JAKARTA - Kementerian Pertanian menegaskan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam menjaga program swasembada pangan.
Pendekatan ini diterapkan melalui tata kelola bersih, akuntabilitas, serta pelayanan yang berpihak kepada petani dan ketahanan pangan nasional.
Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, menyampaikan bahwa nilai-nilai integritas diinternalisasikan dalam setiap kebijakan dan program. Hal ini mencakup pelayanan publik, pengelolaan anggaran, hingga akselerasi kemandirian pangan.
Baca JugaHarga BBM Naik 28 Maret 2026, Daftar Lengkap Terbaru Seluruh Indonesia Hari Ini
Integritas Sebagai Standar Kerja Kementan
Suwandi menekankan bahwa integritas bukan sekadar pedoman etis, tetapi menjadi standar kerja di seluruh proses kebijakan Kementan. Mulai dari program strategis hingga pengelolaan sumber daya, setiap langkah harus dapat dipertanggungjawabkan.
“Nilai BerAKHLAK—Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif—dipandang sebagai fondasi untuk memastikan seluruh kebijakan benar-benar berpihak kepada petani dan berjalan akuntabel,” jelasnya.
Melalui internalisasi nilai ini, Kementan berupaya memastikan swasembada pangan tercapai secara teknis dan tata kelola yang bersih serta dipercaya publik.
Penguatan Kanal Pengawasan dan Pelaporan
Kementan juga memperkuat saluran pengawasan dan pelaporan untuk mendeteksi potensi penyimpangan. Salah satunya adalah kanal “Lapor Pak Amran” yang memudahkan pelaporan dugaan pelanggaran dan penyimpangan di lapangan.
“Kami memperkuat upaya bekerja secara BerAKHLAK dan berintegritas, tegak lurus sebagai aparatur yang melayani petani dengan sepenuh hati dan amanah,” ujar Suwandi.
Selain kanal pelaporan, Kementan membangun ekosistem pengendalian integritas melalui whistleblowing system, sistem pengendalian internal (SPI), wilayah bebas korupsi (WBK), dan program pencegahan korupsi berkelanjutan.
Budaya Anti-Korupsi Jadi Fokus Berkelanjutan
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menekankan bahwa korupsi dalam skala besar maupun kecil masih menjadi ancaman serius. Ia mendorong Kementan untuk menanamkan budaya anti-korupsi sejak awal, bukan hanya pada Hari Antikorupsi Sedunia.
“Kalau ingin transparan dan akuntabel, perilaku antikorupsi harus dipedomani sepanjang tahun. Ini bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Setyo secara virtual.
Setyo menambahkan, target percepatan tata kelola bersih di Kementan bahkan bisa menjadi bagian dari Kementan Emas pada 2035–2040, di bawah kepemimpinan Menteri Amran.
Komitmen Kementan Menuju Swasembada Berintegritas
Dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025, lebih dari 900 peserta dari balai, satuan kerja provinsi-kabupaten, dan jajaran pusat mengikuti kegiatan untuk memperkuat integritas.
Suwandi menegaskan bahwa internalisasi integritas dan BerAKHLAK menjadi prioritas agar seluruh kebijakan Kementan berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada petani.
“Program ini berkelanjutan dan harus dilakukan nyata di lapangan. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” tambah Suwandi.
Langkah ini sekaligus menjaga kepercayaan publik dan memastikan seluruh upaya menuju swasembada pangan konsisten, bersih, dan berintegritas, sesuai arahan Presiden dan Kementerian Pertanian.
Wildan Dwi Aldi Saputra
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prakiraan Cuaca Jakarta Sabtu Hujan Ringan Hingga Sedang BMKG Imbau Waspada
- Sabtu, 28 Maret 2026
BMKG Peringatkan Banjir Rob Pesisir Jawa Hingga Pertengahan April 2026 Waspada
- Sabtu, 28 Maret 2026
Jadwal Kapal Pelni Rute Dobo ke Merauke April 2026 Lengkap Harga Tiket
- Sabtu, 28 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Pangan Depok Pasca Lebaran Stabil, Cabai Rawit Masih Rp120 Ribu Kilogram
- Sabtu, 28 Maret 2026
Pendapatan ABM Investama Turun 13,5 Persen Akibat Tekanan Harga Batu Bara Global
- Sabtu, 28 Maret 2026
Strategi Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan Nasional Saat Ancaman El Nino Menguat
- Jumat, 27 Maret 2026












