Sabtu, 28 Maret 2026

Saham BCA, BRI, dan Mandiri Tertekan: Investor Asing Lepas Saham Bank Jumbo

Saham BCA, BRI, dan Mandiri Tertekan: Investor Asing Lepas Saham Bank Jumbo
Saham BCA, BRI, dan Mandiri Tertekan: Investor Asing Lepas Saham Bank Jumbo

JAKARTA - Saham emiten perbankan besar Indonesia, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), mengalami tekanan signifikan sepanjang pekan lalu. Penurunan harga saham ini seiring dengan aksi jual besar-besaran oleh investor asing, termasuk JPMorgan Chase & Co., yang melepas puluhan juta lembar saham dari ketiga bank tersebut.

Kondisi Saham Bank Jumbo Pekan Lalu

Pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2025, harga saham BBCA turun 3,76% ke level Rp8.950 per lembar, sementara saham BMRI melemah 5,05% ke Rp5.175 per lembar. Saham BBRI juga mengalami penurunan sebesar 3,13% ke Rp4.020 per lembar. Secara year-to-date (YTD), saham BBCA turun 7,49%, BMRI turun 9,21%, dan BBRI turun 1,47% .

Baca Juga

Rekomendasi Saham Trading Akhir Pekan Saat IHSG Melemah dan Volatilitas Tinggi

Aksi Jual Investor Asing

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) signifikan terhadap saham bank-bank besar Indonesia. Pada perdagangan yang sama, saham BBCA tercatat mengalami net sell asing sebesar Rp690,36 miliar, sementara saham BMRI tercatat net sell sebesar Rp218,5 miliar. Sejak awal tahun, net sell asing terhadap saham BBCA mencapai Rp5,18 triliun, sedangkan BMRI tercatat Rp2,92 triliun .

Faktor Penyebab Penurunan

Penurunan harga saham bank-bank besar Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

Kebijakan Bank Indonesia: Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19 Februari 2025. Keputusan ini bertentangan dengan harapan pasar yang mengantisipasi penurunan suku bunga lebih lanjut, sehingga menekan sentimen investor terhadap sektor perbankan .

Kinerja Keuangan Bank: Beberapa bank besar mencatatkan pertumbuhan laba yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Misalnya, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan laba kuartal I 2024 sebesar 1,13%, sementara BCA mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi di antara bank besar lainnya sebesar 11,7% pada periode yang sama .

Risiko Likuiditas dan Kualitas Aset: Analis JP Morgan menyatakan bahwa sektor perbankan Indonesia menghadapi tantangan likuiditas dan potensi penurunan kualitas aset, terutama jika simpanan masyarakat tidak meningkat. Mereka juga mengingatkan adanya risiko pelemahan kualitas aset dan likuiditas, yang dapat membatasi pergerakan harga saham perbankan dalam beberapa kuartal mendatang .

Rekomendasi dari JP Morgan

Meskipun saham-saham bank besar mengalami penurunan, JP Morgan memberikan pandangan positif terhadap sektor perbankan Indonesia. Dalam riset terbarunya, JP Morgan menaikkan peringkat saham BBRI dan BBNI dari "Netral" menjadi "Overweight", serta menaikkan peringkat saham BMRI dari "Underweight" menjadi "Netral". Namun, mereka tetap mengingatkan perlunya kehati-hatian karena masih ada risiko pelemahan kualitas aset dan likuiditas .

Sentimen Pasar dan Prospek Jangka Pendek

Meskipun terdapat tekanan pada harga saham bank-bank besar, beberapa analis melihat potensi rebound teknikal dalam jangka pendek. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa pergerakan harga saham mungkin masih volatile dan dipengaruhi oleh sentimen global, seperti kebijakan suku bunga The Fed dan arus modal asing

Penurunan harga saham BCA, BRI, dan Mandiri sepanjang pekan lalu mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga domestik, kinerja keuangan bank, serta faktor eksternal seperti kebijakan moneter global. Meskipun terdapat aksi jual oleh investor asing, rekomendasi positif dari lembaga keuangan internasional seperti JP Morgan menunjukkan adanya potensi pemulihan di sektor perbankan Indonesia. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan ekonomi domestik dan global dalam mengambil keputusan investasi.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Nilai Transaksi Melonjak IHSG Melemah Tipis Pasca Libur Lebaran Investor Asing Tekan

Nilai Transaksi Melonjak IHSG Melemah Tipis Pasca Libur Lebaran Investor Asing Tekan

Harga Kripto Melemah Serentak Bitcoin Ethereum Dan Altcoin Tertekan Hari Ini

Harga Kripto Melemah Serentak Bitcoin Ethereum Dan Altcoin Tertekan Hari Ini

Harga Bitcoin Melemah Ke Rp 1,125 Miliar Sentimen Global Tekan Pasar Kripto

Harga Bitcoin Melemah Ke Rp 1,125 Miliar Sentimen Global Tekan Pasar Kripto

Update Harga Emas Antam Hari Ini Stabil Lengkap Rincian dan Pajaknya Terbaru

Update Harga Emas Antam Hari Ini Stabil Lengkap Rincian dan Pajaknya Terbaru

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun Rp2190000 Per Gram Cek Rinciannya Lengkap

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun Rp2190000 Per Gram Cek Rinciannya Lengkap