Sabtu, 21 Maret 2026

Efisiensi Anggaran Pusat Dikecam DPRD Blora: Proyek Perbaikan Jalan Rusak dan Pembangunan Fasilitas Pendidikan Terancam Mandek

Efisiensi Anggaran Pusat Dikecam DPRD Blora: Proyek Perbaikan Jalan Rusak dan Pembangunan Fasilitas Pendidikan Terancam Mandek
Efisiensi Anggaran Pusat Dikecam DPRD Blora: Proyek Perbaikan Jalan Rusak dan Pembangunan Fasilitas Pendidikan Terancam Mandek

JAKARTA – Efisiensi anggaran yang tengah digalakkan oleh pemerintah pusat mulai berdampak serius terhadap pembangunan daerah. Di Kabupaten Blora, dua sektor vital yakni infrastruktur jalan dan pendidikan menjadi korban dari kebijakan pengalihan anggaran, yang kini lebih difokuskan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Blora, Ahmad Fahim Mullaby, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa sejumlah program pembangunan infrastruktur yang telah dirancang sebelumnya harus dikurangi bahkan dibatalkan akibat pemangkasan dana dari pemerintah pusat.

"Kita minta maaf soal infrastruktur. Banyak program perbaikan jalan dan pembangunan fasilitas pendidikan yang akhirnya dikurangi bahkan dibatalkan," ujar Fahim.

Baca Juga

Panduan Lengkap Cek Bansos PKH dan BPNT Maret 2026 Secara Online Agar Tidak Tertipu Link Palsu di Media Sosial

Anggaran Terbatas, Proyek Tertunda

Menurut Fahim, yang akrab disapa Gus Fahim, pemotongan anggaran ini menyulitkan upaya Pemerintah Kabupaten Blora dalam merealisasikan berbagai proyek pembangunan. Ia menyoroti bahwa jalan-jalan rusak yang sebelumnya sudah masuk dalam daftar perbaikan terpaksa dikesampingkan karena terbatasnya dana.

Di sisi lain, fasilitas pendidikan seperti pembangunan gedung sekolah baru maupun renovasi sarana belajar juga mengalami hambatan serupa. Beberapa proyek yang telah diajukan melalui musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) harus ditunda pelaksanaannya hingga waktu yang belum ditentukan.

“Kami hanya bisa mengawal agar anggaran yang sudah diefisienkan tetap tepat sasaran,” tegas politisi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kecamatan Banjarejo, Ngawen, dan Tunjungan itu.

Prioritas Pusat: Ketahanan Pangan Nasional

Pemangkasan anggaran tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang saat ini memprioritaskan sektor ketahanan pangan nasional. Fokus tersebut bahkan telah ditegaskan oleh Bupati Blora dalam beberapa kesempatan, bahwa pada tahun anggaran 2026, perhatian utama akan difokuskan pada mendukung pertanian dan ketahanan pangan.

Pemerintah pusat melihat pentingnya memperkuat sektor pangan sebagai fondasi ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, krisis pasokan, dan ketergantungan impor.

Meski begitu, keputusan tersebut mengundang kritik karena dinilai mengorbankan sektor lain yang juga tidak kalah penting. Gus Fahim menilai, pembangunan infrastruktur jalan dan pendidikan adalah pilar penunjang utama kemajuan daerah yang semestinya tetap mendapat perhatian seimbang.

Pemda Diminta Lebih Kreatif dan Cermat

Dalam kondisi anggaran yang semakin terbatas, DPRD Blora mendesak Pemerintah Daerah untuk lebih kreatif dan cermat dalam memanfaatkan dana yang ada. Penggunaan anggaran harus lebih terarah, efisien, dan menghindari program yang tidak berdampak langsung pada masyarakat.

Fahim juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap alokasi anggaran agar tetap tepat sasaran dan tidak diselewengkan. Komisi D DPRD Blora, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan ketat atas proses perencanaan dan pelaksanaan proyek yang dibiayai dari dana yang telah disesuaikan tersebut.

Harapan Masyarakat dan Desakan Evaluasi Kebijakan

Di tengah kondisi ini, masyarakat Kabupaten Blora banyak yang menyuarakan harapan agar pemerintah tidak melupakan kebutuhan dasar mereka, terutama terkait akses jalan yang layak dan fasilitas pendidikan yang memadai. Di berbagai wilayah, keluhan soal jalan rusak dan ruang kelas yang tidak memadai terus disampaikan warga kepada anggota dewan dan kepala desa.

Sejumlah kalangan juga mendesak agar pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan efisiensi anggaran, agar tidak menjadi penghambat pembangunan daerah. Meski mendukung program ketahanan pangan, masyarakat berharap sektor lain tidak dikorbankan secara drastis.

Herman

Herman

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Cek Dana PIP 2026 Secara Online Lengkap Dengan Syarat Pencairan dan Daftar Bank Penyalur Resmi

Cara Cek Dana PIP 2026 Secara Online Lengkap Dengan Syarat Pencairan dan Daftar Bank Penyalur Resmi

Panduan Lengkap Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan Agar Sah Secara Hukum Beserta Syarat dan Biaya Resmi Terbaru

Panduan Lengkap Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan Agar Sah Secara Hukum Beserta Syarat dan Biaya Resmi Terbaru

Daftar Lengkap Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini Beserta Jam Operasional dan Syarat Bayar Pajak Kendaraan

Daftar Lengkap Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Hari Ini Beserta Jam Operasional dan Syarat Bayar Pajak Kendaraan

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Enam Provinsi dan Lima Kota Besar Senin 16 Maret 2026

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Enam Provinsi dan Lima Kota Besar Senin 16 Maret 2026

Daftar Lengkap Lokasi SPKLU di Tol Trans Jawa dan Trans Sumatra untuk Mudik Lebaran 2026 Naik Mobil Listrik

Daftar Lengkap Lokasi SPKLU di Tol Trans Jawa dan Trans Sumatra untuk Mudik Lebaran 2026 Naik Mobil Listrik