JAKARTA - Langkah penggabungan sejumlah kontraktor pelat merah akan dipercepat pada paruh kedua 2025. Di bawah kendali PT Danantara Asset Management, proses konsolidasi ini menjadi bagian dari strategi menyederhanakan struktur bisnis di sektor konstruksi nasional, dengan harapan menciptakan entitas yang lebih sehat dan efisien.
PT Danantara Asset Management akan bertindak sebagai induk operasional yang menaungi perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam skema ini. Target akhirnya adalah menyatukan kontraktor BUMN yang sebelumnya beroperasi sendiri-sendiri ke dalam tiga perusahaan utama.
“Kami siap menjalankan amanat ini secara bertahap, dan progresnya akan dimulai signifikan pada semester II tahun ini,” ujar perwakilan manajemen Danantara.
Baca JugaJadwal Kapal Pelni Rute Dobo ke Merauke April 2026 Lengkap Harga Tiket
Tiga Pilar Baru Sektor Konstruksi
Penyederhanaan ini bertujuan memperkuat struktur industri jasa konstruksi milik negara yang selama ini mengalami tantangan kinerja, tumpang tindih proyek, hingga tekanan utang. Dengan hanya tiga entitas hasil merger, pemerintah berharap dapat mendorong sinergi dan efisiensi secara nasional.
Meskipun belum diumumkan secara rinci kontraktor mana saja yang akan tergabung, rencana ini telah mendapat lampu hijau dari pemegang saham dan pemangku kepentingan terkait. Ke depannya, ketiga entitas baru diharapkan fokus pada spesialisasi proyek masing-masing, baik itu infrastruktur, energi, maupun sektor EPC (engineering, procurement, and construction).
“Kami melihat ini sebagai transformasi besar yang akan membuat perusahaan-perusahaan ini lebih fokus, kuat secara finansial, dan kompetitif di pasar,” ucap pejabat Danantara dalam pernyataan resminya.
Tahapan Konsolidasi dan Harapan Pasar
Selama semester II 2025, proses merger akan difokuskan pada tahapan awal integrasi administratif, penyesuaian struktur organisasi, serta harmonisasi strategi bisnis. Para pemegang saham juga akan dilibatkan dalam beberapa agenda penting seperti RUPS dan pemetaan aset.
Langkah ini juga dinilai sebagai strategi jangka panjang yang diharapkan menekan beban keuangan negara dalam menyelamatkan proyek-proyek strategis nasional (PSN) yang selama ini dijalankan oleh BUMN konstruksi.
Danantara optimistis bahwa restrukturisasi ini akan meningkatkan minat investor terhadap perusahaan hasil penggabungan, sekaligus memperkuat daya saing global dari sektor konstruksi Indonesia.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menteri PU Pastikan Infrastruktur Jalan Tol Arus Balik Lebaran Aman Lancar
- Minggu, 29 Maret 2026
Minggu Ini Layanan SIM Keliling Hanya Beroperasi Di Jakarta Timur Barat
- Minggu, 29 Maret 2026
Arus Balik Kereta Api Lebaran Memuncak Penjualan Tiket Tembus Seratus Persen
- Minggu, 29 Maret 2026
Kereta Api Joglosemarkerto Jadi Favorit Penumpang Selama Libur Lebaran Tahun 2026
- Minggu, 29 Maret 2026
Berita Lainnya
Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja Kutoarjo Akhir Pekan Maret 2026 Lengkap Resmi
- Sabtu, 28 Maret 2026












