JAKARTA - Mantan gelandang Barcelona, Emmanuel Petit, menilai skuad saat ini tidak mampu menjuarai Liga Champions.
Ia menyoroti kelemahan lini belakang dan ketergantungan tim pada satu bintang muda, Lamine Yamal.
Musim lalu, Blaugrana nyaris ke final, namun tersingkir dramatis oleh Inter Milan di semifinal melalui perpanjangan waktu. Kekalahan itu menjadi luka tersendiri bagi klub Catalonia yang menargetkan kejayaan Eropa.
Baca JugaCedera Hamstring Raphinha Bikin Barcelona Kehilangan Andalan Lima Pekan Kedepan Kompetisi Penting
Musim ini, performa di fase grup Liga Champions mulai meragukan. Barcelona menelan dua kekalahan dari PSG dan Chelsea, serta hanya meraih satu hasil imbang kontra Club Brugge. Petit menilai tren ini menunjukkan batas kemampuan tim.
Masih Kuat di La Liga, Tapi Terbatas di Eropa
Petit menekankan, Barcelona masih bisa bersaing di kancah domestik, seperti La Liga. Namun, kompetisi Eropa membutuhkan stabilitas dan kualitas yang lebih tinggi.
“Barca bisa bersaing untuk La Liga, tapi bukan untuk Liga Champions, sama sekali tidak. Siapa yang percaya mereka bisa juara dengan pertahanan ini? Mustahil,” tegas Petit.
Ia mengingatkan kekalahan musim lalu, di mana Barcelona kebobolan tujuh gol melawan Inter, sebagai bukti nyata bahwa lini belakang tim tidak siap menghadapi tekanan Eropa.
Lamine Yamal Terlalu Dibebani
Petit juga menyoroti ketergantungan berlebihan Barcelona pada Lamine Yamal. Menurutnya, meski Yamal berbakat, satu pemain muda tidak bisa membawa tim menjuarai Liga Champions sendirian.
“Barcelona seperti kasino, mereka bertaruh semuanya pada Lamine Yamal. Dengan segala hormat, Messi pun tidak bisa tanpa Xavi, Iniesta, Puyol,” kata Petit.
Ia menegaskan pentingnya keberadaan beberapa pemain kelas dunia untuk bersaing di level Eropa. Barcelona saat ini memiliki talenta, tetapi belum ada yang bisa menandingi ikon legendaris mereka di masa lalu.
Lini Pertahanan Jadi Masalah Utama
Selain soal ketergantungan pada satu bintang, Petit menyoroti lini belakang Barcelona yang mudah kebobolan. Tanpa pemain bertipe dunia, memenangkan Liga Champions hampir mustahil.
“Sekarang segalanya sangat bergantung pada Lamine Yamal. Mereka punya pemain level atas di Barcelona, tapi tidak ada pemain kelas dunia seperti Leo Messi di masanya,” ujar Petit.
Menurutnya, pertahanan yang rapuh dan hasil musim lalu menjadi bukti bahwa Barcelona harus memperkuat skuad jika ingin meraih kejayaan Eropa. Tanpa itu, peluang menjuarai Liga Champions tetap tipis.
Petit memberikan peringatan keras bagi Barcelona. Klub Catalonia masih memiliki kemampuan bersaing di domestik, namun Liga Champions menuntut konsistensi, kedalaman skuad, dan pemain kelas dunia.
Kritik Petit menggarisbawahi bahwa bergantung pada satu bintang muda seperti Lamine Yamal tidak cukup. Barcelona harus memperkuat lini pertahanan dan menambah pemain bertipe dunia jika ingin kembali menjuarai Eropa.
Wildan Dwi Aldi Saputra
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
IHSG Melemah Sepekan Investor Waspadai Proyeksi Pergerakan Pasar Awal Pekan Mendatang
- Minggu, 29 Maret 2026
Investor Asing Jual Saham Bank Besar IHSG Melemah Pada Sesi Pertama Perdagangan
- Minggu, 29 Maret 2026
Rupiah Diproyeksi Melemah Pekan Depan Berpotensi Sentuh Level 17100 Per Dolar
- Minggu, 29 Maret 2026
Yield SBN Tenor Sepuluh Tahun Naik Rupiah Bertahan Dari Tekanan Global
- Minggu, 29 Maret 2026
Pelni Angkut 153 Ribu Penumpang Arus Balik Lebaran Hingga H Plus Tujuh
- Minggu, 29 Maret 2026
Berita Lainnya
Trio Bek Indonesia Solid Baggott Idzes Ridho Kokohkan Pertahanan FIFA Series 2026
- Minggu, 29 Maret 2026
Kai Havertz Tegaskan Bertahan Di Arsenal Bantah Rumor Transfer Musim Panas Mendatang
- Minggu, 29 Maret 2026




.jpg)
.jpg)






