Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Tegaskan Impor Pakan Jagung Turun Nol Persen 2026
- Jumat, 13 Maret 2026
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa impor pakan kini turun hingga nol persen. Hal ini seiring dengan meningkatnya produksi jagung nasional yang mampu memenuhi kebutuhan pakan bagi peternak rakyat.
Amran menyebut produksi jagung pada 2026 diproyeksikan mencapai 18 juta ton pipilan kering. Peningkatan hasil panen pada kuartal awal 2026 tercatat sebesar 4,18 persen, menunjukkan tren positif dalam produksi domestik.
Stok Jagung Surplus Mendukung Swasembada Pakan
Baca JugaPT Sinar Terang Mandiri Tbk Catat Pertumbuhan Pendapatan dan Aset Sepanjang Tahun 2025
Surplus produksi jagung dan stok carry over mencapai 4,5 juta ton dari 2025. Hal ini menjadi alasan pemerintah menghentikan impor jagung pada 2026, memastikan kebutuhan pakan terpenuhi dari produksi dalam negeri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton. Angka ini meningkat 1,02 juta ton atau 6,74 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 15,14 juta ton.
Potensi Panen Jagung Awal 2026 Masih Positif
Pada periode Januari-Maret 2026, potensi luas panen jagung diperkirakan mencapai 0,86 juta hektare. Dengan luas lahan tersebut, potensi produksi diproyeksikan sekitar 4,94 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen.
Amran menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri dari tingkat pusat hingga daerah atas dukungan program peningkatan produksi jagung. Kolaborasi ini dianggap berkontribusi besar terhadap kenaikan produksi hingga satu juta ton.
Penurunan Impor Jagung untuk Industri Pangan
Selain pakan, impor jagung untuk kebutuhan industri pangan juga menunjukkan penurunan signifikan. Dari sebelumnya sekitar 1,4 juta ton, kini impor turun menjadi sekitar 800 ribu ton, menandakan kemandirian produksi domestik semakin kuat.
Mentan menegaskan pencapaian ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang solid. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan petani di lapangan menjadi kunci utama dalam memastikan kebutuhan jagung nasional terpenuhi.
Kolaborasi Pemerintah dan Aparat Keamanan Mendukung Produksi
“Jangan hanya melihat target luas tanam yang belum sepenuhnya tercapai,” ujar Amran. Ia menekankan fakta bahwa impor pakan sudah nol persen berkat kerja sama, sinergi, dan kolaborasi dengan kepolisian di berbagai daerah.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia mampu mandiri dalam penyediaan pakan ternak. Dukungan dari berbagai pihak terus menjadi faktor penentu dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan kemandirian industri peternakan.
Swasembada jagung pakan pada 2026 menandai capaian penting bagi ketahanan pangan Indonesia. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, aparat, dan petani telah memastikan kebutuhan pakan dan industri pangan terpenuhi tanpa bergantung pada impor.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
7 Menu Lebaran Tanpa Santan yang Tetap Gurih Nikmat dan Cocok Untuk Keluarga
- Selasa, 17 Maret 2026
11 Ide Lauk Kering Praktis untuk Bekal Perjalanan Mudik Jauh Agar Tetap Nikmat
- Selasa, 17 Maret 2026
8 Inovasi Nastar Kekinian Unik dan Lezat yang Wajib Dicoba Saat Hari Raya
- Selasa, 17 Maret 2026
Tips Menikmati Gohu Ikan Segar Khas Ternate di Meja Berbuka Puasa Praktis
- Selasa, 17 Maret 2026
Berita Lainnya
Deretan Rumah Subsidi di Kabupaten Buleleng Bali yang Bisa Dibeli Hanya Rp 185 Juta
- Senin, 16 Maret 2026
Update Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru Seluruh Indonesia Per 16 Maret 2026
- Senin, 16 Maret 2026













