JAKARTA - Upaya pemerintah mendorong hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) terus bergulir. Enam proyek baru secara resmi telah diajukan oleh Ketua Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Proyek-proyek ini menjadi bagian dari strategi besar pengurangan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan meningkatkan kemandirian energi nasional.
Pengajuan ini merupakan bagian dari total 18 proyek hilirisasi lintas sektor yang telah disampaikan ke Danantara pada Selasa, 22 Juli 2025. Enam proyek di antaranya fokus pada hilirisasi batubara menjadi DME.
“Agenda hilirisasi sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam keputusan Presiden, kami ada sekitar 18 proyek yang sudah siap pra FS. Dengan total investasi sebesar US$ 38,63 miliar, atau setara dengan Rp 618,3 triliun,” ujar Bahlil saat konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Baca JugaTarif Listrik April Juni 2026 Tetap, Rincian Harga Token PLN Terbaru Lengkap
Investasi Besar, Lokasi Strategis
Keenam proyek DME tersebut akan dibangun di sejumlah lokasi strategis di Indonesia, yaitu:
Bulungan, Kalimantan Utara
Kutai Timur, Kalimantan Timur
Kota Baru, Kalimantan Selatan
Muara Enim, Sumatera Selatan
Pali, Sumatera Selatan
Banyuasin, Sumatera Selatan
Jika seluruh proyek ini berhasil direalisasikan, total investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 164 triliun.
Respons Dunia Usaha: Tantangan Keekonomian dan Pasar
Langkah ini mendapat dukungan dari pelaku industri, meskipun masih dibayangi sejumlah tantangan. Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA), Hendra Sinadia, mengapresiasi niat baik pemerintah dan Danantara. Menurutnya, jika berhasil, proyek DME bisa memberikan nilai tambah yang besar bagi sektor pertambangan batubara.
“Saya kira niatnya positif ya bahwa Danantara dan dukungan dari pemerintah, harapannya proyek ini (DME) bisa berjalan,” kata Hendra di Jakarta, Rabu (23/07).
Meski demikian, Hendra menyoroti sejumlah hambatan yang perlu diatasi, terutama terkait keekonomian proyek. Teknologi gasifikasi yang dibutuhkan dalam proses konversi batubara ke DME masih tergolong mahal, sehingga berpotensi membuat harga produk akhir lebih tinggi dibandingkan LPG.
“Jadi mungkin kendala faktor kelayakan ekonomi bisa diatasi dengan Danantara ikut terlibat,” tambahnya.
Selain itu, Hendra mengingatkan bahwa proyek DME bukanlah investasi jangka pendek. Menurutnya, butuh waktu sekitar tiga hingga empat tahun untuk melihat hasil nyata dari hilirisasi ini, yang artinya manfaatnya baru bisa dirasakan sekitar tahun 2030.
“Proyeknya mungkin tiga sampai empat tahun lagi, kira-kira di 2030. Karena pengelolaan ini gasifikasi kan Itu lebih ke kalori yang rendah kan supaya bisa di-utilize (manfaatkan) lebih,” jelasnya.
Masih Mencari Pasar DME yang Pasti
Tantangan lain yang tak kalah penting menurut Hendra adalah kepastian pasar. Ia mengungkapkan bahwa saat ini pelaku industri masih sulit memetakan siapa yang akan menyerap DME dalam jumlah besar.
“Kita menghasilkan DME, kita gak tau DME harganya bagaimana ya, dan itu kan proyeknya jangka panjang, jadi kita juga sama sekali bisa dikatakan blank, gak tau marketnya,” ujarnya.
Maka dari itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah dan Danantara dalam menggarap proyek ini dengan serius. Ia berharap perencanaan dan pemetaan pasar dilakukan secara matang agar proyek DME dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata ke depan.
“Poin-poin itu kan harusnya sudah well taken by government, udah tau ya dan dipetakan. Apalagi Danantara kan banyak expert di situ,” pungkas Hendra.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
IHSG Melemah Sepekan Investor Waspadai Proyeksi Pergerakan Pasar Awal Pekan Mendatang
- Minggu, 29 Maret 2026
Investor Asing Jual Saham Bank Besar IHSG Melemah Pada Sesi Pertama Perdagangan
- Minggu, 29 Maret 2026
Rupiah Diproyeksi Melemah Pekan Depan Berpotensi Sentuh Level 17100 Per Dolar
- Minggu, 29 Maret 2026
Yield SBN Tenor Sepuluh Tahun Naik Rupiah Bertahan Dari Tekanan Global
- Minggu, 29 Maret 2026
Pelni Angkut 153 Ribu Penumpang Arus Balik Lebaran Hingga H Plus Tujuh
- Minggu, 29 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Pangan Akhir Pekan Turun Naik, Cabai Melemah Minyak Goreng Menguat Kembali
- Minggu, 29 Maret 2026
Harga Pangan Nasional Berubah Bawang Dan Beras Naik Cabai Turun Minggu Ini
- Minggu, 29 Maret 2026
Update Tarif Listrik 2026 Per kWh Lengkap Rumah Tangga Bisnis Industri Nasional
- Minggu, 29 Maret 2026
Harga BBM Naik 28 Maret 2026, Daftar Lengkap Terbaru Seluruh Indonesia Hari Ini
- Sabtu, 28 Maret 2026




.jpg)
.jpg)




.jpg)

