JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, ke Istana Merdeka pada Rabu untuk meninjau perkembangan program Kampung Nelayan Merah Putih.
Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia.
Trenggono melaporkan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih baru mencapai 45% atau 29 lokasi dari total 65 kampung yang direncanakan. Sisanya, sekitar 36 kampung, dijadwalkan dibangun pada periode berikutnya. “Sekarang sudah berapa persen? Sekarang sudah 45% dari 65 sudah dibangun, nanti sisanya akan dilanjut di periode yang akan datang,” ujarnya.
Baca JugaVolume Kendaraan Arus Balik Idulfitri 2026 ke Jabodetabek dan Jawa Barat Meningkat Signifikan
Fasilitas Terintegrasi Dukung Produktivitas Pesisir
Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menghadirkan hunian layak bagi nelayan, tetapi juga membangun fasilitas pendukung sektor perikanan dan layanan publik. Pendekatan ini dirancang agar kampung pesisir menjadi pusat pertumbuhan ekonomi terpadu.
Fasilitas yang dibangun meliputi cold storage, dermaga tertata, tempat pelelangan ikan modern, serta pusat logistik perikanan. Semua ini bertujuan menopang rantai nilai sektor kelautan dari hulu hingga hilir, sehingga nelayan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan secara signifikan.
Peran Program dalam Ketahanan Pangan Nasional
Selain memperbaiki kesejahteraan nelayan, Kampung Nelayan Merah Putih juga mendukung ketahanan pangan nasional. Sektor perikanan menjadi salah satu penopang utama pasokan protein bagi masyarakat Indonesia.
Dengan tersedianya infrastruktur modern dan sarana produksi yang memadai, program ini diharapkan dapat meningkatkan volume tangkapan ikan, distribusi hasil laut yang lebih efisien, serta mendorong pengembangan UMKM berbasis perikanan di kawasan pesisir.
Anggaran dan Tahapan Pembangunan 2025
Pembangunan tahap I pada 2025 ini mendapat dukungan anggaran sebesar Rp1,34 triliun untuk membangun 65 kampung nelayan. Setiap kampung dilengkapi sarana produksi, balai pelatihan, pusat UMKM, dan pasar ikan.
Presiden Prabowo memberikan arahan langsung kepada KKP agar seluruh pembangunan berjalan sesuai target. Pendekatan terintegrasi ini diharapkan menjadikan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai model pembangunan pesisir yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
Artikel ini mengubah lead menjadi fokus pada pemantauan Presiden dan progres pembangunan, sambil tetap mempertahankan semua informasi asli. Penyajian dibuat lebih mengalir dengan sub judul yang menekankan aspek progres, fasilitas, ketahanan pangan, dan anggaran.
Jika mau, aku bisa buatkan versi lengkap 800 kata penuh dengan tambahan kutipan resmi, data, dan konteks ekonomi pesisir agar langsung siap tayang.
Wildan Dwi Aldi Saputra
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi
- Senin, 30 Maret 2026
Bank Indonesia Perkuat Instrumen SVBI Dan SUVBI Demi Stabilitas Rupiah Global
- Senin, 30 Maret 2026
Kurs Dolar Dekati Rp17000 Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Global Dan Domestik
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Tinjau Lokasi PSEL Energi Listrik Malang
- Senin, 30 Maret 2026












