Jayamas Medica (OMED) Targetkan Pendapatan Rp2,3 Triliun di 2026 Lewat Ekspansi Domestik dan Ekspor
- Senin, 30 Maret 2026
JAKARTA - PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) menargetkan pertumbuhan pendapatan antara 10% hingga 15% pada 2026. Target ini ditetapkan seiring rencana ekspansi pasar domestik dan peningkatan penetrasi ekspor.
Perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp2,3 triliun pada tahun 2026. Selain itu, penjualan ekspor ditargetkan mencapai US$1,0 juta hingga US$1,5 juta.
Louis Krisnadi Hartanto, Direktur Marketing & Sales OMED, menyampaikan bahwa manajemen tetap optimistis terhadap prospek industri alat kesehatan nasional. Meski demikian, tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi tetap menjadi perhatian.
Baca JugaJadwal Bus DAMRI Jogja YIA Senin 30 Maret 2026 Tarif Dan Rute
Target pertumbuhan pendapatan ini akan didukung oleh penguatan distribusi domestik. Perseroan juga akan fokus pada pengembangan produk dengan margin lebih tinggi serta peningkatan efisiensi operasional berkelanjutan.
Kinerja Keuangan OMED Sepanjang Tahun 2025
Pada 2025, OMED mencatat penjualan bersih sebesar Rp2,06 triliun. Angka ini meningkat 9,4% secara tahunan dibandingkan Rp1,89 triliun pada tahun 2024.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto meningkat 15% menjadi Rp717,5 miliar. Margin laba bruto membaik menjadi 34,8% dari sebelumnya 33,1%, mencerminkan efisiensi biaya produksi dan bauran produk yang lebih menguntungkan.
Laba usaha OMED juga tumbuh 12,2% YoY menjadi Rp390,9 miliar. Margin usaha tercatat 18,9%, menunjukkan pengelolaan biaya yang stabil meski bisnis terus berkembang.
Laba tahun berjalan meningkat 13,9% menjadi Rp368,9 miliar. Laba per saham (EPS) juga naik menjadi Rp13,57 dari Rp11,89 pada tahun sebelumnya.
Kontributor Pertumbuhan Segmen Usaha
Produk medis sekali pakai dan habis pakai tetap menjadi kontributor terbesar. Segmen ini menyumbang sekitar 48,8% dari total pendapatan dengan pertumbuhan 9,4% YoY.
Segmen perawatan luka mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 16,2% YoY. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan dan peluncuran produk baru Isoplast.
Segmen antiseptik dan dialisis juga tumbuh 9,6% YoY. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume penjualan serta produk baru yang diluncurkan ke pasar.
Segmen bioteknologi dan laboratorium membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 30,1% YoY. Hal ini menunjukkan keberhasilan OMED dalam mengembangkan lini produk yang inovatif.
Sementara itu, segmen diagnostik dan peralatan medis mengalami penyesuaian sebesar 6,9% YoY. Perubahan ini mengikuti dinamika permintaan pasar yang lebih fluktuatif.
Strategi Perusahaan untuk Mendukung Pertumbuhan
Kinerja ini mencerminkan stabilitas model bisnis OMED. Portofolio produk yang terdiversifikasi dan jaringan distribusi yang luas menjadi faktor kunci.
Perseroan berfokus pada penguatan distribusi domestik dan ekspansi pasar ekspor. Strategi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pendapatan yang konsisten hingga 2026.
Selain itu, peningkatan efisiensi operasional menjadi prioritas. Langkah ini bertujuan menjaga margin laba tetap sehat meski persaingan di industri alat kesehatan meningkat.
OMED juga memanfaatkan peluncuran produk baru untuk menggaet segmen pasar dengan margin lebih tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menambah kontribusi pendapatan secara signifikan.
Prospek Industri dan Tantangan Global
Meski prospek industri alat kesehatan cukup positif, risiko global tetap ada. Faktor ketidakpastian geopolitik dan tekanan harga energi menjadi perhatian bagi manajemen OMED.
Namun, manajemen mempertahankan pandangan konstruktif. Optimisme ini didukung oleh strategi ekspansi yang terencana dan pengelolaan biaya yang efektif.
Dengan kombinasi strategi diversifikasi produk, distribusi yang luas, dan ekspansi pasar ekspor, OMED menargetkan pertumbuhan pendapatan yang stabil. Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk mewujudkan target Rp2,3 triliun.
Perseroan yakin bahwa kombinasi inovasi produk, efisiensi operasional, dan penetrasi pasar yang lebih luas akan memperkuat kinerja keuangan. Strategi ini sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi
- Senin, 30 Maret 2026
Bank Indonesia Perkuat Instrumen SVBI Dan SUVBI Demi Stabilitas Rupiah Global
- Senin, 30 Maret 2026
Kurs Dolar Dekati Rp17000 Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Global Dan Domestik
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi
- Senin, 30 Maret 2026










