JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penurunan harga batu bara acuan (HBA) periode kedua September 2025. HBA turun menjadi 103,49 dolar AS per ton, turun 1,75 persen dibanding periode pertama September.
Penurunan ini menandai koreksi setelah sebelumnya HBA mengalami kenaikan pada periode pertama September sebesar 4,6 persen dari 100,69 dolar AS menjadi 105,33 dolar AS per ton.
Detail Harga Batu Bara Berdasarkan Nilai Kalori
Baca JugaTarif Listrik PLN Stabil April–Juni 2026 Meski Krisis Energi Global Melanda Dunia
Selain HBA utama 6.322 kcal/kg, harga batu bara acuan untuk kategori I, II, dan III juga berubah. Penyesuaian ini berlaku mulai 15 September hingga 30 September 2025.
Berikut rinciannya:
HBA (6.322 GAR): 103,49 dolar AS (turun dari 105,33 dolar AS)
HBA I (5.300 GAR): 64,40 dolar AS (turun dari 66,50 dolar AS)
HBA II (4.100 GAR): 42,58 dolar AS (naik dari 42,30 dolar AS)
HBA III (3.400 GAR): 32,78 dolar AS (naik dari 32,32 dolar AS)
Perubahan harga ini dipengaruhi oleh dinamika pasar global, termasuk permintaan dan penawaran batu bara, serta fluktuasi harga energi lainnya.
Implikasi Penurunan Harga Batu Bara
Penurunan HBA periode kedua September berdampak pada sektor energi, industri, dan pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Harga lebih rendah berpotensi menekan biaya produksi listrik dan industri berbasis energi batu bara.
Namun, fluktuasi harga juga menuntut perusahaan untuk memantau tren secara berkala. HBA merupakan acuan penting dalam kontrak jual beli batu bara di pasar domestik dan internasional.
Bagi pemerintah, penyesuaian harga HBA menjadi indikator stabilitas pasar energi dan pengelolaan sumber daya mineral nasional. Penurunan maupun kenaikan HBA dapat memengaruhi penerimaan negara dari sektor batu bara, termasuk royalti dan pajak ekspor.
Secara keseluruhan, HBA periode kedua September 2025 menunjukkan koreksi harga setelah lonjakan sebelumnya, dengan penurunan pada HBA utama dan HBA I, sementara HBA II dan III mengalami kenaikan tipis. Tren ini perlu dipantau untuk perkiraan harga batu bara bulan berikutnya.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi
- Senin, 30 Maret 2026
Bank Indonesia Perkuat Instrumen SVBI Dan SUVBI Demi Stabilitas Rupiah Global
- Senin, 30 Maret 2026
Kurs Dolar Dekati Rp17000 Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Global Dan Domestik
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Update Lengkap Harga BBM Pertamina Hari Ini Senin 30 Maret 2026 di Seluruh Indonesia
- Senin, 30 Maret 2026
Tarif Listrik PLN Triwulan II Tahun 2026 Tetap, Simak Cara Hitung Token Efisien
- Senin, 30 Maret 2026
Inilah 5 Pilihan Rumah Subsidi Murah di Majalengka yang Cocok Untuk Keluarga Muda
- Senin, 30 Maret 2026












