Minggu, 22 Maret 2026

Negara-Negara Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan, Uni Eropa dan Asia Tengah Bahas Iklim

Negara-Negara Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan, Uni Eropa dan Asia Tengah Bahas Iklim
Negara-Negara Perkuat Kerja Sama Energi Terbarukan, Uni Eropa dan Asia Tengah Bahas Iklim

JAKARTA - Kerja sama global di bidang energi terbarukan semakin diperkuat oleh berbagai negara. Cina dan Chile menjajaki peluang kolaborasi dalam energi bersih, sementara Uni Eropa dan negara-negara Asia Tengah menggelar forum iklim di Uzbekistan.

Kepala Administrasi Energi Nasional (NEA) Cina, Wang Hongzhi, bertemu dengan Menteri Energi Chile, Diego Pardow, di Beijing untuk membahas kerja sama energi, termasuk listrik dan penyimpanan energi. Cina berkomitmen mendukung kemitraan bilateral dengan Chile guna memperkuat sektor energi terbarukan.

“Cina bersedia membantu perusahaan dari kedua negara untuk meningkatkan kolaborasi dalam energi bersih dan keamanan energi,” ujar Wang Hongzhi.

Baca Juga

PT Sinar Terang Mandiri Tbk Catat Pertumbuhan Pendapatan dan Aset Sepanjang Tahun 2025

Chile merupakan salah satu pemasok utama tembaga dan litium yang sangat penting bagi transisi energi global. Negara ini baru-baru ini mengalami pemadaman listrik besar akibat kegagalan transmisi, yang menyoroti kebutuhan akan infrastruktur energi yang lebih kuat dan andal.

Sementara itu, forum internasional bertajuk "Central Asia Facing Global Climate Challenges – Consolidation for Common Prosperity" akan berlangsung di Samarkand, Uzbekistan, pada 4-5 April. Acara ini dihadiri oleh Presiden Dewan Eropa António Costa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, serta pemimpin dari Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Forum ini bertujuan memperkuat kerja sama dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim. Asia Tengah semakin rentan terhadap dampak pemanasan global, termasuk polusi udara dan air, erosi tanah, serta penggurunan.

Ketergantungan kawasan ini pada bahan bakar fosil mendorong tingginya emisi karbon, sementara bencana alam semakin sering terjadi, memberikan tekanan besar pada kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Uni Eropa, yang merupakan mitra dagang terbesar kedua di Asia Tengah dan investor terbesar dengan kontribusi lebih dari 40 persen dari total investasi asing, berupaya memperdalam hubungan politik dan ekonomi melalui Perjanjian Kemitraan dan Kerja Sama yang Ditingkatkan (EPCA).

"Kami berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dalam transisi energi dan menghadapi tantangan iklim bersama," ujar Ursula von der Leyen.

Dengan semakin banyaknya negara yang berfokus pada energi bersih dan kebijakan iklim, kolaborasi internasional ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi keberlanjutan lingkungan global.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Deretan Rumah Subsidi di Kabupaten Buleleng Bali yang Bisa Dibeli Hanya Rp 185 Juta

Deretan Rumah Subsidi di Kabupaten Buleleng Bali yang Bisa Dibeli Hanya Rp 185 Juta

Strategi PLN EPI Maksimalkan Distribusi Cangkang Sawit untuk Ketahanan Energi Nasional Tahun 2026

Strategi PLN EPI Maksimalkan Distribusi Cangkang Sawit untuk Ketahanan Energi Nasional Tahun 2026

Kao, Apical, dan Asian Agri Luncurkan Program SMILE Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit

Kao, Apical, dan Asian Agri Luncurkan Program SMILE Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit

Update Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru Seluruh Indonesia Per 16 Maret 2026

Update Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru Seluruh Indonesia Per 16 Maret 2026

Daftar Lengkap Harga BBM Non Subsidi dan Subsidi Seluruh SPBU Indonesia Per Maret 2026

Daftar Lengkap Harga BBM Non Subsidi dan Subsidi Seluruh SPBU Indonesia Per Maret 2026