JAKARTA - Di tengah tekanan industri konstruksi dan keterbatasan proyek infrastruktur pemerintah, kinerja PT?PP (Persero) Tbk pada semester pertama 2025 mengalami penurunan signifikan. Laba bersih perseroan turun lebih dari separuh, seiring pendapatan yang juga terkontraksi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja Keuangan Semester I 2025
Hingga akhir Juni 2025, PT?PP mencatat pendapatan usaha sebesar Rp?6,70 triliun, melemah 23,7% dari Rp?8,79 triliun pada semester pertama 2024. Segmen konstruksi masih mendominasi kontribusi dengan Rp?5,52 triliun, diikuti oleh segmen EPC Rp?486 miliar dan properti Rp?327 miliar.
Baca JugaPelni Angkut 153 Ribu Penumpang Arus Balik Lebaran Hingga H Plus Tujuh
Dampak penurunan pendapatan tersebut turut menekan laba kotor menjadi Rp?922 miliar, atau turun 11,4% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih merosot drastis 55,61% menjadi Rp?65,25 miliar, dari Rp?147 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pergeseran Proyek dan Tantangan Bisnis
Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran sumber pendapatan, di mana kontribusi pelanggan BUMN kini lebih besar dibanding proyek infrastruktur pemerintah yang sebelumnya dominan. Meski total kontrak baru telah mencapai Rp?9,37 triliun hingga pertengahan 2025, angka ini baru memenuhi 33% dari target tahunan Rp?28,5 triliun.
Diversifikasi melalui jasa pertambangan juga belum mampu mendongkrak kinerja secara signifikan. Kontribusinya masih terbatas di angka Rp?106,7 miliar atau hanya sekitar 10% dari total kontrak baru.
Langkah Perbaikan di Semester II
Manajemen PTPP telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memulihkan kinerja pada semester kedua 2025, di antaranya:
Mempercepat pelaksanaan proyek yang sedang berjalan
Memaksimalkan pencairan piutang proyek
Meningkatkan efisiensi dan sinergi antar BUMN Karya
Mencari peluang bisnis di luar proyek anggaran pemerintah
Perseroan menargetkan laba bersih tahun 2025 bisa mencapai Rp?157 miliar, dengan proyeksi pendapatan naik menjadi Rp?18,25 triliun. Momentum realisasi proyek strategis nasional di kuartal akhir tahun diharapkan menjadi pendorong utama pemulihan kinerja.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
IHSG Melemah Sepekan Investor Waspadai Proyeksi Pergerakan Pasar Awal Pekan Mendatang
- Minggu, 29 Maret 2026
Investor Asing Jual Saham Bank Besar IHSG Melemah Pada Sesi Pertama Perdagangan
- Minggu, 29 Maret 2026
Rupiah Diproyeksi Melemah Pekan Depan Berpotensi Sentuh Level 17100 Per Dolar
- Minggu, 29 Maret 2026
Yield SBN Tenor Sepuluh Tahun Naik Rupiah Bertahan Dari Tekanan Global
- Minggu, 29 Maret 2026
Pelni Angkut 153 Ribu Penumpang Arus Balik Lebaran Hingga H Plus Tujuh
- Minggu, 29 Maret 2026
Berita Lainnya
Transaksi SPKLU PLN Naik Empat Kali Lipat Saat Mudik Idul Fitri 1447
- Minggu, 29 Maret 2026
PLN Berikan Listrik Gratis Warga Flores Timur Terdampak Erupsi Lewotobi
- Minggu, 29 Maret 2026
KAI Jakarta Pastikan Layanan Arus Balik Lebaran 2026 Tetap Optimal Lancar
- Minggu, 29 Maret 2026
Jadwal Kapal Pelni Rute Dobo ke Merauke April 2026 Lengkap Harga Tiket
- Sabtu, 28 Maret 2026




.jpg)
.jpg)




-1765360758252(1).jpeg)

