Monyet Liar dari Gunung Gede Masuk ke Dapur Warga Sukabumi

Rabu, 17 Juni 2026 | 17:24:01 WIB
Monyet LIar.

JAKARTA - Seekor monyet liar masuk ke kawasan permukiman warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Satwa tersebut diduga turun dari area Gunung Gede akibat kelaparan.

Peristiwa itu terjadi di wilayah RT 01 RW 01, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Monyet tersebut sempat menyusup ke dapur rumah warga sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran.

Komandan Regu Posko VI Sukaraja Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Ade Feri, menuturkan kejadian bermula saat pemilik rumah, Yudi Irwanda, sedang membersihkan rumah pada pagi hari. 

Saat itu, Yudi melihat ada bayangan bergerak di sekitar dinding rumahnya.

"Pemilik rumah awalnya sedang beres-beres, lalu melihat ke pinggir tembok ada bayangan turun ke bawah. Pas dicek, ternyata ada kera," kata Ade saat dikonfirmasi, Rabu (17/6).

Monyet ekor panjang atau Macaca fascicularis tersebut sempat menunjukkan sikap agresif saat didekati. Hewan itu kemudian bergerak masuk ke dapur, diduga karena mencium aroma makanan.

Yudi yang panik mengambil langkah cepat. Saat monyet tersebut masuk ke kamar mandi yang letaknya berdekatan dengan dapur, ia segera menutup pintu dan menguncinya dari luar.

"Kebetulan dapur berdekatan dengan kamar mandi. Begitu monyetnya masuk ke kamar mandi, langsung ditutup pintunya sama pemilik. Kemudian dia langsung melapor ke kami," ujar Ade.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan tersebut segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

Ade menduga monyet itu masuk ke permukiman karena terpisah atau diusir dari kelompoknya. Kondisi tersebut membuat satwa itu keluyuran sendirian guna mencari sumber makanan.

"Dugaan kami dia dipisahkan atau diusir dari kelompoknya. Otomatis dia jadi keluyuran sendirian. Karena lapar dan mencium aroma makanan dari perkampungan manusia, dia cenderung mendekati sumber makanan itu," kata Ade.

Menurut Ade, monyet tersebut kemungkinan besar bukan hewan peliharaan yang lepas, mengingat perilakunya yang masih liar dan agresif. "Kemungkinan besar berasal dari habitat di sekitar kawasan Gunung Gede," ujarnya.

Setelah dievakuasi, monyet tersebut diserahkan kepada komunitas pecinta satwa untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya. "Sudah dirilis, dilepas sama rekan komunitas satwa di daerah Cikidang," pungkas Ade.

Terkini