Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran
- Selasa, 31 Maret 2026
JAKARTA - Harga BBM non subsidi yang dijual Pertamina, Shell, Vivo, dan BP diprediksi naik mulai 1 April 2026. Lonjakan harga ini dipicu oleh melonjaknya harga minyak dunia yang kini menembus USD 116 per barel.
Kenaikan harga minyak dunia terjadi akibat memanasnya konflik antara AS dan Iran. Bahkan Iran disebut siap menghadapi serangan invasi darat yang mungkin dilakukan AS.
Prediksi Kenaikan Persentase dan Dampaknya
Baca JugaHarga Minyak Dunia Terus Naik Terdorong Krisis Timur Tengah dan WTI Menguat Tajam
Pengamat memperkirakan harga BBM non subsidi bisa naik sekira 10–15 persen. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menyebut harga Pertalite berpotensi naik menjadi Rp 11.500 per liter.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Hal ini berlaku meski harga minyak dunia melampaui USD 100 per barel untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kondisi Harga BBM Saat Ini
Kenaikan harga BBM non subsidi sebenarnya sudah terjadi sejak 1 Maret 2026. Saat ini, harga BBM non subsidi di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP masih relatif stabil meski harga minyak dunia terus naik.
Tidak menutup kemungkinan, harga BBM non subsidi akan kembali mengalami kenaikan pada 1 April 2026. Hal ini terjadi karena harga minyak dunia yang tetap tinggi akibat konflik Timur Tengah.
Daftar Harga BBM Terbaru
Berikut harga BBM terbaru yang berlaku di Pertamina menjelang 1 April 2026:
- Pertalite: Rp 10.000 per liter
- Biosolar (subsidi): Rp 6.800 per liter
- Pertamax: Rp 12.300 per liter
- Pertamax Green: Rp 12.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter
- Dexlite: Rp 14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter
Harga BBM Shell saat ini adalah:
- Shell Super: Rp 12.390 per liter
- V-Power Diesel: Rp 14.620 per liter
Sementara harga BBM BP terbaru:
- BP 92: Rp 12.390 per liter
- BP Ultimate: Rp 12.930 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp 14.620 per liter
Harga BBM Vivo saat ini sebagai berikut:
- Revvo 92: Rp 12.390 per liter
- Revvo 95: Rp 12.930 per liter
- Diesel Primus Plus: Rp 14.610 per liter
Perkiraan Dampak bagi Masyarakat
Kenaikan harga BBM non subsidi akan memengaruhi biaya transportasi dan logistik. Masyarakat diimbau mempersiapkan anggaran tambahan jika harga resmi diumumkan naik pada April 2026.
Sementara pengguna BBM subsidi tidak perlu khawatir karena pemerintah menahan harga agar tetap stabil. Kebijakan ini diambil untuk melindungi daya beli warga dan mencegah lonjakan inflasi.
Tips Menghadapi Potensi Kenaikan BBM
Pengguna kendaraan disarankan memantau harga BBM melalui kanal resmi masing-masing perusahaan. Selain itu, langkah hemat energi seperti penggunaan transportasi umum dan pengaturan penggunaan kendaraan pribadi bisa membantu menekan pengeluaran.
Dengan begitu, masyarakat dapat tetap mengelola pengeluaran secara efisien meski harga BBM non subsidi kemungkinan naik. Kenaikan ini hanya berlaku untuk jenis non subsidi, sementara BBM subsidi tetap dijamin stabil hingga waktu yang ditentukan.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pertamina Klarifikasi Isu Kenaikan BBM Nonsubsidi Ditengah Dinamika Pasar Energi Global
- Selasa, 31 Maret 2026









