JAKARTA - Tujuh anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil masuk daftar 10 produsen minyak terbesar di Indonesia versi SKK Migas.
Keberhasilan ini menegaskan peran strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan produksi migas. “Seluruh program strategis Pertamina selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama memperkuat swasembada energi melalui dual growth strategy,” ujarnya, Kamis.
Baca JugaTarif Listrik PLN Stabil April–Juni 2026 Meski Krisis Energi Global Melanda Dunia
Strategi Ganda untuk Ketahanan Energi
Strategi ganda Pertamina mencakup optimalisasi bisnis migas legasi sekaligus percepatan transisi energi rendah karbon. Meskipun dunia tengah menghadapi tekanan pasar global, migas tetap menjadi fondasi utama ketahanan energi.
Baron menambahkan, inovasi di sektor hulu menjadi kunci agar produksi tetap stabil di tengah penurunan alamiah sumur. Hingga Oktober 2025, produksi migas Pertamina tercatat mencapai 1,032 juta barel setara minyak per hari, tetap di atas 1 juta BOEPD.
Kontribusi Anak Usaha terhadap Produksi Nasional
Secara keseluruhan, Pertamina mengelola 24% wilayah kerja migas nasional dengan kontribusi 69% terhadap produksi minyak dan 37% produksi gas. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga pasokan energi domestik yang signifikan.
Adapun tujuh anak usaha hulu Pertamina yang masuk daftar 10 besar produsen minyak adalah: ExxonMobil Cepu Ltd (153.900 bph), Pertamina Hulu Rokan (151.020 bph), Pertamina EP (68.497 bph), Pertamina Hulu Energi ONWJ (25.501 bph), Pertamina Hulu Mahakam (23.639 bph), Pertamina Hulu Energi OSES (17.177 bph), dan Pertamina Hulu Sanga-Sanga (13.105 bph).
Dukungan Terhadap Swasembada Energi Nasional
Dominasi anak usaha Pertamina di sektor hulu berperan penting mendukung target swasembada energi nasional. Melalui manajemen produksi yang efisien, perusahaan memastikan pasokan minyak tetap stabil, sekaligus membuka peluang investasi baru di industri migas.
Baron menekankan bahwa pengelolaan wilayah kerja migas yang luas dan inovasi di hulu menjadi fondasi agar Pertamina tidak hanya menjaga produksi saat ini, tetapi juga mempersiapkan transisi energi yang lebih berkelanjutan ke depan.
Wildan Dwi Aldi Saputra
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi
- Senin, 30 Maret 2026
Bank Indonesia Perkuat Instrumen SVBI Dan SUVBI Demi Stabilitas Rupiah Global
- Senin, 30 Maret 2026
Kurs Dolar Dekati Rp17000 Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Global Dan Domestik
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Update Lengkap Harga BBM Pertamina Hari Ini Senin 30 Maret 2026 di Seluruh Indonesia
- Senin, 30 Maret 2026
Tarif Listrik PLN Triwulan II Tahun 2026 Tetap, Simak Cara Hitung Token Efisien
- Senin, 30 Maret 2026
Inilah 5 Pilihan Rumah Subsidi Murah di Majalengka yang Cocok Untuk Keluarga Muda
- Senin, 30 Maret 2026












