Minggu, 29 Maret 2026

Kewajiban Neto Investasi Indonesia Capai US$ 262,9 Miliar

Kewajiban Neto Investasi Indonesia Capai US$ 262,9 Miliar
Kewajiban Neto Investasi Indonesia Capai US$ 262,9 Miliar

JAKARTA - Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada kuartal III 2025 mencatat kenaikan kewajiban neto. 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebutkan bahwa akhir kuartal III 2025, kewajiban neto tercatat sebesar US$ 262,9 miliar.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2025 yang sebesar US$ 244,5 miliar, mencerminkan tren peningkatan kewajiban finansial Indonesia di pasar internasional.

Baca Juga

Rekomendasi Saham Trading Akhir Pekan Saat IHSG Melemah dan Volatilitas Tinggi

Penyebab Peningkatan Posisi AFLN dan KFLN

Denny menjelaskan, peningkatan kewajiban neto terutama berasal dari kenaikan Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang melampaui kenaikan Aset Finansial Luar Negeri (AFLN). Posisi AFLN Indonesia naik menjadi US$ 541,1 miliar, naik 0,7% dari US$ 537,3 miliar pada kuartal sebelumnya.

Kenaikan ini dipicu oleh valuasi harga pasar yang meningkat di beberapa negara penempatan aset, termasuk harga emas, saham global, dan harga aset internasional lainnya.

Kenaikan Investasi Langsung dan Portofolio

Di sisi kewajiban, KFLN meningkat menjadi US$ 803,9 miliar, naik 2,8% dibanding US$ 781,8 miliar pada kuartal II 2025. Denny menuturkan, hal ini dipengaruhi oleh investasi langsung dan portofolio yang terus bertumbuh.

Masuknya modal asing dalam bentuk investasi langsung menunjukkan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Selain itu, kenaikan harga saham domestik turut menopang pertumbuhan KFLN.

Dampak terhadap Ketahanan Eksternal

Meski terjadi peningkatan kewajiban, PII Indonesia tetap terjaga dan mendukung ketahanan eksternal. Rasio PII terhadap PDB pada kuartal III 2025 tercatat stabil sebesar 18,3%, menandakan struktur investasi yang sehat.

Sebagian besar kewajiban (93,1%) berupa instrumen berjangka panjang, terutama investasi langsung, sehingga risiko likuiditas jangka pendek relatif rendah.

Strategi BI Mengantisipasi Risiko

Bank Indonesia terus memantau dinamika ekonomi global yang berpotensi memengaruhi prospek PII Indonesia. Denny menekankan, respons kebijakan BI akan didukung oleh sinergi erat dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal.

Selain itu, BI akan terus memantau risiko terkait kewajiban neto agar pertumbuhan investasi tetap aman dan berdampak positif bagi perekonomian domestik.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Nilai Transaksi Melonjak IHSG Melemah Tipis Pasca Libur Lebaran Investor Asing Tekan

Nilai Transaksi Melonjak IHSG Melemah Tipis Pasca Libur Lebaran Investor Asing Tekan

Harga Kripto Melemah Serentak Bitcoin Ethereum Dan Altcoin Tertekan Hari Ini

Harga Kripto Melemah Serentak Bitcoin Ethereum Dan Altcoin Tertekan Hari Ini

Harga Bitcoin Melemah Ke Rp 1,125 Miliar Sentimen Global Tekan Pasar Kripto

Harga Bitcoin Melemah Ke Rp 1,125 Miliar Sentimen Global Tekan Pasar Kripto

Update Harga Emas Antam Hari Ini Stabil Lengkap Rincian dan Pajaknya Terbaru

Update Harga Emas Antam Hari Ini Stabil Lengkap Rincian dan Pajaknya Terbaru

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun Rp2190000 Per Gram Cek Rinciannya Lengkap

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Turun Rp2190000 Per Gram Cek Rinciannya Lengkap