Sabtu, 21 Maret 2026

BI Diprediksi Pertahankan Suku Bunga 5,75% di Tengah Tekanan Inflasi dan Faktor Eksternal

BI Diprediksi Pertahankan Suku Bunga 5,75% di Tengah Tekanan Inflasi dan Faktor Eksternal
BI Diprediksi Pertahankan Suku Bunga 5,75% di Tengah Tekanan Inflasi dan Faktor Eksternal

Jakarta – Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 18-19 Maret 2025. Pengumuman resmi keputusan tersebut akan disampaikan dalam konferensi pers yang dijadwalkan siang ini pukul 14.00 WIB, Rabu, 19 Maret 2025.

BI Prioritaskan Stabilitas di Tengah Tekanan Inflasi

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menilai bahwa BI masih akan mengedepankan stabilitas nilai tukar dan ketahanan pasar keuangan di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan domestik.

"Kami memandang bahwa BI perlu memprioritaskan stabilitas nilai tukar dan ketahanan pasar keuangan dengan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur bulan Maret 2025," ujar Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky, dalam laporan Analisis Makroekonomi RDG BI Maret 2025 yang diterima pada Rabu, 19 Maret 2025.

Baca Juga

BRI Dirikan Posko Mudik BRImo 2026 di 5 Rest Area Tol Jawa, Hadirkan Layanan Istirahat, Kesehatan, dan Promo untuk Pemudik Lebaran

Menurut Riefky, meskipun inflasi masih berada di bawah kisaran target BI, momen Ramadan dan Idulfitri yang akan datang dapat memberikan tekanan harga yang bersifat sementara.

Deflasi Tahunan Pertama Sejak 2000

Data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,09% (year on year/yoy) pada Februari 2025, turun dari inflasi sebesar 0,76% (yoy) pada Januari 2025. Ini merupakan deflasi tahunan pertama sejak tahun 2000 dan berada di bawah target BI sebesar 1,5%–3,5%.

Deflasi ini terutama disebabkan oleh penurunan harga dalam kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Kontribusi kelompok tersebut terhadap deflasi meningkat dari 8,75% (yoy) pada Januari 2025 menjadi 12,08% (yoy) pada Februari 2025.

"Kontribusi deflasi dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga terhadap inflasi umum meningkat dari 1,39 poin persentase pada Januari 2025 menjadi 1,92 poin persentase pada Februari 2025," jelas Riefky.

Ramadan dan Idulfitri Bisa Picu Kenaikan Inflasi

Ke depan, inflasi diperkirakan akan meningkat akibat meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri. Faktor utama yang mendorong inflasi adalah pendistribusian tunjangan hari raya (THR), meningkatnya mobilitas untuk mudik, serta tingginya permintaan terhadap barang dan jasa.

Namun, Riefky menyebutkan bahwa kebijakan diskon tarif tol dan tiket pesawat selama periode Idulfitri dapat membantu meredam lonjakan inflasi. Selain itu, normalisasi tarif listrik juga diperkirakan akan menjadi faktor tambahan dalam tekanan inflasi mendatang.

"Dengan demikian, inflasi diperkirakan akan kembali ke kisaran target BI dalam beberapa bulan mendatang," tegasnya.

Faktor Eksternal: Kebijakan The Fed dan Ketidakpastian Global

Selain faktor domestik, kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) juga menjadi pertimbangan penting dalam keputusan BI.

Keputusan The Fed akan diumumkan hampir bersamaan dengan pertemuan BI, di mana pasar memperkirakan bahwa suku bunga acuan AS akan tetap berada di level 4,25%-4,50% pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 18-19 Maret 2025.

"Penurunan suku bunga oleh BI dapat menambah tekanan pada rupiah," ujar Riefky, mengingat bahwa selisih suku bunga antara AS dan Indonesia bisa mempengaruhi arus modal asing.

Tri Kismayanti

Tri Kismayanti

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BNI Tambah Fasilitas Kredit Rp10 Triliun ke Pegadaian, Total Pembiayaan Tembus Rp25,1 Triliun untuk Perkuat Akses Pendanaan Nasional

BNI Tambah Fasilitas Kredit Rp10 Triliun ke Pegadaian, Total Pembiayaan Tembus Rp25,1 Triliun untuk Perkuat Akses Pendanaan Nasional

Jadwal Lengkap Operasional Bank BCA Saat Libur Nyepi dan Lebaran 2026, Ini Daftar Layanan Cabang yang Tetap Buka

Jadwal Lengkap Operasional Bank BCA Saat Libur Nyepi dan Lebaran 2026, Ini Daftar Layanan Cabang yang Tetap Buka

Bank Indonesia Catat Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran 2026 Naik 85,4 Persen, Layanan Diperluas Hingga Ribuan Titik

Bank Indonesia Catat Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran 2026 Naik 85,4 Persen, Layanan Diperluas Hingga Ribuan Titik

Harga Emas Antam di Pegadaian 17 Maret 2026 Turun Rp5.000, Simak Daftar Jual dan Buyback

Harga Emas Antam di Pegadaian 17 Maret 2026 Turun Rp5.000, Simak Daftar Jual dan Buyback

Update Harga Buyback Emas Antam 17 Maret 2026, Cocok untuk Investor dan Pemula

Update Harga Buyback Emas Antam 17 Maret 2026, Cocok untuk Investor dan Pemula