Kemenperin Dorong Industri Keramik Nasional Terapkan Teknologi Mutakhir dan SNI
- Sabtu, 29 November 2025
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pelaku industri keramik dalam negeri meningkatkan standar dan teknologi produksi. Tujuannya untuk memperkuat daya saing sekaligus menekan dominasi produk impor yang masih masuk ke pasar domestik.
Muhammad Taufik, Sekretaris Balai Standardisasi Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, mengatakan adopsi teknologi mutakhir penting agar produk nasional mampu bersaing di pasar global. “Harapannya impor tidak masuk, dan kita dapat benar-benar mengandalkan industri dalam negeri,” ujar Taufik di Bandung, Jawa Barat, Rabu.
Ia menambahkan, konsumen juga akan semakin percaya karena produk yang mereka beli telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini sekaligus menjadi jaminan kualitas bagi pasar domestik yang terus berkembang.
Baca JugaTarif Listrik PLN Stabil April–Juni 2026 Meski Krisis Energi Global Melanda Dunia
Strategi Baru Industrialisasi Nasional untuk Percepatan Pertumbuhan
Kemenperin memperkuat daya saing industri melalui peluncuran Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). Kerangka strategis ini dirancang jangka panjang untuk percepatan pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Taufik menjelaskan, sejumlah negara telah menerapkan teknologi produksi keramik yang sangat maju dan efisien. Kondisi ini menjadi dorongan bagi industri nasional agar terus melakukan pembaruan dan modernisasi proses produksi.
“Teknologi harus di-upgrade secara berkelanjutan agar standar produk semakin membaik. Itu yang kami harapkan,” tegasnya. Dengan begitu, industri keramik Indonesia bisa naik kelas menjadi modern, efisien, dan berdaya saing global.
Adopsi Industri 4.0 untuk IKM dan Sektor Mineral Nonlogam
Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) didorong mulai mengadopsi prinsip Industri 4.0. Langkah ini mencakup otomatisasi proses, pemanfaatan teknologi informasi, pemasaran digital, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan.
Azhar Fitri, Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam Kemenperin, menambahkan, SBIN juga menargetkan pemerataan ekonomi melalui pengembangan industri rakyat dan IKM. Fokus utamanya pada kawasan pedesaan yang terintegrasi dengan kawasan industri, sehingga mendukung distribusi manfaat ekonomi secara lebih merata.
Strategi ini juga menekankan pembangunan industri hijau dan biru yang ramah lingkungan. Selain itu, perluasan lapangan kerja berkualitas, penguatan wirausaha, dan pengembangan industri kreatif serta hilirisasi produk menjadi prioritas utama.
Perlindungan Pasar Domestik dan Industri Halal
SBIN menekankan perlindungan pasar domestik melalui perluasan cakupan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Penguatan instrumen tarif dan non-tarif juga diterapkan untuk menjaga industri nasional tetap kompetitif terhadap produk impor.
Industri halal diidentifikasi sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi nasional. Strategi ini diharapkan mendorong peningkatan nilai produk dalam negeri sekaligus membuka peluang pasar baru bagi industri keramik dan mineral nonlogam.
Dengan fokus pada inovasi teknologi dan standar SNI, Kemenperin berharap sektor keramik Indonesia mampu menahan dominasi impor. Langkah ini juga mendukung industri nasional untuk tumbuh lebih modern, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Arus Balik Lebaran Pelni H7 Angkut 153 Ribu Penumpang Tiket Terjual Tinggi
- Senin, 30 Maret 2026
Bank Indonesia Perkuat Instrumen SVBI Dan SUVBI Demi Stabilitas Rupiah Global
- Senin, 30 Maret 2026
Kurs Dolar Dekati Rp17000 Rupiah Melemah Dipicu Sentimen Global Dan Domestik
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Update Lengkap Harga BBM Pertamina Hari Ini Senin 30 Maret 2026 di Seluruh Indonesia
- Senin, 30 Maret 2026
Tarif Listrik PLN Triwulan II Tahun 2026 Tetap, Simak Cara Hitung Token Efisien
- Senin, 30 Maret 2026
Inilah 5 Pilihan Rumah Subsidi Murah di Majalengka yang Cocok Untuk Keluarga Muda
- Senin, 30 Maret 2026












