit yakni 11,4 persen yoy, sementara rasio loan to deposit ratio (LDR) tetap terjaga di kisaran 84 persen.
Rasio kecukupan modal (CAR) industri perbankan mencapai 26 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Tingginya buffer modal ini meningkatkan ketahanan terhadap risiko kualitas aset dan memberi ruang bagi pertumbuhan kredit yang prudent dan berkelanjutan.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Buyback Turun Investor Cermati Pergerakan Pasar
- Kamis, 26 Maret 2026
Harga Emas Antam Pegadaian Naik Tipis Kamis 26 Maret 2026 Investor Menyimak
- Kamis, 26 Maret 2026
Harga Perak Lotus Archi Stabil Kamis 26 Maret 2026 Investor Cermati Spread
- Kamis, 26 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Emas Antam Pegadaian Naik Tipis Kamis 26 Maret 2026 Investor Menyimak
- Kamis, 26 Maret 2026
Harga Perak Lotus Archi Stabil Kamis 26 Maret 2026 Investor Cermati Spread
- Kamis, 26 Maret 2026
Rekomendasi Saham Dan Pergerakan IHSG Kamis 26 Maret 2026 Berpotensi Menguat Hari
- Kamis, 26 Maret 2026









