Selasa, 14 Juli 2026

Laba PT PP Anjlok di Semester I 2025, Pendapatan Masih Melemah

Laba PT PP Anjlok di Semester I 2025, Pendapatan Masih Melemah
Laba PT PP Anjlok di Semester I 2025, Pendapatan Masih Melemah

JAKARTA - Di tengah tekanan industri konstruksi dan keterbatasan proyek infrastruktur pemerintah, kinerja PT?PP (Persero) Tbk pada semester pertama 2025 mengalami penurunan signifikan. Laba bersih perseroan turun lebih dari separuh, seiring pendapatan yang juga terkontraksi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja Keuangan Semester I 2025

Hingga akhir Juni 2025, PT?PP mencatat pendapatan usaha sebesar Rp?6,70 triliun, melemah 23,7% dari Rp?8,79 triliun pada semester pertama 2024. Segmen konstruksi masih mendominasi kontribusi dengan Rp?5,52 triliun, diikuti oleh segmen EPC Rp?486 miliar dan properti Rp?327 miliar.

Baca Juga

Tambang Kucing Liar Freeport Diproyeksi Beroperasi pada 2029

Dampak penurunan pendapatan tersebut turut menekan laba kotor menjadi Rp?922 miliar, atau turun 11,4% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih merosot drastis 55,61% menjadi Rp?65,25 miliar, dari Rp?147 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pergeseran Proyek dan Tantangan Bisnis

Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran sumber pendapatan, di mana kontribusi pelanggan BUMN kini lebih besar dibanding proyek infrastruktur pemerintah yang sebelumnya dominan. Meski total kontrak baru telah mencapai Rp?9,37 triliun hingga pertengahan 2025, angka ini baru memenuhi 33% dari target tahunan Rp?28,5 triliun.

Diversifikasi melalui jasa pertambangan juga belum mampu mendongkrak kinerja secara signifikan. Kontribusinya masih terbatas di angka Rp?106,7 miliar atau hanya sekitar 10% dari total kontrak baru.

Langkah Perbaikan di Semester II

Manajemen PTPP telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memulihkan kinerja pada semester kedua 2025, di antaranya:

Mempercepat pelaksanaan proyek yang sedang berjalan

Memaksimalkan pencairan piutang proyek

Meningkatkan efisiensi dan sinergi antar BUMN Karya

Mencari peluang bisnis di luar proyek anggaran pemerintah

Perseroan menargetkan laba bersih tahun 2025 bisa mencapai Rp?157 miliar, dengan proyeksi pendapatan naik menjadi Rp?18,25 triliun. Momentum realisasi proyek strategis nasional di kuartal akhir tahun diharapkan menjadi pendorong utama pemulihan kinerja.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tzuyu TWICE Dikabarkan Belum Tentu Perpanjang Kontrak dengan JYP

Tzuyu TWICE Dikabarkan Belum Tentu Perpanjang Kontrak dengan JYP

Pengajuan Pembiayaan Kendaraan Lebih Mudah Lewat BYOND, Bisnis OTO Tumbuh 12,40%

Pengajuan Pembiayaan Kendaraan Lebih Mudah Lewat BYOND, Bisnis OTO Tumbuh 12,40%

Transformasi Layanan BSI Dorong Peningkatan 24 Juta Nasabah

Transformasi Layanan BSI Dorong Peningkatan 24 Juta Nasabah

Garuda Perkuat Layanan Lewat Skema Baru Bagasi Piece Concept

Garuda Perkuat Layanan Lewat Skema Baru Bagasi Piece Concept

Terapkan Tata Kelola Baik, PGN Raih Penghargaan GCG Awards 2026

Terapkan Tata Kelola Baik, PGN Raih Penghargaan GCG Awards 2026