JAKARTA - Di tengah sorotan publik terhadap dampak lingkungan dari industri tambang, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan arah yang berbeda. Alih-alih membiarkan isu lingkungan menjadi stigma negatif, mereka justru menjadikannya momentum untuk memperkuat komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan.
Langkah nyata tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas tambang tak selalu identik dengan kerusakan. Melalui berbagai inovasi dan pendekatan berbasis prinsip ramah lingkungan, sejumlah perusahaan tambang milik negara kini menjadi pionir dalam implementasi green mining di Indonesia.
Bukti Lapangan dari Perusahaan Tambang BUMN
Baca JugaHarga BBM Naik 28 Maret 2026, Daftar Lengkap Terbaru Seluruh Indonesia Hari Ini
Pengamat Tambang dan Energi, Ferdy Hasiman, mengapresiasi sejumlah perusahaan tambang BUMN seperti PT Vale Indonesia, ANTAM, PT Bukit Asam (PTBA), dan INALUM. Menurutnya, keempat perusahaan tersebut konsisten menjalankan prinsip tambang hijau.
“Saya sudah melihat sendiri bagaimana mereka melakukan reklamasi lahan, menjaga kelestarian lingkungan, sampai memberdayakan masyarakat sekitar. Ini bukti nyata bahwa menambang tidak harus merusak,” ujar Ferdy.
PT Vale Indonesia menjadi salah satu contoh konkrit. Di Sorowako, perusahaan tersebut menjaga kualitas Sungai Matano sebagai sumber utama Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Tak hanya itu, mereka juga membangun persemaian modern seluas 2,5 hektar yang mampu memproduksi 700.000 bibit pohon setiap tahun, termasuk tanaman endemik seperti eboni dan dengen.
Sementara itu, ANTAM telah menanam hampir 5 juta pohon di berbagai wilayah, mencakup area pascatambang, daerah aliran sungai, hingga kawasan pesisir. Di Kolaka, Sulawesi Tenggara, ANTAM turut mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui berbagai program berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Ferdy menilai komitmen ANTAM tersebut patut diapresiasi karena tak hanya menargetkan pemulihan lingkungan, tapi juga menyelaraskannya dengan target nasional dekarbonisasi.
Di sisi lain, INALUM fokus pada pemulihan kawasan strategis di sekitar Danau Toba, sebuah wilayah dengan nilai ekologis dan pariwisata yang tinggi. Secara korporasi, MIND ID Group sebagai induk holding juga aktif mereklamasi lahan pascatambang, yang totalnya telah mencapai lebih dari 7.000 hektar hingga 2024.
PT Bukit Asam (PTBA) pun tak ketinggalan. Inisiatif konservasi terumbu karang di Pulau Pahawang menjadi salah satu program unggulan perusahaan tersebut. Selain itu, PTBA berhasil mereklamasi 2.146 hektar lahan tambang selama 2022. Di wilayah lain seperti Bangka, PT Timah—anggota MIND ID—mengembangkan Kampoeng Reklamasi yang kini menjadi destinasi ekowisata berbasis tambang, sambil menanam lebih dari 18.000 pohon mangrove sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan.
Tambang Tak Harus Jadi Kutukan
Ferdy menilai, langkah yang diambil oleh perusahaan-perusahaan BUMN tambang tersebut memberi harapan baru bagi masa depan sektor ini. Menurutnya, pendekatan yang dijalankan bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan wujud dari tanggung jawab lingkungan yang sejati.
Ia menambahkan bahwa UUD 1945 melalui Pasal 33 telah mengamanatkan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan berpihak pada kelestarian lingkungan. Maka dari itu, praktik green mining tidak bisa hanya menjadi jargon, melainkan harus diterapkan secara nyata di lapangan.
“Kalau ingin tambang jadi berkah, bukan kutukan, maka alam harus dijaga,” pungkas Ferdy.
Transformasi ini sekaligus menunjukkan bahwa sektor tambang, jika dijalankan dengan prinsip berkelanjutan dan kesadaran ekologi, dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menteri PU Pastikan Infrastruktur Jalan Tol Arus Balik Lebaran Aman Lancar
- Minggu, 29 Maret 2026
Minggu Ini Layanan SIM Keliling Hanya Beroperasi Di Jakarta Timur Barat
- Minggu, 29 Maret 2026
Arus Balik Kereta Api Lebaran Memuncak Penjualan Tiket Tembus Seratus Persen
- Minggu, 29 Maret 2026
Kereta Api Joglosemarkerto Jadi Favorit Penumpang Selama Libur Lebaran Tahun 2026
- Minggu, 29 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Pangan Depok Pasca Lebaran Stabil, Cabai Rawit Masih Rp120 Ribu Kilogram
- Sabtu, 28 Maret 2026
Pendapatan ABM Investama Turun 13,5 Persen Akibat Tekanan Harga Batu Bara Global
- Sabtu, 28 Maret 2026
Strategi Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan Nasional Saat Ancaman El Nino Menguat
- Jumat, 27 Maret 2026












