JAKARTA – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang tengah mempersiapkan rencana ekspansi untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan di kawasan Garut, Jawa Barat. General Manager PLTP Kamojang, I Made Budi Kesuma, mengungkapkan potensi penambahan pembangkit listrik sebesar 70 MW.
“Kami ada rencana ekspansi ke arah lain, karena ada sumber daya lain yang kami rasa masih ada di sekitar sini, kurang lebih 70 MW,” ujar Budi saat ditemui di lokasi Kamojang.
Ekspansi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pemanfaatan panas bumi tetap berkelanjutan. Budi menekankan pentingnya menjaga reservoir agar tidak over-exploit, sekaligus memaksimalkan potensi energi yang tersedia.
Baca JugaTarif Listrik PLN Stabil April–Juni 2026 Meski Krisis Energi Global Melanda Dunia
Perizinan dan Tahap Eksplorasi
Sebelum memulai ekspansi, pihak PLTP Kamojang masih fokus melengkapi perizinan yang diperlukan. Budi berharap proses ini rampung sehingga eksplorasi dapat dilakukan pada tahun 2027.
“Karena 5 unit yang sekarang sudah terikat kontrak, kami harus menjamin bahwa reservoir-nya sustain,” kata Budi. PLTP Kamojang saat ini memiliki lima unit pembangkit komersial sejak 1983 dengan total kapasitas terpasang 235 MW.
Pemanfaatan 235 MW diharapkan dapat membuat PLTP Kamojang beroperasi puluhan tahun ke depan tanpa mengurangi kualitas sumber daya panas bumi yang ada.
Pengembangan Berkelanjutan dan Energi Hidrogen
Budi menegaskan pihaknya tidak ingin mengeksploitasi PLTP Kamojang secara berlebihan. Oleh karena itu, pengembangan diarahkan ke wilayah baru di sekitar kawasan agar operasi tetap sustainable.
Selain ekspansi pembangkit, PLTP Kamojang juga menyoroti potensi pengembangan hidrogen. Sumur-sumur panas bumi dengan tekanan rendah (low pressure) dianggap bisa dimanfaatkan untuk produksi hidrogen, yang menjadi salah satu fokus energi masa depan.
“Pertama-tama kami akan mempelajari komersialisasi pengembangan hidrogen di Ulubelu, baru setelah itu kami pertimbangkan untuk Kamojang,” jelas Budi.
Pengembangan hidrogen ini dianggap penting karena dapat memperluas portofolio energi terbarukan dan meningkatkan nilai tambah sumber daya panas bumi di Indonesia.
Regulasi dan Komersialisasi Hidrogen
Budi menekankan perlunya regulasi yang lebih jelas untuk mendukung pengembangan hidrogen. Kepastian hukum dan mekanisme komersialisasi menjadi faktor kunci sebelum proyek ini dijalankan di Kamojang.
“Setelah ada kepastian dari sisi komersialisasi dan regulasi, tidak menutup kemungkinan Kamojang juga akan mengembangkan hidrogen,” tambahnya.
Dengan regulasi yang tegas, PLTP Kamojang diharapkan bisa menjalankan pengembangan hidrogen secara optimal, sehingga mendukung transisi energi nasional ke energi bersih dan terbarukan.
Sejarah dan Peran PLTP Kamojang
PLTP Kamojang merupakan PLTP pertama di Indonesia, yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kamojang menjadi salah satu lokasi penting dalam pengembangan energi panas bumi nasional.
Sejak berdirinya pada 1983, Kamojang telah menjadi ikon energi panas bumi Indonesia. Lima unit pembangkit yang beroperasi telah memasok energi listrik secara berkelanjutan, sekaligus menjadi model pengembangan panas bumi bagi proyek-proyek serupa di Nusantara.
Dengan rencana ekspansi dan potensi pengembangan hidrogen, PLTP Kamojang diharapkan tetap menjadi pelopor dalam inovasi energi bersih di Indonesia.
Harapan dan Langkah Ke Depan
Ekspansi 70 MW dan potensi hidrogen menjadi peluang untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Budi menekankan pentingnya pendekatan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan konservasi lingkungan.
Selain itu, langkah ini juga mendukung target pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan dan penurunan emisi karbon. PLTP Kamojang diharapkan bisa menjadi contoh pengelolaan energi panas bumi yang inovatif dan ramah lingkungan.
Dengan persiapan perizinan, eksplorasi, dan pengembangan hidrogen yang matang, Kamojang berpotensi menjadi pusat energi terbarukan yang modern dan komprehensif. Ke depan, kombinasi pembangkit listrik konvensional panas bumi dan energi hidrogen diharapkan dapat menjawab kebutuhan listrik sekaligus mendukung transisi energi nasional.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi
- Senin, 30 Maret 2026
Bank Indonesia Perkuat Instrumen SVBI Dan SUVBI Demi Stabilitas Rupiah Global
- Senin, 30 Maret 2026
Kurs Dolar Dekati Rp17000 Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Global Dan Domestik
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Update Lengkap Harga BBM Pertamina Hari Ini Senin 30 Maret 2026 di Seluruh Indonesia
- Senin, 30 Maret 2026
Tarif Listrik PLN Triwulan II Tahun 2026 Tetap, Simak Cara Hitung Token Efisien
- Senin, 30 Maret 2026
Inilah 5 Pilihan Rumah Subsidi Murah di Majalengka yang Cocok Untuk Keluarga Muda
- Senin, 30 Maret 2026












