Pesta KPR 2026, Pakuwon Jati Bidik Penjualan Rp200 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:14:01 WIB
Gandeng 9 Bank, Pakuwon Targetkan Rp200 Miliar di Pesta KPR [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) membidik perolehan nilai penjualan menyentuh angka Rp200 miliar lewat perhelatan eksibisi properti terintegrasi yang bertajuk Pesta KPR 2026. 

Langkah strategis ini bertindak sebagai salah satu taktik perseroan demi mengamankan performa kinerja pemasaran di tengah proyeksi tren kenaikan suku bunga acuan hingga penghujung tahun nanti.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, memaparkan bahwa dalam agenda pameran yang dilangsungkan di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya sepanjang periode 25–28 Juni 2026 itu, Pakuwon Group menjalin kerja sama erat dengan sembilan lembaga perbankan raksasa nasional. 

Aksi korporasi ini diorientasikan guna menjaring kelompok pasar pembeli akhir (end-user) di kala bergulirnya tren pengetatan regulasi moneter.

Dirinya memproyeksikan, tingkat suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) diprediksi masih memiliki ruang kenaikan sebanyak tiga kali lagi hingga penutupan tahun 2026 imbas gejolak tekanan inflasi global yang belum melandai. 

Situasi tersebut dinilai berpotensi memicu penyesuaian angka suku bunga acuan domestik (BI-Rate) demi memelihara stabilitas nilai tukar mata uang rupiah.

"Bagi pembeli akhir (end-user) yang memang membutuhkan hunian, momen saat ini adalah kesempatan terbaik untuk mengunci skema pembiayaan sebelum suku bunga pasar dan harga material bangunan melonjak lebih jauh," jelas Sutandi di Surabaya, Kamis (25/6/2026).

Guna menyajikan rasa aman bagi para calon debitur, dirinya menyebut, pihak Pakuwon bersama jajaran bank mitra mengandalkan produk KPR yang mengusung metode suku bunga fixed (tetap) serta berjenjang di sepanjang masa tenor, dengan penawaran awal mulai dari level 2,8% hingga 3%. 

Pola ini dirancang sedemikian rupa untuk menekan risiko pembengkakan nilai cicilan akibat sifat suku bunga mengambang (floating rate) yang bergerak dinamis di pasar.

Dia mengimbuhkan, mayoritas kelompok konsumen yang memanfaatkan fasilitas kredit pembiayaan perbankan pada saat ini cenderung menjatuhkan pilihan pada skema proteksi bunga tersebut.

"Dari total transaksi penjualan properti yang menggunakan metode kredit di Pakuwon, sekitar 80% konsumen memilih skema suku bunga berjenjang. Saat ini, metode pembayaran KPR masih mendominasi bauran transaksi kami sebesar 65%, sedangkan sisanya sekitar 35% menggunakan tunai keras maupun tunai bertahap," paparnya.

Demi memacu gairah minat pasar sepanjang pameran, Sutandi mengutarakan, perseroan menggelontorkan stimulus tambahan berupa uang muka (down payment) ekonomis mulai dari 5%, pembebasan seluruh biaya KPR, fasilitas subsidi BPHTB, potongan tanda jadi senilai 50%, program insentif PPN ditanggung pemerintah dengan pagu hingga Rp220 juta, sampai dengan penawaran unit apartemen siap huni yang sudah dilengkapi perabotan komplet (fully furnished).

Berdasarkan pandangannya, sebagian besar jenis produk yang dijajakan di dalam agenda “Pesta KPR” merupakan kategori unit siap huni, sehingga pihak konsumen bisa langsung mendayagunakan fasilitas pembiayaan perbankan tersebut. 

Pihak manajemen mematok target nilai transaksi penjualan minimal mampu menembus Rp200 miliar sepanjang durasi eksibisi.

Pada saat ini, ia melanjutkan, portofolio komoditas produk siap huni milik perseroan di area Grand Pakuwon terdata berkisar 99 unit rumah, untuk kawasan Pakuwon City menampung kisaran 60 unit rumah, serta sisa unit apartemen siap huni di zona Surabaya Timur yang menyisakan kuantitas sekitar 150 unit. 

Perseroan pun tengah bersiap meluncurkan lini klaster bersama menara apartemen anyar pada periode semester II/2026, dibarengi proyeksi kalkulasi koreksi harga menyusul merangkaknya biaya investasi.

Di sudut lain, Sutandi menguak, lini bisnis pendapatan berulang (recurring income) yang bersumber dari sektor bisnis ritel serta pusat perbelanjaan kepunyaan Pakuwon Group di Surabaya dilaporkan masih mengantongi laju pertumbuhan yang positif sepanjang momentum liburan sekolah di bulan Juni 2026.

Meskipun jajaran manajemen bersiap mengantisipasi munculnya potensi penurunan aktivitas sektor ritel pada periode kuartal III/2026 lantaran minimnya faktor sentimen musiman (festive season), pergerakan kuantitas angka kunjungan (traffic) pusat perbelanjaan diyakini bakal tetap kokoh berkat gencar digelarnya beraneka ragam perhelatan (event) kreatif secara berkala.

"Hingga pertengahan Juni 2026, volume kunjungan mal di bawah naungan Pakuwon Group diproyeksikan masih membukukan pertumbuhan tahunan pada kisaran satu digit (single digit), atau tumbuh sekitar 7% hingga 8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," tuturnya.

Terkini