Selasa, 31 Maret 2026

PGE dan Toyota Dorong Ekosistem Green Hydrogen Indonesia

PGE dan Toyota Dorong Ekosistem Green Hydrogen Indonesia
PGE dan Toyota Dorong Ekosistem Green Hydrogen Indonesia

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menandatangani joint declaration pengembangan ekosistem green hydrogen.
Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menyebut kerja sama ini bagian dari percepatan transisi energi bersih dan dukungan terhadap target Net Zero Emission 2060.

Hidrogen hijau yang dihasilkan dari panas bumi diproyeksikan menjadi pendorong ekosistem kendaraan berbasis hidrogen.
“Meski keekonomian masih menjadi tantangan, green hydrogen bisa jadi solusi energi bersih dengan ekosistem dan model bisnis tepat,” kata Julfi, Rabu, 24 September 2025.

Strategi Beyond Electricity

Baca Juga

Tarif Listrik PLN Stabil April–Juni 2026 Meski Krisis Energi Global Melanda Dunia

Julfi menambahkan pengembangan green hydrogen merupakan strategi beyond electricity PGE.
Panas bumi tidak hanya untuk pembangkit listrik, tetapi juga menghasilkan produk turunan energi bersih yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Direktur Teknik TMMIN, Widjanarko, menilai kerja sama ini penting untuk diversifikasi energi masa depan.
“Indonesia membutuhkan ragam sumber energi, mulai terjangkau hingga premium dengan emisi rendah. Panas bumi bisa menjadi pilar energi bersih di masa depan,” ujarnya.

Jejak Kerja Sama Sebelumnya

Kolaborasi PGE dan Toyota bukan hal baru.
Keduanya sebelumnya bekerja sama mengembangkan energi baru terbarukan, pelumas ramah lingkungan, biodiesel dari sawit, hingga bioetanol.

Langkah terbaru ini melanjutkan inisiatif PGE awal September dengan Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu.
Proyek percontohan ini menggunakan panas bumi dengan teknologi elektrolisis hemat energi.

Fasilitas ini bukan hanya untuk produksi, tapi juga menjadi pusat pembelajaran teknologi.
Selain itu, proyek digunakan untuk uji kelayakan komersial dan studi pasar untuk memetakan potensi permintaan green hydrogen di masa depan.

Prospek dan Tantangan Green Hydrogen

Green hydrogen dari panas bumi diyakini memiliki potensi besar sebagai energi bersih dan terbarukan.
Tantangan utama masih terletak pada aspek keekonomian dan pengembangan ekosistem yang mendukung adopsi skala besar.

Dengan dukungan teknologi, regulasi, dan model bisnis tepat, green hydrogen dapat menjadi solusi masa depan.
Kolaborasi PGE dan Toyota menjadi langkah nyata Indonesia menuju energi rendah emisi dan inovasi berkelanjutan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Update Lengkap Harga BBM Pertamina Hari Ini Senin 30 Maret 2026 di Seluruh Indonesia

Update Lengkap Harga BBM Pertamina Hari Ini Senin 30 Maret 2026 di Seluruh Indonesia

Tarif Listrik PLN Triwulan II Tahun 2026 Tetap, Simak Cara Hitung Token Efisien

Tarif Listrik PLN Triwulan II Tahun 2026 Tetap, Simak Cara Hitung Token Efisien

Inilah 5 Pilihan Rumah Subsidi Murah di Majalengka yang Cocok Untuk Keluarga Muda

Inilah 5 Pilihan Rumah Subsidi Murah di Majalengka yang Cocok Untuk Keluarga Muda

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Tetap Stabil Pekan Terakhir Maret 2026 Meski Konflik Internasional Memanas

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Tetap Stabil Pekan Terakhir Maret 2026 Meski Konflik Internasional Memanas

BPJPH Tingkatkan Kepatuhan Pedagang Pasar Kramat Jati Demi Perlindungan Konsumen Halal

BPJPH Tingkatkan Kepatuhan Pedagang Pasar Kramat Jati Demi Perlindungan Konsumen Halal