Wijaya Karya Catat Kontrak Baru Rp3,37 Triliun, Perkuat Posisi di Industri Konstruksi
- Senin, 07 Juli 2025
JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, atau WIKA, kembali menunjukkan kekuatan bisnisnya dengan memperoleh kontrak baru senilai Rp3,37 triliun. Kontrak-kontrak ini didominasi oleh proyek di bidang konstruksi dan industri penunjang, yang mempertegas posisi WIKA sebagai pemain utama dalam industri konstruksi nasional.
Menurut Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, segmen industri penunjang konstruksi menyumbang hampir setengah dari total nilai kontrak baru, yakni sebesar 48,68 persen. Posisi kedua diisi oleh segmen infrastruktur dan gedung dengan 32,96 persen. Sektor energi dan industrial plant berkontribusi 10,54 persen, sementara sektor realty dan properti menyumbang 7,82 persen.
“WIKA secara konsisten fokus pada perolehan kontrak baru sekaligus menjalankan transformasi dan penyehatan perusahaan guna menjaga likuiditas dan keberlanjutan usaha,” kata Ngatemin.
Baca JugaDAMRI Catat Lonjakan Penumpang Arus Balik Lebaran 2026 Menuju Jakarta
Kontrak yang diperoleh WIKA juga datang dari berbagai sumber, dengan porsi terbesar dari pihak swasta sebesar 46,15 persen. Proyek dari BUMN berkontribusi 30,43 persen, pemerintah 22,16 persen, dan sisanya 1,26 persen berasal dari proyek investasi. Komposisi yang beragam ini menunjukkan fleksibilitas WIKA dalam melayani berbagai segmen pasar.
Proyek Strategis dan Teknologi Inovatif untuk Dampak Sosial
Beberapa proyek utama dalam kontrak baru ini mencakup Proyek Pengendalian Banjir Sistem Tenggang–Sringin Paket I Tahap I di Jawa Tengah, Rehabilitasi Irigasi di Kalimantan Tengah, serta peningkatan jalan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, memaparkan secara rinci tentang proyek pengendalian banjir di Semarang yang ditargetkan selesai tahun 2027. Proyek ini akan mengurangi daerah rawan banjir seluas 2.500 hektare dengan pembangunan rumah pompa baru berkapasitas besar.
“WIKA akan membangun dua rumah pompa utama, termasuk pengadaan dan instalasi pompa berkapasitas 10.000 liter per detik dan pompa vertikal dengan teknologi axial line shaft pump yang efisien dan tahan terhadap air sungai dan limbah,” jelas Agung.
Teknologi modern ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menekan biaya jangka panjang, menunjukkan komitmen WIKA terhadap keberlanjutan. Pengalaman WIKA dalam proyek pengendalian banjir, seperti Pompa Banjir Sentiong Jakarta dan sodetan Ciliwung ke Kanal Banjir Timur, memperkuat kredibilitas perusahaan dalam menangani proyek yang kompleks dan bernilai strategis tinggi.
Langkah transformasi yang dijalankan WIKA pun menjadi fondasi penting dalam mempertahankan pertumbuhan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta lingkungan. Dengan fokus pada kualitas, perusahaan yakin dapat terus mengokohkan posisi dan menghadapi tantangan global melalui inovasi teknologi dan kolaborasi strategis.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cara Mencairkan Daging Beku Tanpa Merusak Kualitas Tekstur Tetap Juicy Dan Aman
- Kamis, 26 Maret 2026
Harga Pertalite Ditahan Pemerintah Meski Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Barel
- Kamis, 26 Maret 2026
OJK Pertahankan Moratorium Izin Pinjol Baru Demi Perbaikan Tata Kelola Industri
- Kamis, 26 Maret 2026
Berita Lainnya
Jadwal KA Bandara YIA Lengkap Pilihan Transportasi Cepat Nyaman Yogyakarta 2026
- Kamis, 26 Maret 2026
PLN Mobile Hadirkan Trip Planner dan AntreEV Mudik Lebaran 2026 Lancar
- Kamis, 26 Maret 2026












