Riset Harvard: Latihan Beban 90 Menit Seminggu Perpanjang Usia

Selasa, 16 Juni 2026 | 21:07:31 WIB
Manfaat Latihan Beban 90 Menit untuk Jantung dan Cegah Demensia [FOTO ; NET].

Jakarta - Riset terkini dari para ilmuwan Harvard mengungkapkan fakta bahwa aktivitas latihan beban berdurasi kurang lebih 90 sampai 119 menit setiap pekannya mampu berkontribusi menekan potensi fatalitas akibat aneka faktor, termasuk serangan jantung serta masalah neurologis layaknya demensia.

Mengutip publikasi dari laman Eating Well pada Minggu (14/6) waktu setempat, hasil studi yang dirilis lewat jurnal ilmiah British Journal of Sports Medicine tersebut membedah data dari mendekati 150.000 sukarelawan yang dipantau perkembangannya hingga kurun waktu 30 tahun melalui tiga penelitian jangka panjang di Amerika Serikat.

Tim peneliti mencermati korelasi antara latihan ketahanan tubuh atau resistance training, semisal angkat beban, dengan potensi kematian dipicu beraneka rupa gangguan kesehatan. Mereka pun mengukur faedah ekstra ketika aktivitas latihan beban dipadukan bersama olahraga aerobik contohnya jalan kaki, lari, berenang, ataupun gowes sepeda.

Hasil riset memperlihatkan bahwa para relawan yang mempraktikkan latihan beban dengan durasi 90 hingga 119 menit tiap minggu memiliki potensi kematian dari segala pemicu 13 persen lebih kecil bila dibandingkan dengan kelompok yang melewatkan jenis olahraga tersebut.

Di samping itu, kelompok masyarakat tersebut juga mencatatkan potensi kematian akibat gangguan kardiovaskular 19 persen lebih kecil serta bahaya kematian dipicu penyakit neurologis, termasuk demensia, 27 persen lebih kecil.

Kendati demikian, dampak positif tersebut memperlihatkan kecenderungan tidak lagi meningkat secara signifikan tatkala durasi latihan beban telah melewati batas 119 menit setiap pekannya.

Para ilmuwan juga mendapati olahraga aerobik tetap memegang andil vital dalam memelihara kebugaran fisik untuk jangka panjang. 

Masyarakat yang sanggup menggenapi standar anjuran aktivitas aerobik mingguan mempunyai tingkat risiko kematian 26 sampai 43 persen lebih rendah ketimbang mereka yang kurang bergerak aktif.

Keuntungan paling optimal tampak pada kelompok peserta yang mengombinasikan porsi latihan beban dengan olahraga aerobik secara konsisten. 

Kelompok yang menerapkan aktivitas aerobik intensitas tinggi dibarengi latihan beban selama 60 hingga 119 menit per minggu mengantongi penurunan risiko kematian hingga menyentuh 45 persen.

Walau begitu, barisan peneliti memberi catatan bahwa studi ini masih memiliki beberapa poin keterbatasan. 

Porsi terbesar data dihimpun bersumber dari testimoni mandiri para peserta mengenai pola olahraga serta gaya hidup mereka, sehingga membuka peluang munculnya ketidakakuratan data.

Bukan hanya itu, riset ini pun sebatas mengukur aktivitas latihan beban model konvensional dan belum mengikutsertakan model penguatan otot sejenis lainnya seperti Pilates ataupun kalistenik.

Kesimpulan dari studi ini berjalan beriringan dengan panduan aktivitas fisik formal yang menyarankan pengerjaan paling sedikit 150 hingga 300 menit olahraga intensitas sedang atau 75 hingga 150 menit olahraga intensitas tinggi tiap pekannya, ditambah dengan latihan penguatan massa otot sedikitnya dua kali dalam seminggu.

Para pakar berpendapat olahraga menjadi satu dari sekian pilar fundamental guna menyokong umur panjang, bersandingan dengan manajemen menu makan bergizi, pola tidur yang tercukupi, serta kendali stres yang tertata baik.

Berdasarkan pandangan mereka, warga yang kedapatan belum mampu menyamai standar anjuran aktivitas fisik tersebut tidak dituntut untuk langsung memaksakan latihan fisik yang berat. 

Akselerasi frekuensi serta durasi olahraga secara bertahap dipandang jauh lebih efektif demi menumbuhkan pola hidup sehat dalam jangka panjang.

Terkini