JAKARTA - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat komitmen terhadap tata kelola proyek strategis nasional melalui rapat koordinasi dengan Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMINTEL) Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2025, di Hotel Pullman, Bandung, dan menjadi momentum evaluasi serta pemantauan pelaksanaan Proyek Tender Price Agreement (PA) Geomembrane.
Kegiatan ini juga didampingi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) untuk memastikan kelancaran operasional di Wilayah Kerja Rokan. Rapat menjadi ajang penting bagi seluruh pihak untuk menyelaraskan progres proyek dengan prinsip tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel.
Monitoring dan Evaluasi Proyek Strategis
Baca JugaTarif Listrik PLN Stabil April–Juni 2026 Meski Krisis Energi Global Melanda Dunia
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Persetujuan PPS No. B-1180/D/Dpp.03/05/2024 tanggal 6 Januari 2024 dan penandatanganan Pakta Integritas oleh PHR pada 7 Juni 2024, yang disaksikan langsung oleh tim JAMINTEL. Tujuannya adalah memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai standar pengelolaan dan mendukung target nasional.
Hadir dalam rapat jajaran Direktorat PPS JAMINTEL, termasuk Agus Eko Purnomo selaku Kasubdit PPI ESDA dan IPTEK, serta perwakilan PHE dan PHR seperti Sr Manager Legal Counsel Litigation PHE Benedictus Dicky Simarmata, VP Supply Chain Management PHR Prasetyo Utomo, dan Pj. VP Legal Counsel PHR Ni Luh Rahmana Gede Santi.
PHR memaparkan perkembangan proyek, termasuk kesiapan pasokan material yang krusial bagi stabilitas operasi. Pendampingan JAMINTEL menjadi elemen penting untuk menjaga integritas, efektivitas, dan kepatuhan terhadap jadwal, mutu, dan anggaran proyek.
Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
“Dukungan dan pengawalan dari Direktorat PPS JAMINTEL sangat kami apresiasi. Sinergi ini menegaskan komitmen kami menjalankan proyek strategis secara transparan dan akuntabel, demi mendukung ketahanan energi nasional,” ungkap Ni Luh Rahmana Gede Santi.
Agus Eko Purnomo menambahkan bahwa pengawasan JAMINTEL bertujuan memastikan proyek berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat anggaran. Ia menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan agar Proyek Geomembrane menjadi contoh pengelolaan proyek strategis yang profesional dan berintegritas.
Sinergi ini juga menjadi wujud nyata bahwa pengelolaan proyek strategis tidak hanya soal teknis, tetapi juga soal integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Hal ini penting untuk mendukung target produksi nasional dan keberlanjutan energi jangka panjang.
Peran Strategis Proyek Geomembrane
Proyek Geomembrane sendiri merupakan bagian penting dari operasi migas di Zona Rokan, yang menjadi tulang punggung produksi migas nasional. Keberhasilan proyek ini berkontribusi pada pencapaian target lifting nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari.
Selain itu, proyek ini memiliki dampak luas terhadap stabilitas pasokan energi dan efisiensi operasional. Dengan pengelolaan yang tepat, PHR memastikan bahwa pembangunan dan pemeliharaan fasilitas migas berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan keselamatan kerja.
Pendekatan kolaboratif antara PHR, PHE, dan JAMINTEL menjadi kunci keberhasilan. Semua pihak terlibat aktif dalam pemantauan setiap tahapan proyek, mulai dari pengadaan material hingga implementasi lapangan, sehingga memastikan setiap aspek proyek sesuai standar nasional dan internasional.
Dampak Terhadap Ketahanan Energi Nasional
Sinergi pengelolaan proyek strategis ini menunjukkan bahwa pengamanan dan tata kelola proyek sangat penting untuk mendukung ketahanan energi nasional. Selain aspek teknis, integritas dan transparansi menjadi pondasi dalam memastikan investasi nasional di sektor migas berjalan optimal.
Keberhasilan proyek ini tidak hanya mendukung produksi migas, tetapi juga memberi contoh praktik manajemen proyek yang dapat direplikasi di proyek strategis lain. Hal ini semakin menegaskan peran PHR dan PHE sebagai pengelola sumber daya energi yang profesional dan bertanggung jawab.
Dengan pendampingan JAMINTEL, seluruh proses proyek dijalankan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG). Pengawasan ini tidak hanya menjaga kualitas pekerjaan, tetapi juga membangun kepercayaan publik dan memastikan manfaat proyek dirasakan secara luas.
Secara keseluruhan, rapat koordinasi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan migas dan aparat pengawasan negara. Sinergi ini memastikan Proyek Geomembrane berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat anggaran, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dan keberlanjutan operasional di Wilayah Kerja Rokan.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi
- Senin, 30 Maret 2026
Bank Indonesia Perkuat Instrumen SVBI Dan SUVBI Demi Stabilitas Rupiah Global
- Senin, 30 Maret 2026
Kurs Dolar Dekati Rp17000 Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Global Dan Domestik
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Update Lengkap Harga BBM Pertamina Hari Ini Senin 30 Maret 2026 di Seluruh Indonesia
- Senin, 30 Maret 2026
Tarif Listrik PLN Triwulan II Tahun 2026 Tetap, Simak Cara Hitung Token Efisien
- Senin, 30 Maret 2026
Inilah 5 Pilihan Rumah Subsidi Murah di Majalengka yang Cocok Untuk Keluarga Muda
- Senin, 30 Maret 2026












