Selasa, 31 Maret 2026

BNI Dukung Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi

BNI Dukung Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi
BNI Dukung Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (BNI) menegaskan dukungannya terhadap program Koperasi Desa Merah Putih, inisiatif strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. Program ini resmi diluncurkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah.

BNI berkomitmen aktif dalam pengembangan koperasi desa, terutama melalui layanan keuangan digital dan penguatan kelembagaan. Langkah ini diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi lokal yang mandiri dan inklusif.

Dukungan BNI untuk Koperasi Desa

Baca Juga

Terima Kasih 119.433 Pelanggan Setia Percayakan Perjalanan Lebaran “Semakin Melayani” Bersama KAI Wisata

Sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BNI mengelola 22 dari 103 koperasi percontohan, termasuk Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan. Dukungan BNI mencakup penyediaan platform digital, akses pembiayaan, serta program penguatan kelembagaan koperasi agar lebih profesional dan transparan.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan:
"BNI siap mendukung koperasi desa tumbuh sebagai pilar ekonomi lokal yang mandiri dan inklusif. Kami hadir tidak hanya dengan pembiayaan, tetapi juga dengan solusi digital dan penguatan kelembagaan."

Melalui platform seperti BNIdirect, wondr by BNI, dan jaringan Agen46, BNI menjangkau anggota koperasi hingga pelosok desa, memudahkan akses ke layanan perbankan dan transaksi digital. Langkah ini memastikan koperasi dapat beroperasi efisien, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan modern.

Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi merupakan jalan untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi rakyat.
"Koperasi mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Ini adalah jalan menuju kemerdekaan sejati, yakni kemampuan untuk menjamin kehidupan layak bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Dengan prinsip gotong royong dan kekeluargaan, koperasi desa diharapkan menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi yang merata. Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan-pinjam, tetapi juga sebagai penggerak usaha lokal seperti distribusi sembako, logistik, gudang, cold storage, apotek, klinik desa, hingga unit usaha lainnya.

BNI melihat keterlibatan aktif dalam program ini sebagai wujud penerapan visi pendiri BNI, R.M. Margono Djojohadikusumo, yang menekankan pentingnya membangun kekuatan ekonomi dari desa untuk mendukung pertumbuhan nasional secara merata.

Program Koperasi Desa Merah Putih

Inisiatif Koperasi Desa Merah Putih menargetkan pembentukan 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia. Program ini mencakup:

Pembentukan koperasi baru di desa-desa yang belum memiliki lembaga ekonomi formal.

Revitalisasi koperasi lama agar lebih profesional dan efisien.

Pengembangan koperasi yang sudah berjalan, dengan peningkatan kapasitas manajemen dan pemanfaatan teknologi digital.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, bersama jajaran manajemen BNI hadir dalam peluncuran ini, yang juga diikuti oleh menteri Kabinet Merah Putih, anggota DPR dan DPD, serta kepala daerah dari berbagai wilayah, baik secara langsung maupun daring.

Okki menambahkan:
"Dengan keterlibatan aktif BNI, program ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan dan kemandirian desa secara berkelanjutan."

Dampak Ekonomi dan Sosial

Selain mendorong kemandirian ekonomi, program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, membuka lapangan kerja baru, dan menumbuhkan ekosistem usaha lokal yang berkelanjutan.

BNI menekankan, dukungan bukan hanya berupa akses keuangan, tetapi juga pendampingan kelembagaan dan edukasi digital. Dengan demikian, koperasi dapat menjadi lembaga ekonomi yang profesional, transparan, dan mampu bersaing di era digital.

Melalui sinergi antara pemerintah, BNI, dan masyarakat desa, program ini menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis kerakyatan tidak hanya penting secara ekonomi, tetapi juga strategis untuk pembangunan sosial dan pemerataan kesejahteraan nasional.

Artikel ini menyoroti sudut pandang peran strategis BNI dalam memperkuat koperasi desa, dengan subjudul yang membahas dukungan institusi, koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan, program Koperasi Desa Merah Putih, serta dampak ekonomi dan sosial.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pendapatan Kalbe Farma Melesat, Laba Bersih Capai Triliunan Rupiah Sepanjang 2025

Pendapatan Kalbe Farma Melesat, Laba Bersih Capai Triliunan Rupiah Sepanjang 2025

Mitra Adiperkasa Mencatat Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih Fantastis Sepanjang Tahun 2025

Mitra Adiperkasa Mencatat Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih Fantastis Sepanjang Tahun 2025

Hutama Karya Pantau Arus Balik Lebaran 2026, Trafik Tol Trans Sumatera Meningkat Pesat

Hutama Karya Pantau Arus Balik Lebaran 2026, Trafik Tol Trans Sumatera Meningkat Pesat

Wijaya Karya Fokus Percepat Proyek Strategis Nasional Meski Nilai Kontrak Baru Fluktuatif

Wijaya Karya Fokus Percepat Proyek Strategis Nasional Meski Nilai Kontrak Baru Fluktuatif

Jasa Marga Catat Lonjakan Arus Balik ke Jabotabek Capai Puluhan Persen Kendaraan

Jasa Marga Catat Lonjakan Arus Balik ke Jabotabek Capai Puluhan Persen Kendaraan