Kamis, 26 Maret 2026

Minyak Terkoreksi Tipis, Pasar Tunggu Kepastian Dagang dan OPEC+

Minyak Terkoreksi Tipis, Pasar Tunggu Kepastian Dagang dan OPEC+
Minyak Terkoreksi Tipis, Pasar Tunggu Kepastian Dagang dan OPEC+

JAKARTA - Pergerakan harga minyak dunia kembali menunjukkan sinyal kehati-hatian. Di tengah ketegangan geopolitik yang belum mereda dan perkembangan negosiasi dagang global, harga minyak mentah west texas intermediate (WTI) terkoreksi tipis pada perdagangan Kamis pagi, 3 Juli 2025.

Pukul 06.47 WIB, harga minyak WTI untuk pengiriman Agustus 2025 di New York Mercantile Exchange berada di level US$ 67,25 per barel, turun 0,30% dibanding hari sebelumnya di US$ 67,45 per barel.

Penurunan ini tergolong ringan, dan mencerminkan sentimen pasar yang masih menimbang-nimbang arah selanjutnya. Meski terkoreksi, harga minyak tetap berada di kisaran US$ 67 per barel, yang menunjukkan bahwa pelaku pasar cenderung mempertahankan posisi sambil menanti kepastian dari sejumlah agenda global penting.

Baca Juga

Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Stabil Meski Minyak Dunia Naik

Optimisme Dagang dan Ketegangan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar

Sentimen positif datang dari perkembangan terbaru kerja sama dagang Amerika Serikat. Mengutip laporan Bloomberg, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang ketiga dengan Vietnam, menyusul dua kesepakatan sebelumnya dengan Inggris dan China.

Kabar ini disambut positif pasar energi, karena memberi sinyal kemungkinan tercapainya lebih banyak kesepakatan menjelang tenggat waktu 9 Juli pekan depan. Hal ini membawa harapan akan adanya kestabilan dalam arus perdagangan global, termasuk permintaan terhadap komoditas energi seperti minyak mentah.

Namun, meski kabar dari AS-Vietnam memberi sedikit dorongan, pasar masih dibayangi oleh gejolak geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah, yang selama beberapa pekan terakhir mendorong volatilitas harga minyak.

Selain itu, investor juga mencermati perkembangan pembicaraan tarif yang bisa berdampak langsung pada permintaan minyak. Jika kesepakatan dagang tidak berlanjut atau bahkan memburuk, kekhawatiran terhadap permintaan energi dapat kembali meningkat.

Tak hanya faktor geopolitik dan dagang, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada pertemuan OPEC+ yang akan berlangsung akhir pekan ini. Pertemuan tersebut diperkirakan akan menentukan arah kebijakan produksi negara-negara penghasil minyak, yang secara langsung berpengaruh terhadap pasokan dan harga.

Dengan begitu banyak variabel yang memengaruhi, pasar minyak berada dalam fase konsolidasi. Investor mengambil sikap wait and see, menunggu kepastian dari dinamika global yang bergerak cepat.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Penumpang Angkutan Umum Lebaran 2026 Naik Tajam Tembus 15,38 Juta Orang

Penumpang Angkutan Umum Lebaran 2026 Naik Tajam Tembus 15,38 Juta Orang

HIPMI Dorong Gerakan Nasional Hemat Energi Hadapi Ancaman Krisis Global Mendatang

HIPMI Dorong Gerakan Nasional Hemat Energi Hadapi Ancaman Krisis Global Mendatang

Bahlil Buka Peluang Longgarkan Kuota Tambang Saat Harga Komoditas Tetap Tinggi

Bahlil Buka Peluang Longgarkan Kuota Tambang Saat Harga Komoditas Tetap Tinggi

Relaksasi Produksi Batubara Dibahas Pemerintah Fokus Menjaga Stabilitas Harga Dan Pasokan

Relaksasi Produksi Batubara Dibahas Pemerintah Fokus Menjaga Stabilitas Harga Dan Pasokan

Ekspor Perikanan Indonesia Ke Amerika Serikat Naik 14,84 Persen Awal 2026

Ekspor Perikanan Indonesia Ke Amerika Serikat Naik 14,84 Persen Awal 2026