Kamis, 26 Maret 2026

Gas LPG Jadi Pilihan Utama Memasak di Jakarta

Gas LPG Jadi Pilihan Utama Memasak di Jakarta
Gas LPG Jadi Pilihan Utama Memasak di Jakarta

JAKARTA - Di tengah kemajuan kota metropolitan Jakarta, pola konsumsi energi untuk memasak rumah tangga mengalami transformasi signifikan. Data terbaru tahun 2024 menunjukkan bahwa penggunaan gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) telah menjelma sebagai bahan bakar utama hampir di seluruh rumah tangga DKI Jakarta. Sekitar 97,28 persen keluarga kini memilih gas LPG sebagai sumber energi dapur, menggantikan bahan bakar tradisional seperti kayu dan bahkan listrik.

Transformasi ini tidak hanya terjadi di pusat kota, tapi juga merata di berbagai wilayah administrasi Jakarta, menandai pergeseran gaya hidup yang makin modern dan efisien.

Dominasi Gas LPG di Setiap Sudut Jakarta

Baca Juga

Dorongan DMO Gas Bumi Dinilai Krusial Jaga Daya Saing Industri Keramik Nasional

Wilayah Jakarta Timur mencatat persentase tertinggi dengan 98,82 persen rumah tangga menggunakan gas LPG, diikuti oleh Kepulauan Seribu yang mencatat angka fantastis sebesar 99,88 persen, dan Jakarta Selatan sebesar 97,79 persen. Bahkan Jakarta Utara tak kalah, dengan 97,12 persen rumah tangga yang beralih ke gas LPG.

Sebaliknya, penggunaan listrik sebagai bahan bakar dapur masih sangat terbatas, hanya sekitar 0,68 persen di seluruh DKI Jakarta. Jakarta Selatan dan Jakarta Utara bahkan mencatat angka di bawah satu persen, memperlihatkan bahwa listrik belum menjadi pilihan utama untuk memasak.

Yang lebih menarik, hampir tidak ditemukan lagi rumah tangga yang menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar memasak di ibu kota. Hal ini menandakan pergeseran besar dari energi tradisional ke energi yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Mengapa Gas LPG Jadi Pilihan?

Peralihan besar-besaran ke gas LPG menggambarkan perubahan gaya hidup masyarakat Jakarta yang mengutamakan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan. Selain lebih praktis dan mudah diakses, gas LPG juga memberikan kecepatan memasak yang lebih baik dibanding kayu bakar dan listrik.

Keberhasilan program konversi energi rumah tangga yang digalakkan pemerintah juga menjadi faktor kunci dalam meningkatnya adopsi gas LPG. Jakarta kini menjadi contoh utama di Indonesia sebagai wilayah dengan tingkat penggunaan gas LPG tertinggi, menegaskan statusnya sebagai pusat urbanisasi dan modernisasi gaya hidup.

Dengan tren ini, masa depan memasak di Jakarta semakin mengarah pada sumber energi yang bersih dan efisien, meninggalkan metode lama yang kurang praktis dan kurang ramah lingkungan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Beban Puncak Listrik Lebaran 2026 Capai 34,7 GW Sistem Tetap Aman

Beban Puncak Listrik Lebaran 2026 Capai 34,7 GW Sistem Tetap Aman

Strategi PLN Jaga Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri Tetap Andal

Strategi PLN Jaga Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri Tetap Andal

Konsumsi Batu Bara Vale Naik 13 Persen Seiring Stabilnya Produksi Nikel

Konsumsi Batu Bara Vale Naik 13 Persen Seiring Stabilnya Produksi Nikel

Forum TAKJIL MIND ID Bedah Data Kebijakan Strategis Pertambangan Nasional Indonesia

Forum TAKJIL MIND ID Bedah Data Kebijakan Strategis Pertambangan Nasional Indonesia

BREN Targetkan Kapasitas Panas Bumi Tembus 1 GW Perkuat Energi Terbarukan

BREN Targetkan Kapasitas Panas Bumi Tembus 1 GW Perkuat Energi Terbarukan