Danantara Sebut Aksi Buyback Saham BUMN Proses Bisnis yang Normal

Minggu, 14 Juni 2026 | 14:46:31 WIB
Danantara Indonesia buka suara terkait aksi korporasi seperti pembelian kembali (buyback) saham oleh perusahaan BUMN [FOTO : NET].

JAKARTA - Pihak Danantara Indonesia memberikan tanggapan resmi mengenai langkah aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham oleh sejumlah korporasi BUMN, yang disinyalir menjadi stimulus penggerak tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memaparkan bahwa kebijakan tersebut merupakan sebuah mekanisme bisnis yang lumrah dijalankan apabila pihak manajemen menilai harga saham di pasar belum merefleksikan nilai fundamental korporasi yang sesungguhnya.

“Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kami melihat saham kami terlalu rendah, tentu pasti kami ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kami investasi dengan saham kami sendiri,” jelas Dony dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).

Dony diliputi rasa optimistis bahwa tingkat kepercayaan para penanam modal terhadap iklim investasi di Indonesia bakal kian solid, beriringan dengan kokohnya pilar fundamental ekonomi domestik serta agenda transformasi yang bergulir di tubuh perusahaan-perusahaan BUMN.

“Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kami optimalkan,” imbuh Dony.

Menurut pandangannya, laju penguatan yang dibukukan oleh IHSG menjadi indikator positif atas merangkaknya kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik. Gairah optimisme di lantai bursa tersebut merefleksikan tebalnya keyakinan para pelaku pasar atas ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia serta rapor kinerja korporasi nasional.

Dony menjabarkan, apresiasi yang ditunjukkan di pasar modal menjadi pembuktian bahwa para penanam modal kian memperhitungkan prospek jangka panjang Indonesia yang ditopang oleh basis fundamental yang kokoh.

“Kami tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kami maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan,” ucap dia.

Dony tidak menampik bahwa dinamika pergerakan pasar dalam rentang jangka pendek memang rentan dipengaruhi oleh bermacam isu dan sentimen. 

Kendati demikian, pada fase akhir para investor akan senantiasa kembali melakukan kalkulasi yang bersandar pada ketahanan ekonomi nasional serta rapor kinerja dari tiap-tiap korporasi.

“Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara,” kata Dony.

Dony mengimbuhkan, jajaran korporasi nasional khususnya di sektor BUMN terpantau masih mengantongi pilar fundamental yang tangguh di bermacam lini sektor strategis. Keadaan tersebut bertindak sebagai modal krusial untuk konsisten mengerek nilai valuasi korporasi sekaligus memelihara eksistensi kepercayaan para investor.

“Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kami, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus,” ujar Dony.

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menjadwalkan agenda pembelian kembali atau buyback saham di tengah dinamika kondisi pasar yang bergerak fluktuatif. 

Agenda buyback dari emiten dengan kode saham BBRI tersebut dipatok dengan nilai maksimal menyentuh Rp 500 miliar, dan dijadwalkan bergulir sepanjang periode 12 Juni 2026 sampai dengan 11 September 2026.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengutarakan bahwa langkah aksi korporasi ini diposisikan sebagai bagian dari taktik perseroan demi mengerek nilai tambah bagi para pemegang saham, sekaligus merefleksikan tebalnya keyakinan jajaran manajemen atas fundamental kinerja serta prospek ekspansi jangka panjang milik BRI.

"Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan," tutup Dhanny.

Menyitir publikasi dari Kontan, kebijakan buyback saham BUMN yang didorong oleh pihak DPR di tengah situasi pasar yang bergejolak dipandang sanggup memberikan sentimen positif bagi atmosfer pasar modal dalam negeri. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menilai bahwa langkah tersebut bertindak sebagai respons taktis dari pihak pemerintah guna memelihara stabilitas harga saham di bursa.

"Wacana buyback saham BUMN ini mengirimkan sinyal kuat bahwa otoritas berkomitmen dalam menjaga stabilitas bursa di tengah tekanan pasar,” ujar David.

Mengacu pada pandangan David, kebijakan aksi buyback secara historis dinilai efektif beroperasi sebagai jangkar penjaga likuiditas sekaligus bantalan peredam bagi pergerakan indeks tatkala kondisi pasar sedang dihantam tekanan.

Terkini