JAKARTA - Kalimantan Selatan kembali menjadi sorotan setelah Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, meninjau Yonif Teritorial Pembangunan 828/Banua Warani Mattone (Yonif TP 828/BWM) di Kabupaten Tanah Bumbu pada Rabu.
Kunjungan ini menekankan peran TNI tidak hanya dalam pertahanan, tetapi juga dalam pembangunan ketahanan pangan dan teritorial.
Dalam inspeksi tersebut, Menhan didampingi pejabat terkait untuk melihat langsung kegiatan batalyon, mulai dari operasional harian hingga program pembangunan masyarakat yang dijalankan TNI. Tujuannya adalah memastikan bahwa keberadaan Yonif TP 828 memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan keamanan wilayah.
Baca JugaVolume Kendaraan Arus Balik Idulfitri 2026 ke Jabodetabek dan Jawa Barat Meningkat Signifikan
Yonif TP 828: Pilar Strategis Ketahanan Pangan
Yonif TP 828 dikenal memiliki fokus pada empat pilar strategis. Salah satunya adalah ketahanan pangan, diwujudkan melalui program Taman Padi Mekongga. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana TNI berperan dalam mendukung swasembada pangan di tingkat lokal.
Menurut Menhan Sjafrie, keterlibatan TNI dalam ketahanan pangan bukan sekadar simbolik. Kegiatan budidaya, pendampingan petani, dan pemanfaatan lahan oleh Yonif TP 828 menunjukkan sinergi TNI dengan masyarakat, sekaligus membangun kesadaran pentingnya pangan bagi kedaulatan nasional.
Pemeliharaan Lingkungan dan Kesejahteraan Prajurit
Selain ketahanan pangan, Yonif TP 828 juga menekankan pemeliharaan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab teritorial. Upaya ini termasuk pengelolaan lahan dan penghijauan untuk menjaga ekosistem sekitar markas dan area operasi.
Pilar ketiga dan keempat berfokus pada pembinaan fisik dan kesehatan prajurit serta penguatan keamanan masyarakat. Dengan menjaga kualitas prajurit dan stabilitas wilayah, Yonif TP 828 memastikan operasi militer sekaligus kegiatan pembangunan berjalan seimbang, aman, dan berkelanjutan.
Sinergi Pemerintah Daerah dan TNI
Setjen Kemhan menyatakan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan program Yonif TP 828. Kolaborasi ini mempercepat pembangunan markas komando, fasilitas pendukung, dan program kemasyarakatan, sehingga dampak positif dapat dirasakan lebih luas.
Menurut Menhan, kunjungan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah. Dengan koordinasi yang baik, Yonif TP 828 mampu menjalankan misi strategisnya: memperkuat pertahanan, mendukung ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan.
Kehadiran Menhan di Yonif TP 828 bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan pengingat bahwa TNI memiliki peran multifungsi. Dari ketahanan pangan hingga pembangunan masyarakat, Yonif TP 828 menjadi contoh konkret bagaimana prajurit berkontribusi terhadap pertahanan nasional dan pembangunan daerah.
Wildan Dwi Aldi Saputra
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi
- Senin, 30 Maret 2026
Bank Indonesia Perkuat Instrumen SVBI Dan SUVBI Demi Stabilitas Rupiah Global
- Senin, 30 Maret 2026
Kurs Dolar Dekati Rp17000 Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Global Dan Domestik
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Tinjau Lokasi PSEL Energi Listrik Malang
- Senin, 30 Maret 2026












