BSI Jadi Bank Syariah Terbesar ke-6, Merger Dorong Pertumbuhan Pangsa Pasar
- Kamis, 26 Februari 2026
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menekankan pemerintah harus mendukung pertumbuhan industri keuangan syariah. Ia menilai modal dan ukuran bank menjadi faktor utama agar ekspansi bisa berjalan cepat.
Contohnya terlihat pada Bank Syariah Indonesia (BSI) yang lahir dari merger BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan BRI Syariah. Kini BSI menjadi bank dengan aset terbesar ke-6 di Indonesia, padahal sebelumnya tidak ada yang masuk 20 besar.
Dampak Merger Terhadap Pertumbuhan Pangsa Pasar Syariah
Baca JugaSaham Diborong Asing Sebelum Libur Lebaran Ini Sepuluh Pilihan Menarik Investor
Dengan hadirnya BSI, pangsa pasar bank syariah di Indonesia meningkat dari 6% menjadi 9%. Anggito menilai merger mempercepat pertumbuhan sektor syariah yang sebelumnya stagnan.
Selain BSI, industri juga kedatangan pemain baru yaitu Bank Syariah Nasional (BSN). BSN lahir dari merger Bank Victoria Syariah dan unit usaha syariah (UUS) BTN dengan aset sekitar Rp70 triliun, yang diprediksi tumbuh cepat.
Dorongan untuk Merger BPD Syariah
Anggito meminta pemerintah mendorong merger unit usaha syariah milik bank pembangunan daerah (BPD). Ia menilai jika BPD syariah digabung, aset gabungan bisa lebih dari Rp100 triliun, menciptakan kekuatan finansial yang lebih signifikan.
Ukuran bank menjadi penentu keberhasilan di industri perbankan. Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menegaskan memupuk kapital adalah hal utama untuk pertumbuhan dan ekspansi bank syariah.
Tabel Pertumbuhan Bank Syariah Pasca Merger
| Bank Syariah | Aset (Rp Triliun) | Pangsa Pasar (%) | Tahun Merger |
|---|---|---|---|
| BSI (BNI, Mandiri, BRI) | Terbesar ke-6 | 9 | 2026 |
| BSN (Victoria Syariah + UUS BTN) | 70 | - | 2026 |
Tabel ini menunjukkan bagaimana merger meningkatkan kapasitas aset dan memperluas pangsa pasar syariah. Hal ini menegaskan peran merger sebagai strategi penguatan industri keuangan syariah.
Tantangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Meski pertumbuhan aset dan pangsa pasar meningkat, literasi dan inklusi keuangan syariah masih menjadi tantangan. Angka literasi meningkat menjadi 43%, namun inklusi hanya naik dari 12% menjadi 13,7% dalam tiga tahun terakhir.
BSI menjadi game changer di industri syariah dengan kapasitas aset besar. Namun, tantangan berikutnya adalah meningkatkan literasi dan inklusi agar lebih banyak masyarakat memanfaatkan produk syariah.
Prospek Masa Depan Industri Keuangan Syariah
Jika pemerintah mendukung merger BPD syariah, potensi pertumbuhan aset gabungan bisa signifikan. Hal ini akan menambah daya saing sektor syariah di tingkat nasional.
Peran BSI dan BSN menjadi contoh bahwa bank syariah bisa berkembang pesat dengan modal besar dan strategi konsolidasi. Ke depan, literasi dan inklusi harus ditingkatkan agar sektor ini menjadi pilar ekonomi nasional yang lebih kuat.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jadwal KA Prameks Jogja Purworejo Hari Ini Lengkap Jam Berangkat Dan Rute
- Rabu, 25 Maret 2026
PLN Jaga Pasokan Listrik Nasional Stabil Saat Salat Idulfitri 1447 Hijriah
- Rabu, 25 Maret 2026
Berita Lainnya
IHSG Menguat Usai Libur Panjang Nyepi Dan Idulfitri Dibuka Positif Pagi Ini
- Rabu, 25 Maret 2026
Kurs Dolar Bank Besar Tembus Rp17000 Rupiah Masih Tertekan Di Pasar Domestik
- Rabu, 25 Maret 2026












