Jumat, 03 April 2026

Menteri Maruarar Apresiasi Jawa Tengah, Penyaluran Kredit Perumahan dan FLPP Tembus 40 Ribu Unit

Menteri Maruarar Apresiasi Jawa Tengah, Penyaluran Kredit Perumahan dan FLPP Tembus 40 Ribu Unit
Menteri Maruarar Apresiasi Jawa Tengah, Penyaluran Kredit Perumahan dan FLPP Tembus 40 Ribu Unit

JAKARTA - Provinsi Jawa Tengah mencatat prestasi gemilang dengan realisasi kredit program perumahan triwulan pertama 2026 menempati posisi pertama nasional. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut di Semarang, Jumat.

Maruarar menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi contoh bagi daerah lain. Program kredit perumahan ini merupakan bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Realisasi Kredit Perumahan di Jawa Tengah

Baca Juga

Perjalanan Lancar Saat Libur Jumat Agung 2026, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek dan Rute Lengkap

Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, realisasi kredit usaha rakyat (KUR) di sektor perumahan Jawa Tengah mencapai sekitar Rp2,3 triliun. Penyaluran tertinggi berada di Kabupaten Brebes sebesar Rp131,5 miliar, Banyumas Rp117,4 miliar, dan Sragen Rp115,6 miliar.

Pencapaian ini menegaskan kapasitas Jawa Tengah dalam memaksimalkan program perumahan pemerintah. Realisasi kredit tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan sektor konstruksi dan industri terkait.

Selain kredit perumahan, Provinsi Jawa Tengah juga mencatat capaian program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2025 sebanyak 24.470 unit. Menteri Maruarar mendorong kuota FLPP tahun 2026 naik menjadi 40 ribu unit untuk memperluas akses rumah bersubsidi.

Program Perumahan dan Permukiman 2026

Berbagai rencana akselerasi program perumahan dan permukiman akan dijalankan pada 2026. Program tersebut mencakup Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), rumah susun, penataan kawasan kumuh, hingga pemberdayaan UMKM genteng.

Maruarar menjelaskan, sentra genteng di Kebumen dan Jepara akan dimanfaatkan agar UMKM berkembang. Hal ini sekaligus mendukung industri lokal dan menciptakan sinergi antara pembangunan perumahan dan pemberdayaan ekonomi.

Penanganan Backlog Perumahan Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut backlog perumahan tahun 2025 mencapai 274.514 unit. Sisa backlog saat ini sekitar 1.058.454 unit yang perlu menjadi fokus program perumahan tahun ini.

Pemerintah provinsi mengusulkan BSPS 2026 untuk menangani kawasan permukiman kumuh di Batang, Banyumas, Jepara, dan Kota Semarang. Program ini diharapkan memperbaiki kualitas hunian sekaligus lingkungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Keberhasilan Jawa Tengah dalam penyaluran kredit perumahan menjadi bukti kolaborasi efektif antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini menunjukkan strategi pembangunan perumahan yang menyasar kebutuhan rakyat sekaligus mendukung ekonomi lokal.

Selain itu, penyaluran kredit perumahan mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat daya beli masyarakat. Dengan kuota FLPP meningkat, lebih banyak masyarakat dapat mengakses rumah subsidi dengan harga terjangkau.

Program BSPS dan rumah susun di kawasan kumuh juga membantu meningkatkan kualitas permukiman. Penataan lingkungan ini tidak hanya meningkatkan estetika, tetapi juga kesehatan dan keselamatan warga.

Penguatan UMKM genteng menjadi bagian strategi pemerintah untuk mendukung ekonomi lokal. Produk genteng dari Jateng diharapkan memenuhi kebutuhan pembangunan rumah, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis mikro dan kecil.

Sinergi antara program perumahan, subsidi rumah, dan pemberdayaan UMKM menjadi model pembangunan yang berkelanjutan. Kombinasi ini menciptakan efek ganda bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pencapaian ini, Jawa Tengah menjadi inspirasi bagi provinsi lain dalam mengoptimalkan program perumahan nasional. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan masyarakat menjadi kunci sukses realisasi kredit perumahan.

Ke depan, fokus akan tetap pada pengurangan backlog perumahan dan peningkatan akses masyarakat terhadap hunian terjangkau. Strategi ini diharapkan menurunkan ketimpangan perumahan serta memperkuat kualitas hidup masyarakat.

Pemanfaatan teknologi, regulasi, dan inovasi finansial menjadi instrumen penting dalam mempercepat pembangunan perumahan. Hal ini memastikan program perumahan tetap tepat sasaran dan berdampak nyata bagi rakyat.

Keberhasilan Jawa Tengah menjadi bukti bahwa perumahan bukan hanya soal hunian, tetapi juga penggerak ekonomi lokal. Peningkatan kredit perumahan dan FLPP tahun ini diharapkan memperkuat sektor konstruksi dan UMKM, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Terapkan WFH Satu Hari Per Pekan 2026, Efisiensi Energi dan Produktivitas Meningkat

Pemerintah Terapkan WFH Satu Hari Per Pekan 2026, Efisiensi Energi dan Produktivitas Meningkat

Strategi Sumatera Barat Lindungi UMKM Lokal dari Masuknya Ritel Nasional di 2026

Strategi Sumatera Barat Lindungi UMKM Lokal dari Masuknya Ritel Nasional di 2026

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru 3 April 2026 di Seluruh Indonesia Resmi Tidak Naik

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru 3 April 2026 di Seluruh Indonesia Resmi Tidak Naik

Tarif Listrik PLN April Juni 2026 Dipastikan Tetap, Ini Daftar Lengkap Biaya per kWh dan Cara Hitung Token

Tarif Listrik PLN April Juni 2026 Dipastikan Tetap, Ini Daftar Lengkap Biaya per kWh dan Cara Hitung Token

5 Rumah Subsidi Rp150 Jutaan di Karangmalang Sragen, Lokasi Strategis Cocok Hunian Pertama

5 Rumah Subsidi Rp150 Jutaan di Karangmalang Sragen, Lokasi Strategis Cocok Hunian Pertama