Selasa, 31 Maret 2026

Urai Arus Mudik Nataru, Polri Siapkan WFA Desember 2025

Urai Arus Mudik Nataru, Polri Siapkan WFA Desember 2025
Urai Arus Mudik Nataru, Polri Siapkan WFA Desember 2025

JAKARTA - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pemerintah bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan serangkaian strategi untuk mengurai kepadatan arus kendaraan. 

Salah satunya adalah penerapan kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) pada 22–24 Desember 2025.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa WFA diharapkan mampu menggeser puncak perjalanan masyarakat, sehingga arus kendaraan menuju Trans Jawa dan Merak-Lampung dapat terurai lebih efektif.

Baca Juga

Volume Kendaraan Arus Balik Idulfitri 2026 ke Jabodetabek dan Jawa Barat Meningkat Signifikan

Prediksi Puncak Mudik dan Arus Balik

Polri memproyeksikan puncak arus mudik terjadi dua kali. Pertama pada 20 Desember 2025 dan kedua pada 24 Desember 2025. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi pada 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.

“Prediksi ini kami buat berdasarkan evaluasi perjalanan Nataru sebelumnya, termasuk volume kendaraan dan titik rawan kemacetan di jalan tol maupun arteri,” kata Agus. Penerapan WFA juga dipertimbangkan pada 29–31 Desember untuk mengurai kepadatan arus balik.

Operasi Lilin untuk Pengamanan Lalu Lintas

Polri akan menggelar Operasi Lilin untuk mengawal arus kendaraan selama Nataru. Operasi ini berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan pasukan disiapkan sejak 19 Desember.

Agus menekankan bahwa pengawasan lalu lintas akan dilakukan secara terpadu, mencakup penyeberangan, jalan tol, dan jalan arteri. Strategi pengaturan arus ini dirancang agar keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama.

Strategi Rekayasa Lalu Lintas Kemenhub

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menyiapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Fokus utama adalah kawasan wisata di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, yang biasanya menjadi titik padat kendaraan pada libur akhir tahun.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menjelaskan beberapa strategi yang akan diterapkan, termasuk one way, contra flow, dan ganjil-genap di jalur menuju destinasi wisata. Selain itu, pembatasan operasional kendaraan barang sumbu tiga ke atas akan diberlakukan di jalan tol untuk menjaga kelancaran arus.

Delaying System dan Pengaturan Kapasitas Jalan

Selain kebijakan WFA, Kemenhub menyiapkan delaying system untuk mencegah kemacetan menumpuk di satu titik. Sistem ini memungkinkan arus kendaraan diputar atau diperlambat secara terkendali agar tidak terjadi penumpukan di jalan utama.

Aan Suhanan menambahkan bahwa strategi ini merupakan hasil evaluasi angkutan Nataru sebelumnya. Tujuannya adalah menambah kapasitas jalan tanpa perlu membangun infrastruktur baru, sehingga masyarakat dapat tetap menikmati liburan dengan aman dan nyaman.

Kolaborasi Antara Polri dan Kemenhub

Koordinasi antara Polri dan Kemenhub menjadi kunci sukses pengelolaan arus Nataru. Kedua pihak bekerja sama untuk mengatur titik rawan kemacetan, mengoptimalkan penggunaan jalur tol dan arteri, serta menyiapkan rencana cadangan bila kepadatan kendaraan melebihi kapasitas jalan.

Agus menegaskan, kolaborasi ini bertujuan mencegah kepadatan ekstrem dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. “Dengan WFA dan strategi rekayasa lalu lintas, kami optimistis dapat menekan potensi kemacetan pada libur akhir tahun,” ujarnya.

Peran Masyarakat dalam Kelancaran Arus

Selain strategi pemerintah, kesadaran masyarakat juga penting. Pengguna jalan diimbau mengikuti aturan lalu lintas, mematuhi arahan petugas, dan merencanakan perjalanan lebih awal. Hal ini dapat mendukung efektivitas kebijakan WFA dan operasi pengaturan lalu lintas.

Dengan pendekatan terpadu antara kebijakan pemerintah, rekayasa lalu lintas, dan partisipasi masyarakat, arus Nataru 2025/2026 diharapkan dapat berjalan lancar dan aman.

Kebijakan WFA, Operasi Lilin, rekayasa lalu lintas, dan delaying system menjadi strategi utama untuk mengurai kepadatan Nataru. Kolaborasi Polri, Kemenhub, dan partisipasi masyarakat diyakini mampu mengurangi risiko kemacetan dan kecelakaan di jalur utama serta kawasan wisata.

Dengan persiapan matang ini, arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru 2026 diharapkan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Menteri ESDM Tegaskan 13 Proyek Hilirisasi Energi Tingkatkan Nilai Tambah Dalam Negeri

Menteri ESDM Tegaskan 13 Proyek Hilirisasi Energi Tingkatkan Nilai Tambah Dalam Negeri

Program Makan Bergizi Gratis Diprediksi Jadi Motor Utama Transformasi Peternakan Nasional

Program Makan Bergizi Gratis Diprediksi Jadi Motor Utama Transformasi Peternakan Nasional

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Tinjau Lokasi PSEL Energi Listrik Malang

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Tinjau Lokasi PSEL Energi Listrik Malang

BRIN Dorong Transformasi Industri Peternakan Global Lewat Kolaborasi Ilmiah dan Teknologi Baru

BRIN Dorong Transformasi Industri Peternakan Global Lewat Kolaborasi Ilmiah dan Teknologi Baru

Cara Mudah Skrining BPJS Kesehatan Lewat Mobile JKN dan Website Untuk Deteksi Penyakit Sejak Dini

Cara Mudah Skrining BPJS Kesehatan Lewat Mobile JKN dan Website Untuk Deteksi Penyakit Sejak Dini