Senin, 13 Juli 2026

Bukit Asam Fokus Kembangkan Hilirisasi Batu Bara

Bukit Asam Fokus Kembangkan Hilirisasi Batu Bara
Bukit Asam Fokus Kembangkan Hilirisasi Batu Bara

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk. mengambil langkah strategis dengan mengalokasikan sekitar 563 juta ton batu bara untuk program hilirisasi. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Direktur Utama Bukit Asam, Arsal Ismail, menyampaikan bahwa program hilirisasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperdalam pemanfaatan batu bara, menjadikannya produk bernilai tinggi seperti Dimetil Ether (DME), synthetic natural gas (SNG), methanol, dan ammonia. “Ini merupakan upaya strategis untuk menciptakan nilai tambah nasional sekaligus menjaga keberlanjutan dan kelayakan usaha jangka panjang perusahaan,” ujar Arsal.

Cadangan dan Wilayah Produksi yang Mendukung Hilirisasi

Baca Juga

Menekraf: Pameran Toba Heritage Perkuat Nilai Ekonomi Danau Toba

Bukit Asam saat ini memiliki total sumber daya batu bara mencapai 5,77 miliar ton dengan cadangan sebesar 2,93 miliar ton. Dari jumlah tersebut, 563 juta ton dialokasikan khusus untuk program hilirisasi yang tersebar di wilayah Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Selain itu, batu bara berkalori rendah di wilayah Peranap, Riau, dengan cadangan sekitar 279 juta ton juga menjadi bahan baku utama untuk pengolahan hilirisasi. Menurut Arsal, batu bara dari dua wilayah tersebut sangat cocok untuk diolah menjadi produk turunan yang lebih bernilai melalui teknologi gasifikasi.

Sebelumnya, Bukit Asam telah memanfaatkan batu baranya di sektor pembangkit listrik, semen, pupuk, dan smelter. Namun, kini perusahaan semakin fokus pada pengembangan teknologi konversi batu bara untuk menghasilkan produk hilirisasi.

Pengembangan Produk Hilirisasi dan Proyek yang Sedang Berjalan

Beberapa proyek hilirisasi yang dikembangkan Bukit Asam telah berjalan, sementara sebagian lain masih dalam tahap pengembangan maupun inisiasi. Selain gasifikasi, perusahaan juga mengeksplorasi proses karbonisasi dan ekstraksi untuk menghasilkan berbagai produk, seperti briket, semikokas, grafit buatan, dan anoda yang dapat digunakan sebagai bahan campuran pupuk.

“Bukit Asam juga mengembangkan produk hilirisasi melalui proses karbonisasi dan ekstraksi, seperti briket, semikokas, grafit buatan, anoda yang digunakan sebagai bahan campuran pupuk,” jelas Arsal.

Dengan strategi hilirisasi ini, Bukit Asam tidak hanya memaksimalkan potensi batu bara yang dimiliki, tetapi juga berkontribusi pada upaya nasional untuk menciptakan produk bernilai tambah dari sumber daya dalam negeri, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Capaian Sensus Ekonomi 2026: Nasional 40%, Papua Pegunungan Terendah

Capaian Sensus Ekonomi 2026: Nasional 40%, Papua Pegunungan Terendah

Ditopang Aktivitas IKN, Penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Capai 2,39 Juta

Ditopang Aktivitas IKN, Penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Capai 2,39 Juta

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur